JAKARTA – Lapak mobil bekas Bogor mendadak viral setelah menawarkan berbagai unit dengan harga mulai Rp15 juta hingga Rp70 jutaan. Lapak mobil bekas Bogor ini menarik perhatian karena sistem pembelian cash only, harga fleksibel, serta layanan pengiriman ke luar daerah bahkan hingga Lombok.
Fenomena lapak mobil bekas Bogor ini muncul dari konten video yang memperlihatkan langsung aktivitas jual beli di lokasi. Beragam jenis mobil lama hingga keluarga ditawarkan dengan kondisi siap pakai, meski tetap dijelaskan memiliki kekurangan khas mobil bekas.
Dalam video tersebut, penjual bernama Tisna menyebut transaksi dilakukan secara tunai. “Karena mobil tua, jadi kita fokus cash only. Tapi tetap kita jelaskan kondisi unit secara detail ke pembeli,” ujarnya.
Baca Juga: Ribuan Ekor Hewan Kurban dari Blitar Dikirim ke Luar Daerah, Disnakkan: Sapi Jumbo Paling Diminati
Beragam Unit Ditawarkan, Harga Mulai Rp15 Juta
Lapak mobil bekas Bogor ini menyediakan berbagai pilihan kendaraan, mulai dari mobil niaga hingga mobil keluarga. Harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung kondisi dan tahun produksi.
Salah satu unit termurah adalah Daihatsu Espass tahun 1999 yang dibanderol Rp15 juta. Bahkan setelah negosiasi, harga bisa turun hingga sekitar Rp11,8 juta. Mobil ini memiliki mesin 1.300 cc dan dinilai masih layak pakai meski membutuhkan perbaikan pada bagian bodi.
Selain itu, terdapat Suzuki Baleno tahun 2001 dengan harga awal Rp37,5 juta yang bisa ditekan hingga Rp33 jutaan. Untuk segmen city car, tersedia Honda Jazz i-DSI 2007 transmisi otomatis dengan harga sekitar Rp70 jutaan, dari harga awal Rp73 juta.
Tak hanya itu, Toyota Avanza 2006 tipe G manual juga ditawarkan di kisaran Rp75 juta dengan kemungkinan nego di angka Rp70 jutaan. Unit lain seperti Toyota Soluna 2000 dilepas di harga Rp37,5 juta, sedangkan Kia Visto 2001 dibanderol sekitar Rp39 juta.
Setiap unit dijelaskan memiliki kondisi berbeda. Penjual menegaskan bahwa mobil bekas tidak ada yang sempurna, namun sebagian besar sudah diminimalkan kekurangannya sebelum dijual.
Bisa Beli Online, Kirim Hingga Luar Pulau
Keunikan lain dari lapak mobil bekas Bogor ini adalah layanan pembelian secara online. Pembeli dari luar kota tetap bisa melakukan transaksi dengan sistem video call untuk pengecekan unit.
“Sudah beberapa unit kita kirim ke luar daerah. Bahkan pernah kirim ke Lombok via jalur darat,” kata penjual dalam video tersebut.
Untuk transaksi online, pembeli biasanya diminta memberikan uang muka sekitar 30 persen. Setelah itu, unit akan disiapkan, termasuk proses tune up sebelum pengiriman jarak jauh.
Penjual juga menyarankan pembeli yang datang langsung untuk membawa mekanik agar bisa mengecek kondisi kendaraan secara lebih detail. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman setelah transaksi.
Selain itu, pembeli juga bisa melakukan tukar tambah kendaraan lama, khususnya untuk wilayah Jabodetabek.
Harga Fleksibel, Banyak Unit Bisa Nego di Tempat
Daya tarik utama lapak mobil bekas Bogor ini adalah harga yang sangat fleksibel. Hampir semua unit bisa dinegosiasikan langsung di lokasi, bahkan selisih harga bisa mencapai jutaan rupiah.
Sebagai contoh, Honda Jazz 2007 yang awalnya Rp73 juta bisa turun ke sekitar Rp70 jutaan. Sementara Daihatsu Espass 1999 dari Rp15 juta bisa ditekan hingga Rp11 jutaan setelah tawar-menawar.
Penjual juga mengakui bahwa harga pasar sangat tergantung kondisi kendaraan. “Banyak yang jual murah, tapi balik lagi ke kondisi. Kita usahakan unit yang dijual sudah siap pakai,” jelasnya.
Lapak ini juga sering ramai dikunjungi pembeli maupun pedagang lain yang mencari unit untuk dijual kembali. Beberapa mobil bahkan disebut sudah mendapat banyak penawaran sebelum akhirnya ditampilkan di video.
Fenomena ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap mobil bekas murah, terutama di tengah kebutuhan kendaraan pribadi yang terus meningkat.
Sebagai penutup, penjual mengajak calon pembeli untuk datang langsung ke lokasi di Sukaraja, Bogor, atau menghubungi via WhatsApp untuk konsultasi unit. “Yang penting datang dulu, cek langsung, dan kita cari harga terbaik,” tutupnya.
Editor : Axsha Zazhika