Mengenal Bajaj Qute, Mobil Mungil Seharga Motor yang Iritnya Tembus 36 Km Per Liter, Layak Dibeli?

Vicky Permana Saputra • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 20:16 WIB
Simak ulasan lengkap Bajaj Qute, mobil mungil irit BBM hingga 36 km/liter. Apakah layak dibeli untuk harian? Temukan jawabannya di sini.(Pinterest)
Simak ulasan lengkap Bajaj Qute, mobil mungil irit BBM hingga 36 km/liter. Apakah layak dibeli untuk harian? Temukan jawabannya di sini.(Pinterest)

JAKARTA - Perdebatan mengenai pilihan transportasi antara sepeda motor dan mobil memang tidak ada habisnya. Di satu sisi, sepeda motor menawarkan kelincahan, sementara mobil menawarkan kenyamanan dari terpaan cuaca. Namun, bagaimana jika ada kendaraan yang menggabungkan keduanya? Inilah Bajaj Qute, sebuah inovasi otomotif yang sering disebut sebagai solusi transportasi kota masa depan namun memiliki segudang keunikan yang memancing rasa penasaran.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, apakah Bajaj Qute benar-benar layak disebut sebagai mobil? Faktanya, pabrikan asal India ini tidak mengategorikannya sebagai mobil penumpang biasa, melainkan sebagai quadricycle atau motor roda empat. Sejak kemunculannya, kendaraan ini diproyeksikan sebagai pengganti transportasi umum tradisional seperti bemo, namun kini peminatnya mulai meliriknya untuk penggunaan pribadi di tengah hiruk-pikuk kemacetan kota besar.

Terlepas dari perdebatan klasifikasi tersebut, Bajaj Qute menawarkan efisiensi bahan bakar yang sulit dipercaya oleh pemilik mobil konvensional. Dengan mesin yang sangat ringkas, kendaraan ini mampu menempuh jarak yang fantastis per liternya. Angka efisiensi ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi mereka yang mencari kendaraan niaga atau moda transportasi harian yang ramah di kantong, di tengah fluktuasi harga bahan bakar yang sering kali memberatkan biaya operasional bulanan.

Baca Juga: Pemuda Blitar Meninggal Dunia Terkena Ledakan Mercon saat Terbangkan Balon, Begini Kronolognya

Desain Minimalis dan Bobot yang Ringan

Secara visual, kendaraan ini memang unik. Dengan panjang kurang dari 3 meter dan lebar hanya 1,3 meter, dimensi ini dirancang khusus agar mudah menyelinap di antara kemacetan parah yang sering kita temui di jalanan Indonesia. Sebagai perbandingan, mobil listrik mungil yang populer saat ini saja memiliki ukuran yang masih lebih besar.

Keunikan lainnya terletak pada material bodinya. Bajaj melakukan langkah ekstrem dengan menggunakan banyak panel berbahan plastik pada bagian eksterior, bukan plat baja layaknya mobil konvensional. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk menekan bobot kendaraan hingga berada di kisaran 400 kilogram saja. Ringannya bobot ini menjadi kunci mengapa kendaraan tersebut bisa sangat lincah meskipun ditenagai oleh mesin yang tidak terlalu besar.

Dapur Pacu dan Efisiensi Bahan Bakar

Bicara soal performa, kendaraan ini memang tidak dirancang untuk adu kecepatan. Menggendong mesin 216cc satu silinder dengan posisi rear engine (mesin di belakang), tenaganya memang terbatas. Berdasarkan data, tenaganya berkisar di angka 20-an horsepower, yang mampu melarikan kendaraan ini hingga kecepatan maksimal 70 km/jam. Memang bukan untuk kebut-kebutan di jalan tol, namun sangat cukup untuk mobilitas dalam kota.

Baca Juga: Citroen EC3 Indonesia Siap Jadi Rebutan, Mobil Listrik Bergaya SUV Kompak Ini Disebut Paling Cocok untuk Jalanan Kota

Keunggulan utamanya justru terletak pada konsumsi BBM. Dalam pengujian, efisiensinya tercatat di angka 36 km/liter. Artinya, dengan kapasitas tangki hanya 8 liter, kendaraan ini bisa menempuh jarak hingga 250 kilometer lebih dalam sekali pengisian penuh. Ini adalah angka yang sangat impresif, bahkan bisa mengungguli beberapa model sepeda motor modern yang ada di pasaran saat ini.

Kenyamanan di Balik Keterbatasan

Namun, calon pembeli harus bersikap realistis. Mengingat harganya yang sangat terjangkau, jangan berekspektasi tinggi terhadap fitur kenyamanan. Jangan cari sistem pendingin udara (AC) di dalamnya, karena kendaraan ini memang tidak dilengkapi sistem tersebut. Untuk sirkulasi udara, pengemudi hanya bisa mengandalkan model kaca geser manual.

Kabinnya pun sangat mendasar. Kursinya memang memiliki sabuk pengaman, namun dari sisi ergonomi, jangan berharap bisa duduk dengan sangat nyaman untuk perjalanan jauh. Begitu pula dengan bagasi, yang kapasitasnya sangat terbatas. Tidak ada pintu belakang yang bisa dibuka untuk menaruh barang dengan leluasa. Ini adalah kendaraan fungsional yang memang difokuskan untuk "perpindahan dari titik A ke titik B" tanpa embel-embel kemewahan.

Baca Juga: Meneladani Takwa Nabi Ibrahim AS lewat Berkurban

Layakkah untuk Penggunaan Pribadi?

Di Indonesia, unit ini pernah dipasarkan dengan harga di rentang Rp70 jutaan. Pada titik harga tersebut, pasar otomotif kita memiliki pesaing berat seperti mobil city car bekas atau bahkan unit baru dari segmen LCGC yang menawarkan kenyamanan jauh lebih baik, seperti ketersediaan AC dan sistem keamanan standar mobil.

Secara objektif, untuk penggunaan pribadi, unit ini mungkin terasa kurang worth it jika dibandingkan dengan kenyamanan mobil konvensional. Namun, bagi Anda yang memiliki kebutuhan khusus, seperti untuk kendaraan niaga jarak pendek, armada distribusi barang ringan, atau transportasi dalam area perumahan yang macet, kendaraan ini menawarkan nilai ekonomi yang sulit ditandingi. Pada akhirnya, pilihan kembali kepada kebutuhan dan seberapa besar Anda memprioritaskan efisiensi dibandingkan kemewahan.

Editor : Vicky Permana Saputra
harga mobil mobil irit Bajaj Qute Quadricycle otomotif