BLITAR KAWENTAR - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang kini menyentuh Rp 17.803 mulai ramai diperbincangkan kalangan Gen Z. Bukan cuma soal harga barang impor yang ikut naik, melainkan juga karena pergerakan crypto yang makin bikin anak muda penasaran.
Salah satu karyawan swasta warga Blitar, Arip Dhani mengatakan, banyak Gen Z sekarang lebih cepat mengikuti isu ekonomi global karena terhubung langsung dengan media sosial dan aplikasi investasi digital.
Baca Juga: Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan di UNU Blitar, Kampus Kembali Terima Laporan Korban Lain
”Begitu dolar naik, anak-anak Gen Z langsung cek harga Bitcoin atau crypto lain. Karena memang sekarang apa-apa serbadigital dan gampang dipantau,” ujarnya.
Menurut Arip, fenomena crypto saat ini sudah berubah jadi bagian dari lifestyle anak muda. Banyak yang mulai tertarik investasi karena melihat peluang cuan cepat, meski risikonya juga tinggi.
”Sekarang mindset (pola pikir) anak muda itu pengin uangnya muter. Jadi ketika dolar naik dan crypto ikut gerak, mereka pasti penasaran,” katanya.
Sementara itu, sikap berbeda disampaikan karyawan swasta lain, Budi. Dia mengingatkan agar Gen Z tidak mudah terbawa tren FOMO hanya karena melihat orang lain untung besar dari crypto.
”Jangan asal ikut hype. Kadang pas naik, semua semangat beli, pas turun malah panik sendiri,” tambahnya.
Dia menilai literasi finansial tetap penting di tengah tren investasi digital yang makin populer di kalangan generasi muda. ”Yang penting ngerti risikonya. Jangan sampai pengin cepat cuan tapi malah boncos,” pungkasnya.(bud/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah