Rupiah Melemah, Gen Z Jangan Panik, Literasi Keuangan Jadi Kunci untuk Menghadapi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 20:00 WIB
ILUSTRASI RUPIAH.
ILUSTRASI RUPIAH.

BLITAR KAWENTAR - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk generasi Z. Namun, di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, generasi muda diminta tidak ikut panik dan lebih fokus memperkuat literasi keuangan pribadi.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar, Muhammad Adib Mawardi mengatakan, pelemahan rupiah dipicu dua faktor utama yakni faktor global dan faktor domestik.

Dari sisi global, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed membuat investor lebih tertarik menanamkan modal dalam dolar.

Baca Juga: Paguyuban Pedagang Mastrip dan KAI Komitmen Dukung Perkembangan UMKM Blitar

Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah ikut memicu kenaikan harga minyak dunia yang berdampak sistemik terhadap sektor lain. 

Sementara dari sisi domestik, menurut Adib, masih ada pekerjaan rumah pemerintah dalam membangun kepercayaan investor untuk menanamkan modal di dalam negeri.

“Terkait Gen Z, kembali lagi pada literasi keuangan masing-masing. Jika generasi muda paham keuangan, tentu tahu bagaimana harus menyikapnya,” ujarnya.

Baca Juga: Dolar Menguat jadi Peluang Investasi Digital, tapi Gen Z Tetap Harus Waspada Risiko Buruknya

Dia menilai sebagian Gen Z sudah cukup sadar mengatur keuangan karena faktor pendidikan maupun lingkungan keluarga. Namun tidak sedikit pula yang masih lebih mementingkan gaya hidup dan status sosial di medsos. 

Dia berharap generasi muda mulai memahami pentingnya keseimbangan antara pendapatan dan konsumsi agar memiliki tabungan maupun dana darurat di tengah tekanan ekonomi saat ini.

”Kalau nongkrong mungkin bisa mulai dikurangi dan bikin kopi sendiri di rumah,” tuturnya.(jar/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
dolar rupiah literasi keuangan ekonomi Gen Z