Begini Kata PMI asal Blitar ketika Nilai Dolar Makin Tinggi: Kurs memang Untung, tapi Biaya Hidup Kudu Irit

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 20:32 WIB
PMI Blitar
PMI Blitar Riyan Ali Sya’bana yang bekerja di Jepang. 
 

BLITAR KAWENTAR - Melemahnya nilai rupiah ini tidak terlalu berdampak pada kehidupan saya pribadi di Jepang. Dampaknya lebih terlihat pada saat saya mengirim uang ke keluarga di Indonesia, karena kurs-nya naik sedikit, jadi lumayan menguntungkan bagi saya.

Naiknya kurs ini sepertinya juga diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok di Indonesia, tetapi ini tidak mengubah kiriman uang saya ke Indonesia, karena saya selalu menetapkan nominal yang pasti setiap bulannya untuk mereka.

Baca Juga: Harga Bajaj Qute dan Keunggulannya: Mobil 'Anti-Panas' yang Harganya Setara Motor, Pilihan Hemat untuk Bisnis?

Kehidupan ekonomi global yang tidak stabil juga berpengaruh pada pekerjaan saya di sini. Harga bahan baku yang digunakan untuk kerja jadi ikut naik atau bahan-bahan itu jadi langka. Kenaikan ini juga diikuti sedikit kenaikan pada harga makanan, dan lain-lain. Sebagai Gen Z yang menyukai jalan-jalan, akibat ketidakstabilan ekonomi ini membuat saya juga mengurai intensitas saya bepergian untuk hiburan.

Hal ini membuat saya berpikir, jika kondisi ekonomi tidak kunjung stabil membuat saya berpikir dua kali untuk menetap di Jepang atau harus pulang ke tanah air.(mg2/c1/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
PMI Blitar dolar biaya hidup rupiah jepang