BLITAR KAWENTAR- Redmi Note 15 menjadi salah satu smartphone terbaru Xiaomi yang menarik perhatian di segmen menengah pada 2026. Meski hadir sebagai varian paling terjangkau dalam keluarga Redmi Note 15 Series, perangkat ini tetap membawa sejumlah peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Namun, di balik berbagai kelebihannya, Redmi Note 15 juga menyimpan beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan sebelum membeli.
Diluncurkan dengan harga mulai Rp2.699.000, Redmi Note 15 mengalami kenaikan harga sekitar Rp300 ribu dibanding Redmi Note 14 saat pertama kali meluncur. Kenaikan tersebut membuat banyak calon konsumen mulai membandingkan apakah peningkatan yang diberikan Xiaomi benar-benar sebanding dengan harga yang kini semakin tinggi.
Dari desain hingga kamera, Redmi Note 15 menawarkan sejumlah pembaruan yang membuatnya tetap kompetitif di kelas harga Rp2 jutaan. Namun beberapa fitur yang sebelumnya menjadi ciri khas seri Redmi Note justru mulai menghilang.
Layar Lengkung dan Desain Premium Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu perubahan paling mencolok pada Redmi Note 15 adalah penggunaan layar AMOLED lengkung atau curve display. Jika Redmi Note 14 masih menggunakan layar datar, kini Xiaomi menghadirkan panel lengkung di sisi kiri dan kanan yang membuat perangkat terlihat lebih premium.
Penggunaan layar lengkung selama ini identik dengan smartphone kelas menengah atas hingga flagship. Karena itu, kehadiran fitur tersebut pada Redmi Note 15 menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang menginginkan tampilan mewah tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Selain layar, desain keseluruhan perangkat juga mengalami penyegaran. Bodinya terlihat lebih tipis dengan pilihan warna yang berkilau sehingga memberikan kesan elegan. Tampilan tersebut membuat Redmi Note 15 terlihat seperti smartphone dengan harga yang lebih mahal dibanding banderol aslinya.
Layar AMOLED yang digunakan juga menghadirkan kualitas visual yang baik untuk menonton video, bermain game, maupun aktivitas harian. Kombinasi panel AMOLED dan refresh rate 120 Hz membuat pengalaman penggunaan terasa lebih mulus dan nyaman.
Perubahan desain inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa Redmi Note 15 mendapatkan respons positif dari pengguna yang mengutamakan penampilan perangkat.
Kamera 108 MP dan Performa Harian Masih Jadi Andalan
Di sektor fotografi, Redmi Note 15 mengandalkan kamera utama beresolusi 108 MP. Angka tersebut tergolong besar untuk smartphone di kelas harga Rp2 jutaan, mengingat sebagian besar pesaing masih menggunakan sensor 50 MP.
Resolusi tinggi tersebut memberikan keuntungan saat pengguna melakukan pembesaran gambar atau zoom digital. Detail foto tetap terjaga lebih baik dibanding kamera dengan resolusi yang lebih rendah.
Untuk kebutuhan fotografi sehari-hari, hasil foto Redmi Note 15 dinilai cukup memuaskan. Kamera mampu menghasilkan gambar yang tajam dengan warna yang menarik, terutama saat kondisi pencahayaan memadai.
Sementara itu, sektor performa ditenagai chipset MediaTek Helio G100 Ultra. Prosesor ini merupakan penyempurnaan dari Helio G99 yang sebelumnya digunakan Redmi Note 14. Meski peningkatannya tidak terlalu besar, performanya masih cukup untuk aktivitas harian hingga gaming ringan dan menengah.
Berdasarkan pengujian, skor AnTuTu Redmi Note 15 berada di kisaran 560 ribu poin. Angka tersebut cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi populer, multitasking, hingga memainkan game kompetitif dengan pengaturan grafis menengah.
Xiaomi juga meningkatkan kapasitas baterai menjadi 6.000 mAh, lebih besar 500 mAh dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, perangkat kini mengantongi sertifikasi IP64 yang memberikan perlindungan lebih baik terhadap debu dan percikan air.
Beberapa Fitur Hilang Jadi Catatan Penting
Meski membawa sejumlah peningkatan, Redmi Note 15 juga kehilangan beberapa fitur yang sebelumnya cukup diminati pengguna. Salah satunya adalah absennya kamera ultrawide dan kamera makro.
Jika beberapa generasi Redmi Note terdahulu masih menawarkan pilihan lensa yang lebih lengkap, kini pengguna hanya mengandalkan kamera utama dan sensor pendukung. Kondisi tersebut membuat pengalaman fotografi menjadi lebih terbatas dibanding pendahulunya.
Kekurangan lain yang cukup disorot adalah penggunaan Android 15 sebagai sistem operasi bawaan. Padahal pada 2026, Android 16 sudah mulai tersedia di sejumlah smartphone baru. Hal ini membuat Redmi Note 15 memulai siklus pembaruan dari sistem operasi yang lebih lama.
Selain itu, Xiaomi masih mempertahankan slot SIM hybrid. Artinya pengguna harus memilih antara menggunakan dua kartu SIM atau menambahkan kartu microSD sebagai media penyimpanan tambahan.
Kemampuan perekaman video juga masih terbatas pada resolusi 1080p 60 fps. Di kelas harga yang sama, beberapa kompetitor sudah mulai menawarkan perekaman video hingga resolusi 2K bahkan 4K.
Meski demikian, secara keseluruhan Redmi Note 15 tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain premium, layar AMOLED lengkung, kamera 108 MP, serta baterai besar. Dengan sejumlah kompromi yang ada, smartphone ini masih layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan terbaik di segmen Rp2 jutaan pada 2026.
Editor : Cholifatun Nisak