BLITAR KAWENTAR- Samsung Galaxy A07 menjadi salah satu smartphone entry-level yang paling banyak diperbincangkan karena menawarkan spesifikasi di atas rata-rata untuk kelas harga Rp1 jutaan. Dengan chipset Helio G99, penyimpanan UFS, baterai 5.000 mAh, hingga dukungan pembaruan sistem operasi selama enam tahun, perangkat ini dinilai memiliki daya tarik kuat bagi pengguna yang mencari ponsel murah berkualitas.
Meski demikian, Samsung Galaxy A07 bukan tanpa kekurangan. Di balik sejumlah keunggulan yang ditawarkan, terdapat beberapa aspek yang masih menjadi catatan bagi calon pembeli. Karena itu, memahami kelebihan dan kekurangan perangkat ini menjadi hal penting sebelum memutuskan untuk membelinya.
Smartphone ini hadir sebagai penerus seri Galaxy A0 yang menyasar pengguna pemula, pelajar, hingga masyarakat yang membutuhkan perangkat harian dengan harga terjangkau. Dengan banderol mulai sekitar Rp1,3 jutaan, Galaxy A07 langsung bersaing dengan berbagai smartphone entry-level dari merek lain.
Baca Juga: Redmi Note 15 Pro 5G Resmi Meluncur, Baterai 6.580 mAh Jadi Senjata Utama saat Harga HP Naik di 2026
Helio G99 dan One UI 7 Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan terbesar Samsung Galaxy A07 terletak pada sektor performa. Smartphone ini menggunakan chipset MediaTek Helio G99 yang selama ini dikenal sebagai prosesor andalan di kelas menengah.
Kombinasi Helio G99 dengan penyimpanan berteknologi UFS membuat performa perangkat terasa responsif saat digunakan untuk membuka aplikasi, berpindah menu, hingga menjalankan game populer. Dalam pengujian benchmark, Galaxy A07 mencatat skor Geekbench sekitar 699 poin untuk single-core dan 1.579 poin pada multi-core. Sementara skor AnTuTu berada di kisaran 460 ribu poin.
Samsung juga menyematkan sistem operasi Android 15 dengan antarmuka One UI 7. Pengguna dapat menikmati berbagai fitur modern seperti Now Bar, personalisasi layar utama, hingga tampilan pusat kontrol terbaru khas Samsung.
Keunggulan lain yang cukup menarik adalah komitmen Samsung memberikan pembaruan sistem operasi hingga enam generasi dan pembaruan keamanan selama enam tahun. Dukungan ini termasuk yang terbaik di segmen entry-level dan memberikan nilai tambah bagi pengguna yang ingin memakai perangkat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Harga Bekas Redmi Note 15 Turun ke Rp2,5 Juta, Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Kamera, Baterai, dan Fitur Pendukung Jadi Nilai Plus
Samsung Galaxy A07 dibekali kamera utama 50 MP yang didampingi sensor kedalaman 2 MP. Untuk kebutuhan swafoto, tersedia kamera depan 8 MP.
Hasil foto dari kamera utama dinilai cukup baik untuk kelas harga Rp1 jutaan. Foto terlihat tajam, warna cukup hidup, dan mampu menghasilkan gambar yang layak untuk media sosial maupun dokumentasi sehari-hari. Pada perekaman video, kualitas warna dan dynamic range juga tergolong memuaskan meskipun perangkat ini belum dilengkapi fitur stabilisasi.
Di sektor daya, Galaxy A07 membawa baterai berkapasitas 5.000 mAh yang mampu bertahan seharian untuk penggunaan normal. Samsung bahkan masih menyertakan charger 25 watt di dalam kotak penjualan, sehingga pengguna tidak perlu membeli adaptor tambahan.
Fitur pendukung lainnya juga cukup lengkap untuk kelas entry-level. Smartphone ini memiliki jack audio 3,5 mm, slot microSD terpisah, sensor sidik jari, dual mikrofon, serta sertifikasi IP54 yang membuat perangkat tahan terhadap debu dan cipratan air.
Layar dan Sensor Jadi Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Meski menawarkan banyak keunggulan, Samsung Galaxy A07 masih memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya terletak pada sektor layar yang masih menggunakan panel PLS LCD berukuran 6,7 inci dengan resolusi HD Plus.
Selain resolusi yang belum Full HD, bezel layar juga terlihat cukup tebal, terutama pada bagian bawah. Refresh rate yang tersedia memang sudah 90 Hz, namun masih kalah dibanding beberapa kompetitor yang mulai menawarkan panel 120 Hz pada rentang harga serupa.
Keterbatasan lain terdapat pada sektor sensor. Galaxy A07 belum dibekali NFC, sensor gyroscope, sensor magnetik, maupun beberapa sensor tambahan lainnya. Absennya sensor magnetik membuat perangkat ini kurang ideal bagi pengguna yang sering mengandalkan navigasi berbasis kompas digital, termasuk sebagian pengemudi ojek online.
Selain itu, Samsung hanya menyediakan varian dasar dengan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB atau 128 GB. Kapasitas tersebut dinilai cukup terbatas untuk penggunaan jangka panjang, terutama ketika ukuran aplikasi dan game terus bertambah besar.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A07 tetap menjadi salah satu smartphone paling menarik di kelas Rp1 jutaan. Performa Helio G99, penyimpanan UFS, baterai besar, kamera yang cukup baik, serta dukungan update hingga enam tahun menjadi alasan kuat mengapa perangkat ini layak dipertimbangkan. Namun, calon pembeli tetap perlu memperhatikan keterbatasan pada layar dan sensor sebelum menentukan pilihan.
Editor : Cholifatun Nisak