BLITAR KAWENTAR– Infinix Hot 60 Pro kembali menarik perhatian pasar smartphone Indonesia setelah hadir dengan desain tipis 6,6 mm, layar AMOLED 1,5K 144 Hz, serta harga yang hanya berada di kisaran Rp2 jutaan. Kombinasi spesifikasi tersebut membuat perangkat ini menjadi salah satu penawaran paling agresif di segmen entry-level pada 2025.
Infinix Hot 60 Pro dipasarkan mulai Rp2,1 jutaan untuk varian 128 GB dan sedikit lebih tinggi untuk versi 256 GB. Dengan banderol tersebut, Infinix mencoba menghadirkan pengalaman yang biasanya ditemukan pada smartphone kelas menengah hingga premium.
Tidak hanya mengandalkan desain, perangkat ini juga membawa sejumlah fitur yang jarang ditemukan pada kompetitor di kelas harga serupa, mulai dari layar beresolusi tinggi hingga baterai berkapasitas besar yang dibungkus dalam bodi ramping dan ringan.
Desain Tipis dan Layar 1,5K Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan paling mencolok dari Infinix Hot 60 Pro adalah desainnya yang hanya memiliki ketebalan 6,6 mm dengan bobot sekitar 170 gram. Meski tipis, perangkat ini tetap dibekali baterai berkapasitas 5.160 mAh yang diduga menggunakan teknologi silikon karbon untuk mengoptimalkan efisiensi ruang.
Infinix juga menawarkan enam pilihan warna yang beragam, termasuk Sapphire Blue yang menjadi salah satu varian unggulan. Desain bodinya mengusung konsep elegan dengan sudut membulat serta modul kamera yang mengingatkan pada beberapa smartphone premium.
Di sektor layar, Hot 60 Pro mengusung panel AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144 Hz. Perlindungan Corning Gorilla Glass 7i turut menjadi nilai tambah yang biasanya hanya ditemukan pada smartphone dengan harga lebih tinggi.
Kualitas tampilan menjadi salah satu aspek yang paling menonjol. Tingkat kecerahan yang tinggi membuat layar tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari, sementara bezel yang relatif tipis memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.
Helio G200 dan Fitur Lengkap untuk Pengguna Harian
Untuk performa, Infinix Hot 60 Pro mengandalkan chipset MediaTek Helio G200 yang dipadukan dengan RAM 8 GB serta pilihan penyimpanan internal 128 GB dan 256 GB.
Meski menggunakan nama baru, Helio G200 pada dasarnya masih memiliki karakteristik yang mirip dengan Helio G99 dan Helio G100. Peningkatan yang dibawa lebih banyak berada pada sisi optimalisasi dan dukungan fitur dibanding lonjakan performa yang signifikan.
Dalam pengujian sehari-hari, perangkat mampu menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar. Mobile Legends dapat dimainkan dengan nyaman pada pengaturan tinggi dengan frame rate hingga 60 FPS. Sementara game berat seperti Genshin Impact masih dapat berjalan pada kisaran 30 FPS dengan pengaturan grafis rendah.
Menariknya, Infinix tetap mempertahankan sejumlah fitur yang mulai ditinggalkan banyak produsen smartphone. Pengguna masih mendapatkan slot microSD untuk ekspansi penyimpanan, NFC, IR Blaster, sensor sidik jari di dalam layar, hingga jack audio 3,5 mm.
Perangkat ini juga membawa tombol khusus One Tap Button yang dapat digunakan sebagai shortcut untuk membuka aplikasi, kamera, senter, maupun fitur berbasis kecerdasan buatan seperti DeepSeek dan Gemini.
Kamera Andal untuk Foto, Namun Video Masih Jadi Catatan
Di sektor fotografi, Infinix Hot 60 Pro mengandalkan kamera utama 50 MP sebagai sensor utama. Meski hanya memiliki satu kamera yang benar-benar aktif, hasil foto yang dihasilkan dinilai cukup baik untuk kelas harga Rp2 jutaan.
Pada kondisi pencahayaan yang memadai, foto memiliki detail yang tajam dengan dynamic range yang luas. Warna yang dihasilkan memang cenderung sedikit lebih cerah dibanding kondisi asli, tetapi tetap terlihat menarik untuk kebutuhan media sosial.
Performa kamera malam juga cukup mengejutkan. Dengan mengaktifkan Night Mode, hasil foto terlihat lebih hidup dengan warna yang lebih pekat serta tingkat noise yang masih terkendali.
Namun, sektor video menjadi salah satu aspek yang masih memiliki keterbatasan. Kamera belakang belum dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS), sehingga rekaman video masih terlihat goyang saat digunakan berjalan.
Kamera depan juga mampu merekam hingga resolusi 2K, tetapi stabilisasi hanya tersedia pada mode 1080p 30 FPS. Dynamic range video pun masih tergolong standar sehingga area langit terang terkadang tampak overexposed.
Meski demikian, Infinix Hot 60 Pro tetap menawarkan paket yang sangat kompetitif di kelas harga Rp2 jutaan. Desain tipis, layar AMOLED 1,5K 144 Hz, baterai besar, fitur lengkap, serta kualitas foto yang memadai menjadikannya salah satu smartphone entry-level paling menarik yang hadir sepanjang tahun ini.
Editor : Cholifatun Nisak