Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Infinix Note 60 Pro Tembus Rp6 Juta, Snapdragon Pertama di Seri Note Jadi Senjata Baru atau Malah Bumerang?

Cholifatun Nisak • Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:09 WIB
 Infinix Note 60 Pro hadir dengan Snapdragon pertama di seri Note dan harga hampir Rp6 juta. Apakah peningkatannya sepadan?
Infinix Note 60 Pro hadir dengan Snapdragon pertama di seri Note dan harga hampir Rp6 juta. Apakah peningkatannya sepadan?

BLITAR KAWENTARInfinix Note 60 Pro menjadi sorotan karena hadir sebagai seri Note pertama yang menembus harga hampir Rp6 juta sekaligus membawa prosesor Snapdragon untuk pertama kalinya dalam sejarah lini Infinix Note. Langkah berani ini membuat perangkat tersebut tampil berbeda, tetapi juga memunculkan pertanyaan apakah kenaikan harga yang signifikan sebanding dengan peningkatan yang ditawarkan.

Pada sejumlah toko daring, Infinix Note 60 Pro varian 8/256 GB sudah beredar di kisaran Rp5,5 juta, sedangkan versi 12/256 GB mendekati Rp6 juta. Angka tersebut menjadikannya sebagai smartphone seri Note termahal yang pernah dirilis Infinix.

Baca Juga: Harga Samsung Galaxy A56 Makin Turun ke Rp4 Jutaan, Masih Layak Dibeli pada 2026? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Snapdragon Pertama di Seri Note, Jadi Pembeda Utama

Perubahan terbesar pada Infinix Note 60 Pro terletak pada penggunaan chipset Snapdragon 7s Gen 4 5G. Selama ini, Infinix dikenal identik dengan prosesor MediaTek di berbagai lini produknya, termasuk seri Note.

Selain chipset baru, perangkat ini dibekali RAM LPDDR5 hingga 12 GB dan penyimpanan UFS 2.2 berkapasitas 256 GB. Infinix juga mempertahankan sejumlah spesifikasi premium seperti layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 144 Hz dan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i.

Dari sisi desain, Infinix Note 60 Pro masih mempertahankan ciri khas frame metal yang jarang ditemukan di kelas harga serupa. Smartphone ini hadir dalam empat pilihan warna, yakni Mist Titanium, Deep Ocean Blue, Solar Orange, dan Mocha Brown.

Fitur yang paling mencuri perhatian adalah Active Matrix Display di bagian belakang. Sistem LED ini mampu menampilkan animasi, notifikasi, informasi baterai, jam, hingga teks yang dapat dikustomisasi pengguna. Bahkan tersedia mini game sederhana yang dapat dimainkan melalui panel LED tersebut.

Di sektor daya, Infinix menyematkan baterai 6.500 mAh yang mendukung pengisian cepat 90 watt. Teknologi pengisian nirkabel 30 watt serta reverse wireless charging 5 watt juga menjadi nilai tambah yang masih jarang ditemukan pada smartphone di kelas menengah.

Baca Juga: Infinix Hot 60 Pro Resmi Hadir, HP Rp2 Jutaan dengan Layar 1,5K dan Desain Tipis Ini Bikin Pasar Makin Panas

Performa Naik, Tetapi Tidak Terlalu Jauh dari Versi Biasa

Berdasarkan hasil pengujian benchmark, Infinix Note 60 Pro mencatat skor AnTuTu sekitar 1,1 juta poin. Angka ini lebih tinggi sekitar 20 persen dibandingkan Infinix Note 60 reguler yang menggunakan chipset MediaTek.

Namun peningkatan performa tersebut tidak selalu terasa signifikan dalam penggunaan nyata. Saat menjalankan game ringan seperti Mobile Legends, perangkat mampu berjalan stabil pada 120 fps. Pengalaman bermain terasa mulus dan responsif.

Berbeda saat digunakan memainkan Genshin Impact. Meskipun benchmark menunjukkan peningkatan performa, frame rate rata-rata setelah bermain selama 30 menit berada di kisaran 30 hingga 40 fps. Hasil tersebut bahkan dinilai tidak jauh berbeda, bahkan dalam beberapa skenario berada di bawah performa versi reguler yang menggunakan MediaTek.

Kondisi ini membuat banyak pengguna berpotensi mempertanyakan selisih harga sekitar Rp1,5 juta antara versi biasa dan versi Pro. Terlebih sebagian besar spesifikasi lain seperti layar, kapasitas baterai, desain, hingga konfigurasi kamera tetap memiliki kemiripan yang cukup tinggi.

Kamera Low Light dan Fitur Premium Jadi Andalan

Meski performa gaming tidak melonjak drastis, Infinix Note 60 Pro menunjukkan keunggulan pada sektor kamera, terutama dalam kondisi minim cahaya.

Kamera utama 50 MP dengan Optical Image Stabilization (OIS) mampu menghasilkan foto malam yang dinilai lebih terang, detail, dan memiliki reproduksi warna yang lebih baik dibandingkan versi reguler. Perbedaan kualitas ini menjadi salah satu keuntungan nyata yang terlihat dari penggunaan chipset Snapdragon dan pemrosesan gambar yang lebih matang.

Untuk kebutuhan video, kamera depan sudah mendukung perekaman hingga resolusi 4K 30 fps. Menariknya, fitur stabilisasi tetap dapat digunakan tanpa harus menurunkan resolusi ke 1080p, sesuatu yang masih jarang ditemukan pada smartphone di kelas harga menengah.

Speaker stereo hasil kolaborasi dengan JBL juga memberikan kualitas audio yang lebih baik meski peningkatannya tidak terlalu drastis dibandingkan versi non-Pro.

Dengan kombinasi Snapdragon 7s Gen 4, wireless charging 30 watt, Active Matrix Display, kamera malam yang lebih baik, dan frame metal premium, Infinix Note 60 Pro memang menawarkan pengalaman yang lebih lengkap. Namun harga yang mendekati Rp6 juta membuat persaingan menjadi jauh lebih ketat karena harus berhadapan dengan sejumlah rival kuat dari Redmi, Poco, hingga merek lain di kelas menengah premium.

Pada akhirnya, Infinix Note 60 Pro menjadi bukti keberanian perusahaan keluar dari zona nyaman. Namun keputusan menaikkan harga secara signifikan membuat konsumen kini memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum memilih smartphone ini dibandingkan seri Note generasi sebelumnya.

Baca Juga: Infinix Hot 60 Pro Bikin Geger Kelas Rp2 Jutaan, Bodi Super Tipis 6,6 Mm tapi Bawa Layar AMOLED 144 Hz dan Baterai 5.160 mAh

Editor : Cholifatun Nisak
#Infinix Note 60 Pro #Snapdragon 7s Gen 4 #Harga Infinix Note 60 Pro #Review Infinix Note 60 Pro #Spesifikasi Infinix Note 60 Pro