BLITAR KAWENTAR- Infinix Hot 60 Pro sempat menjadi perbincangan karena muncul keluhan dari sebagian pengguna terkait dugaan touch delay saat mengetik serta klaim layar 1,5K yang dianggap berlebihan. Namun setelah digunakan selama tiga bulan, berbagai pengujian menunjukkan bahwa persoalan tersebut ternyata tidak sesederhana yang ramai dibahas di media sosial.
Smartphone yang dijual mulai Rp1,9 jutaan untuk varian 8/128 GB dan sekitar Rp2 jutaan untuk versi 8/256 GB ini masih menjadi salah satu perangkat paling menarik di kelas harga terjangkau. Selain menawarkan desain tipis 6,6 mm, Infinix Hot 60 Pro juga dibekali layar AMOLED, baterai besar, dan sejumlah fitur yang biasanya ditemukan pada ponsel lebih mahal.
Benarkah Infinix Hot 60 Pro Mengalami Touch Delay?
Isu touch delay menjadi salah satu keluhan yang paling sering muncul dari pengguna. Namun hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan masalah serius pada sektor layar sentuh.
Infinix Hot 60 Pro masih berjalan dengan Android 15 berbasis XOS 15.1.2 serta ditenagai chipset MediaTek Helio G200. Pada pengujian menggunakan aplikasi Touch Sample Rate Tester, perangkat mampu mencatat touch sampling rate hingga 200 Hz dengan rata-rata sekitar 180 Hz.
Sementara itu, layar mendukung hingga 10 titik sentuhan sekaligus dan memperoleh hasil sempurna pada pengujian touch pressure. Pengujian gaming menggunakan Mobile Legends juga berjalan lancar tanpa ditemukan gejala ghost touch, analog lepas, maupun keterlambatan respons layar.
Keluhan yang muncul saat mengetik pesan ternyata lebih banyak dipengaruhi desain fisik perangkat. Dengan bezel yang sangat tipis dan rasio layar 20:9, sebagian pengguna harus menyesuaikan posisi jempol saat mengetik. Kondisi ini membuat beberapa tombol di area bawah keyboard, terutama huruf tertentu, terasa lebih sulit dijangkau sehingga memunculkan kesan touch delay.
Menurut pengujian, penggunaan casing yang lebih tebal atau mengaktifkan fitur swipe typing dapat membantu mengurangi kesalahan ketik dan meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Klaim Layar 1,5K Ternyata Bukan Sekadar Gimmick
Selain isu touch delay, Infinix Hot 60 Pro juga mendapat sorotan terkait klaim penggunaan layar 1,5K. Banyak pengguna menganggap spesifikasi tersebut hanya strategi pemasaran karena perangkat berada di segmen harga Rp2 jutaan.
Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, layar yang digunakan ternyata memang memiliki spesifikasi yang sangat mirip dengan panel pada seri Infinix GT yang lebih mahal. Harga komponen layar yang tercantum dalam layanan purnajual CarlCare juga menunjukkan nilai yang setara dengan layar perangkat seri GT.
Secara spesifikasi, layar AMOLED Infinix Hot 60 Pro telah dibekali perlindungan Corning Gorilla Glass 7i, tingkat kecerahan normal 700 nits, high brightness mode 1.600 nits, serta peak brightness mencapai 4.500 nits.
Meski demikian, karena keterbatasan chipset Helio G200, resolusi yang ditampilkan dalam beberapa kondisi terbaca sebagai Full HD Plus. Hal inilah yang memicu anggapan bahwa layar tersebut bukan panel 1,5K.
Dalam penggunaan sehari-hari selama tiga bulan, layar tetap menunjukkan kualitas yang sangat baik. Tidak ditemukan gejala burn-in, shadow, maupun light leakage. Tampilan warna tetap tajam dan visibilitas di bawah sinar matahari juga tergolong impresif untuk kelas harganya.
Baterai, Kamera, dan Fitur Tetap Jadi Nilai Jual Utama
Di luar dua isu tersebut, Infinix Hot 60 Pro masih menawarkan paket fitur yang cukup lengkap. Smartphone ini mendukung triple slot, jack audio 3,5 mm, NFC multifungsi, IR blaster, dual speaker stereo, bypass charging, reverse charging 10 watt, serta pembaruan Android hingga Android 18 dengan dukungan keamanan selama lima tahun.
Baterai 5.160 mAh mampu memberikan screen-on time rata-rata hingga 8 jam dalam penggunaan Wi-Fi. Pengisian daya menggunakan charger 45 watt juga tergolong cepat dengan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai 50 persen dan sekitar satu jam hingga penuh.
Untuk fotografi, kamera utama 50 MP berbasis sensor Samsung menghasilkan foto yang cukup baik di siang hari. Sistem HDR bekerja optimal saat menghadapi kondisi cahaya kontras tinggi. Pada malam hari, mode malam mampu menjaga warna tetap natural meski noise masih terlihat dalam beberapa kondisi.
Sementara untuk video, kamera belakang mendukung perekaman hingga 2K 30 fps dan Full HD 60 fps. Kamera depan 13 MP juga mampu merekam hingga 2K 30 fps dengan kualitas yang masih kompetitif di kelas harga terjangkau.
Setelah tiga bulan pemakaian, Infinix Hot 60 Pro menunjukkan bahwa sebagian besar kontroversi yang beredar lebih banyak dipengaruhi persepsi pengguna dibanding masalah teknis yang benar-benar serius. Dengan harga yang tetap terjangkau serta kombinasi layar premium, desain tipis, dan fitur lengkap, perangkat ini masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang mencari smartphone murah dengan spesifikasi di atas rata-rata.
Editor : Cholifatun Nisak