JAKARTA - Maka Cavalry menjadi salah satu motor listrik yang menarik perhatian pasar Indonesia berkat klaim performa tinggi, jarak tempuh jauh, dan harga yang relatif kompetitif. Berdasarkan pengujian yang dilakukan kanal Otomotif TV, motor listrik ini menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman dan responsif, meski masih memiliki sejumlah catatan pada fitur dan kualitas finishing bodi.
Dengan harga Rp35,85 juta on the road Jakarta, Maka Cavalry dibekali baterai lithium ferro phosphate (LFP) berkapasitas 4 kWh dan motor listrik bertenaga 4 kW dengan tenaga puncak 9 kW atau sekitar 12 HP. Motor ini juga memiliki torsi besar mencapai 251 Nm yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Dari hasil pengujian, Maka Cavalry menunjukkan performa yang cukup impresif untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota. Namun, ada beberapa aspek yang dinilai masih perlu penyempurnaan agar mampu bersaing lebih kuat di segmen motor listrik premium.
Performa Maka Cavalry Responsif, Top Speed Tembus 108 Km/Jam
Salah satu keunggulan utama Maka Cavalry terletak pada performanya. Motor ini menyediakan dua mode berkendara, yaitu High Torque (HT) dan High Regen (HR).
Mode HT menjadi pilihan yang paling disukai penguji karena memberikan respons akselerasi yang cepat dan ringan saat motor sudah bergerak. Meski tarikan awal terasa sedikit kalem, performanya meningkat signifikan ketika kecepatan mulai bertambah.
Dalam pengujian, kecepatan maksimum yang dicapai mencapai 108 km/jam, sedikit lebih tinggi dibanding klaim pabrikan sebesar 105 km/jam. Angka tersebut tergolong tinggi untuk motor listrik yang dirancang sebagai kendaraan perkotaan.
Akselerasinya juga dinilai kompetitif. Hasil pengujian menunjukkan performanya tidak terpaut jauh dari Honda PCX 160 RoadSync. Selisih waktu akselerasi hanya sekitar satu detik, sehingga masih mampu memberikan sensasi berkendara yang menyenangkan saat digunakan untuk menyalip atau melintasi tanjakan.
Sebaliknya, mode HR yang dirancang untuk efisiensi energi menghasilkan karakter berkendara yang jauh berbeda. Regenerative braking terasa sangat kuat sehingga motor seperti tertahan ketika pengendara menutup gas. Meski mampu menghemat energi, karakter ini dinilai kurang nyaman karena menimbulkan efek "ngayun" saat berkendara.
Jarak Tempuh Capai 121 Kilometer, Klaim 160 Kilometer Ada Syaratnya
Aspek lain yang menjadi keunggulan Maka Cavalry adalah daya jelajahnya. Dalam pengujian agresif menggunakan mode HT, motor ini mampu menempuh sekitar 91 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, ketika menggunakan mode HR yang lebih hemat energi, jarak tempuh meningkat hingga sekitar 121 kilometer. Angka tersebut cukup kompetitif dibanding sejumlah rival di kelas motor listrik perkotaan.
Pabrikan mengklaim Maka Cavalry mampu mencapai jarak tempuh hingga 160 kilometer. Namun, capaian tersebut hanya bisa diraih dengan kecepatan rata-rata sekitar 25 km/jam.
Artinya, klaim tersebut lebih cocok untuk penggunaan di lingkungan perumahan atau jalan lokal dengan kecepatan rendah. Untuk penggunaan normal sehari-hari, jarak tempuh realistis berada di kisaran 90 hingga 120 kilometer tergantung gaya berkendara.
Baca Juga: Cara Cek Penerima PIP Lewat HP, Cukup Masukkan NISN dan NIK di Situs Resmi
Untuk pengisian daya, baterai 4 kWh membutuhkan waktu sekitar delapan jam menggunakan charger standar 500 watt yang disertakan. Jika menggunakan fasilitas fast charging di dealer, pengisian daya selama 12 menit diklaim cukup untuk menambah jarak tempuh sekitar 20 kilometer.
Nyaman Dikendarai, Tetapi Fitur dan Finishing Masih Jadi Catatan
Kenyamanan menjadi salah satu nilai jual terbesar Maka Cavalry. Posisi duduknya disebut mengingatkan pada Honda ADV 160 dan Honda PCX 160. Tinggi jok 770 mm membuat pengendara dengan tinggi badan 173 cm masih bisa menapak dengan nyaman.
Karakter handling juga mendapat apresiasi positif. Motor terasa stabil saat bermanuver dan cukup percaya diri ketika diajak rebah di tikungan. Suspensi belakang yang memiliki lima tingkat pengaturan preload memberikan kenyamanan baik saat berkendara sendiri maupun berboncengan.
Baca Juga: PIP 2026 Cair hingga Rp1,8 Juta, Begini Cara Cek Penerima dan Jadwal Pencairannya
Dari sisi fitur, Maka Cavalry mengusung pendekatan yang cukup sederhana. Lampu seluruhnya sudah LED, tersedia panel instrumen digital, port USB, bagasi 20 liter, serta fitur mundur (reverse mode).
Namun, beberapa fitur modern seperti keyless, alarm, konektivitas smartphone, dan ABS belum tersedia. Hal ini diduga menjadi strategi pabrikan untuk menjaga harga tetap kompetitif sambil mempertahankan spesifikasi motor dan baterai yang besar.
Selain itu, penguji juga menemukan beberapa kekurangan pada kualitas finishing bodi. Celah antar panel plastik dinilai belum konsisten dan masih terlihat kurang rapi di beberapa bagian.
Baca Juga: Cara Cek PIP 2026 Lewat HP, Begini Langkah Mudah Mengetahui Status Penerima Bantuan Pendidikan
Meski demikian, komponen berbahan logam seperti pelek, lengan ayun, suspensi, dan beberapa detail lainnya mendapat penilaian positif karena terlihat kokoh dan memiliki kualitas pengerjaan yang baik.
Pada akhirnya, Maka Cavalry menawarkan kombinasi performa, kenyamanan, dan jarak tempuh yang menarik di kelasnya. Dengan harga Rp35,85 juta OTR Jakarta, motor listrik ini berpotensi menjadi salah satu pilihan terbaik bagi konsumen yang mengutamakan performa dan daya jelajah dibanding kelengkapan fitur premium.
Editor : Axsha Zazhika