JAKARTA - Maka Cavalry mendapat sorotan positif dari reviewer otomotif setelah diuji di jalan raya. Motor listrik buatan Indonesia ini dinilai menawarkan kenyamanan berkendara, handling yang ringan, serta desain modern yang tidak kalah dari motor bensin. Namun, di balik sejumlah kelebihannya, Maka Cavalry masih menyimpan satu kekurangan yang cukup mengganggu saat digunakan sehari-hari.
Dengan banderol Rp35,8 juta on the road Jakarta, Maka Cavalry hadir sebagai salah satu motor listrik lokal yang mencoba bersaing dengan merek-merek besar di pasar kendaraan roda dua nasional. Motor ini dibangun oleh anak-anak muda Indonesia dan menjadi tambahan pemain baru setelah hadirnya Gesits, Polytron, hingga Adora.
Dari sisi spesifikasi, Maka Cavalry dibekali motor listrik bertenaga 12 HP dengan torsi mencapai 251 Nm di roda. Angka tersebut tergolong besar untuk sebuah motor listrik perkotaan dan menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Desain Modern dan Spesifikasi Tidak Malu-Maluin
Secara tampilan, Maka Cavalry mengusung desain yang cukup familiar bagi pecinta skutik premium. Reviewer Motomobi menyebut motor ini memiliki perpaduan karakter yang mengingatkan pada Yamaha XMAX dan Honda ADV.
Lampu depan dan belakang sudah menggunakan teknologi LED penuh. Selain itu, motor ini dibekali windshield, panel instrumen digital, bagasi berkapasitas 20 liter, port USB-A dan USB-C, hingga fitur reverse atau mundur yang memudahkan saat parkir.
“Mungkin ini tidak membuat orang langsung menoleh, tetapi desainnya tidak malu-maluin dan terlihat seperti motor modern pada umumnya,” ujar reviewer dalam video tersebut.
Baca Juga: HP 2,5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Rekomendasi Smartphone Murah Paling Worth It untuk Gaming dan Harian
Motor ini menggunakan roda berukuran 14 inci dengan ban depan 110/80 dan ban belakang 130 mm. Suspensi depan teleskopik dipadukan dengan suspensi belakang ganda yang dapat diatur tingkat kekerasannya.
Sementara baterai ditempatkan di bagian tengah rangka sehingga distribusi bobot lebih seimbang. Pengisian daya juga dilengkapi indikator baterai eksternal yang menunjukkan persentase pengisian tanpa harus menyalakan panel instrumen.
Kenyamanan Jadi Nilai Jual Utama Maka Cavalry
Saat digunakan berkendara, Maka Cavalry mendapatkan banyak pujian dari sisi kenyamanan. Posisi duduk dinilai ergonomis dengan tinggi jok yang masih ramah bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 172 cm.
Karakter suspensinya bahkan disebut sebagai salah satu yang paling empuk di antara motor listrik yang saat ini beredar di Indonesia. Handling juga terasa ringan sehingga mudah digunakan untuk bermanuver di tengah kemacetan perkotaan.
“Shock breaker-nya tergolong empuk. Ini kayaknya mungkin yang paling empuk di jajaran motor listrik yang ada di Indonesia,” kata reviewer.
Motor ini memiliki dua mode berkendara, yakni High Torque dan High Regen. Mode High Torque memaksimalkan performa motor, sementara High Regen meningkatkan regenerative braking untuk membantu mengisi ulang energi baterai saat deselerasi.
Selain itu, panel instrumen digital menampilkan informasi lengkap seperti kecepatan, jarak tempuh tersisa, mode berkendara, odometer, trip meter, hingga temperatur motor listrik.
Baca Juga: HP Rp 3 Jutaan Terbaik 2026: 10 Rekomendasi Paling Worth It, Performa Kencang hingga Baterai Jumbo
Untuk pengisian daya cepat, Maka menyediakan charger khusus yang diklaim mampu menambah jarak tempuh sekitar 20 kilometer hanya dalam hitungan menit. Namun dengan charger standar, penambahan daya sekitar 10 kilometer membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.
Throttle Berat Jadi Catatan, Harga Juga Masih Dianggap Tinggi
Meski menawarkan banyak kelebihan, reviewer menemukan satu kekurangan yang paling terasa saat mengendarai Maka Cavalry, yakni karakter grip gas atau throttle yang dinilai terlalu berat.
Kondisi tersebut membuat pergelangan tangan lebih cepat lelah, terutama saat digunakan dalam perjalanan jauh atau ketika harus mempertahankan kecepatan secara konstan.
Selain itu, perpindahan tenaga saat membuka dan menutup gas juga menimbulkan efek yang disebut "endut-endutan", terutama ketika mode regenerative braking aktif.
“Motor ini enak banget, sayang pedal gasnya begini. Grip gasnya lumayan berat yang mengakibatkan pegal di pergelangan tangan,” ungkap reviewer.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah harga jualnya. Dengan banderol Rp35,8 juta OTR Jakarta, sebagian konsumen dinilai masih akan mempertimbangkan motor bensin konvensional yang memiliki harga serupa.
Meski begitu, secara keseluruhan Maka Cavalry tetap dianggap sebagai salah satu motor listrik lokal paling menarik saat ini. Performa yang cukup baik, kenyamanan berkendara, desain modern, serta identitas sebagai produk karya anak bangsa menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Di tengah semakin berkembangnya pasar kendaraan listrik nasional, Maka Cavalry menunjukkan bahwa produk buatan Indonesia mampu menghadirkan kualitas yang kompetitif dan layak diperhitungkan di kelasnya.
Editor : Axsha Zazhika