JAKARTA - Maka Cavalry kembali mencuri perhatian pecinta otomotif setelah mendapat ulasan positif dari sejumlah penguji jalan. Motor listrik buatan Indonesia ini dinilai menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman, performa bertenaga, serta desain yang lebih menarik dibanding banyak motor listrik lain di kelasnya. Namun, di balik keunggulannya, masih ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan calon konsumen.
Dalam ulasan yang dibagikan oleh kanal otomotif IWB, Maka Cavalry disebut sebagai salah satu motor listrik lokal dengan karakter berkendara paling natural. Desain sporty, suspensi empuk, dan performa yang stabil menjadi alasan utama motor ini mendapat banyak pujian.
Dengan harga sekitar Rp35 jutaan, Maka Cavalry juga hadir membawa spesifikasi yang cukup kompetitif untuk bersaing di pasar motor listrik Indonesia yang semakin ramai.
Desain Sporty dan Kualitas Berkendara Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu aspek yang langsung menarik perhatian dari Maka Cavalry adalah desainnya. Motor ini mengusung tampilan bergaya maxi scooter dengan garis bodi agresif yang memberikan kesan sporty.
Menurut pengulas, desain Maka Cavalry menjadi salah satu keunggulan dibanding banyak motor listrik lain yang sering dianggap kurang menarik secara visual.
“Dari mukanya, sampingnya sampai belakangnya sesuai dengan selera saya. Rasanya sport banget,” ujar pengulas dalam videonya.
Motor ini juga dibekali lampu LED penuh dengan karakter pencahayaan yang fokus dan terang. Beberapa detail seperti winglet pada bodi depan, pelek bergaya sporty, hingga kombinasi warna yang elegan semakin memperkuat kesan premium.
Baca Juga: 11 HP Xiaomi Terbaru 2026 yang Layak Dibeli, dari Redmi Murah hingga Xiaomi 17 Ultra Flagship
Di sektor kaki-kaki, Maka Cavalry menggunakan ban depan 110/80-14 dan ban belakang 130/70-14. Sistem pengereman sudah mengandalkan cakram depan dan belakang.
Sementara itu, suspensi menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat pujian. Meski memiliki karakter empuk, motor ini tetap stabil saat dipacu dalam kecepatan tinggi.
Performa Motor Listrik Lokal yang Mampu Menanjak 30 Derajat
Maka Cavalry dibekali tenaga yang diklaim mampu menghasilkan kecepatan puncak hingga 105 km/jam. Penguji menyebut akselerasi motor ini terasa halus namun tetap responsif ketika dibutuhkan.
Karakter pengiriman tenaganya juga dibuat lebih ramah bagi pengguna yang baru beralih dari motor bensin ke motor listrik.
Baca Juga: Tips Poco F7 agar Tidak Panas dan Baterai Lebih Awet, Pengguna Xiaomi Wajib Tahu Setting Rahasia Ini
“Gas awalnya tidak mengagetkan. Setelah itu baru tenaga mengalir kuat dan halus,” ungkap pengulas.
Kemampuan menanjak juga menjadi salah satu nilai jual utama. Berdasarkan klaim pabrikan, motor ini mampu melibas tanjakan dengan kemiringan hingga 30 derajat.
Saat diuji di jalan, Maka Cavalry menunjukkan performa yang cukup meyakinkan. Stabilitas rangka dan suspensinya membuat pengendara tetap percaya diri saat melaju dalam kecepatan tinggi maupun ketika harus bermanuver di jalan perkotaan.
Motor ini juga memiliki bobot sekitar 130 kilogram dengan distribusi berat yang dianggap baik. Hasilnya, motor tetap terasa seimbang tanpa gejala limbung saat digunakan harian.
Bagasi Besar dan Jarak Tempuh Jadi Nilai Tambah
Selain performa, Maka Cavalry menawarkan kepraktisan yang cukup menarik. Bagasi di bawah jok memiliki kapasitas sekitar 20 liter yang mampu menampung berbagai barang bawaan.
Pengulas bahkan menyebut kapasitas penyimpanannya termasuk salah satu yang terbesar di kelas motor listrik saat ini.
Untuk sumber tenaga, motor ini menggunakan baterai yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 160 kilometer dalam kondisi ideal. Pengisian daya dapat dilakukan menggunakan charger portabel yang sudah disediakan saat pembelian.
Maka juga memberikan garansi baterai, dinamo, dan komponen pengendali hingga tiga tahun atau 30.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Meski demikian, masih ada beberapa kekurangan yang disorot. Salah satunya adalah penggunaan anak kunci konvensional yang belum mengadopsi sistem smart key. Selain itu, motor ini juga belum memiliki cantolan barang di bagian depan yang sering dibutuhkan pengguna harian.
Pengulas juga menilai panel instrumen masih terlihat sederhana untuk motor di kelas harga Rp35 jutaan.
Meski begitu, kekurangan tersebut dinilai tidak mengurangi daya tarik utama Maka Cavalry sebagai motor listrik lokal dengan kenyamanan berkendara yang menonjol.
Pada akhirnya, kombinasi desain menarik, performa mumpuni, kemampuan menanjak hingga 30 derajat, serta suspensi yang nyaman membuat Maka Cavalry menjadi salah satu motor listrik Indonesia yang layak dipertimbangkan bagi konsumen yang ingin beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.
Editor : Axsha Zazhika