JAKARTA - BYD motor listrik semakin menunjukkan keseriusannya dalam menguasai pasar kendaraan listrik Asia Tenggara. Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut dikabarkan akan merambah segmen motor listrik melalui anak usahanya, Findreams, yang akan memproduksi baterai khusus kendaraan roda dua. Langkah ini berpotensi mengubah peta persaingan motor listrik di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.
Perkembangan BYD motor listrik menjadi perhatian karena perusahaan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu produsen baterai dan mobil listrik terbesar di dunia. Dengan pengalaman panjang di sektor kendaraan listrik, ekspansi ke pasar roda dua dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas dominasi bisnisnya.
Keputusan BYD mengembangkan baterai khusus motor listrik juga menunjukkan besarnya potensi pasar kendaraan roda dua listrik di Asia Tenggara. Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina menjadi negara yang dipandang memiliki pertumbuhan tercepat dalam adopsi kendaraan listrik.
Baca Juga: HP 2,5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Rekomendasi Smartphone Murah Paling Worth It untuk Gaming dan Harian
Findreams Siapkan Baterai Motor Listrik yang Aman dan Andal
Anak perusahaan baterai milik BYD, Findreams, mengumumkan rencana pengembangan baterai yang dirancang khusus untuk kendaraan roda dua listrik. Fokus utama perusahaan adalah menghadirkan baterai yang aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Findreams bukan pemain baru dalam industri ini. Pada Juli 2023, BYD menandatangani kerja sama dengan perusahaan motor listrik asal Singapura, Scorpio Electric, untuk memproduksi skuter listrik Scorpio X1.
Meski Scorpio X1 dirakit oleh BYD, kendaraan tersebut masih menggunakan baterai buatan Samsung. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya peluang integrasi teknologi baterai BYD ke produk-produk Scorpio di masa mendatang.
Sebelumnya, pada 2022, BYD juga bekerja sama dengan produsen motor listrik asal Spanyol, Nerva. Dalam kolaborasi tersebut, BYD memasok baterai lithium iron phosphate (LFP) untuk skuter listrik Nerva EXE.
Motor listrik tersebut dibekali baterai berkapasitas 5,76 kWh dan mampu mengisi daya dari 0 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 3,5 jam. Data tersebut menjadi bukti bahwa BYD telah memiliki pengalaman yang cukup matang dalam pengembangan teknologi baterai roda dua.
Gandeng Scorpio Electric untuk Kuasai Pasar ASEAN
Kerja sama antara BYD dan Scorpio Electric dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekspansi ke kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan laporan Nikkei Asia, Scorpio menargetkan beberapa pasar utama ASEAN seperti Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Negara-negara tersebut saat ini tengah mengalami peningkatan minat terhadap kendaraan listrik, baik roda empat maupun roda dua. Indonesia bahkan menjadi salah satu pasar yang paling agresif mendorong adopsi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan dan insentif pemerintah.
Scorpio Electric juga disebut sedang menjajaki penggunaan teknologi baterai BYD pada produk-produknya. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen karena BYD memiliki reputasi kuat dalam industri baterai kendaraan listrik global.
Untuk mendukung proses produksi dan pengawasan kualitas, Scorpio bahkan mendirikan kantor pusat operasional di Shenzhen, Tiongkok, kota yang juga menjadi markas besar BYD.
Langkah tersebut dianggap penting mengingat Singapura memiliki industri otomotif yang relatif kecil akibat tingginya biaya kepemilikan kendaraan dan sistem transportasi publik yang sudah sangat maju.
Indonesia Berpotensi Jadi Medan Persaingan Baru
Saat ini Scorpio X1 menjadi satu-satunya model yang hampir memasuki tahap produksi massal. Skuter listrik premium tersebut dibekali motor listrik bertenaga 10 kW dengan kecepatan maksimum mencapai 104 km/jam.
Namun, ambisi BYD dan Scorpio tidak berhenti di segmen premium. Kedua perusahaan disebut tengah menyiapkan model-model baru yang lebih terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas di ASEAN.
Baca Juga: Cara Cek Penerima PIP Lewat HP, Cukup Masukkan NISN dan NIK di Situs Resmi
Kondisi ini berpotensi membuat persaingan motor listrik di Indonesia semakin ketat. Sejumlah merek lokal maupun internasional saat ini telah lebih dulu bersaing memperebutkan pasar kendaraan listrik nasional yang terus berkembang.
Jika BYD berhasil menghadirkan baterai yang lebih efisien, aman, dan memiliki harga kompetitif, bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi salah satu pemain utama di industri motor listrik kawasan.
Dengan kekuatan teknologi baterai yang telah terbukti di industri mobil listrik, ekspansi BYD ke segmen roda dua menjadi sinyal bahwa pasar motor listrik ASEAN, termasuk Indonesia, akan memasuki babak persaingan baru dalam beberapa tahun mendatang.
Editor : Axsha Zazhika