JAKARTA - Teknologi Hybrid BYD DMI menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan pesat produsen otomotif asal Tiongkok tersebut di pasar global. Tidak hanya mengembangkan baterai kendaraan listrik, BYD juga memproduksi mesin hybrid, motor listrik, transmisi, hingga sistem penggerak secara mandiri melalui jaringan pabrik berteknologi tinggi yang tersebar di berbagai wilayah Tiongkok.
Keunggulan Teknologi Hybrid BYD DMI terletak pada integrasi antara mesin bensin, motor listrik, dan baterai dalam satu sistem yang dirancang untuk memberikan efisiensi tinggi sekaligus performa optimal. Strategi ini membuat BYD mampu meningkatkan produksi kendaraan energi baru secara agresif dan memperluas pasar ke berbagai negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan kendaraan hybrid BYD bahkan menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Pada 2025, perusahaan diklaim berhasil memproduksi dan menjual lebih dari 4,6 juta kendaraan energi baru yang mencakup mobil listrik dan hybrid.
Pabrik Raksasa Jadi Kunci Produksi Mesin Hybrid BYD
BYD memproduksi sebagian besar sistem hybrid dan powertrain melalui anak usaha mereka, FinDreams Powertrain. Perusahaan ini bertanggung jawab atas produksi mesin, motor listrik, transmisi, hingga sistem hybrid lengkap.
Beberapa fasilitas utama berada di Shenzhen, Zhengzhou, Xi'an, Changsha, dan Hefei. Pabrik-pabrik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lokasi perakitan kendaraan, tetapi juga pusat produksi komponen inti kendaraan hybrid.
Salah satu kekuatan terbesar BYD adalah konsep integrasi vertikal. Seluruh proses produksi dilakukan dalam ekosistem perusahaan sendiri, mulai dari pengolahan material, pembuatan blok mesin, produksi motor listrik, perakitan baterai Blade Battery, hingga pemasangan gearbox.
Baca Juga: HP 2,5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Rekomendasi Smartphone Murah Paling Worth It untuk Gaming dan Harian
Strategi ini membuat biaya produksi lebih terkendali sekaligus mempermudah pengawasan kualitas produk.
Data yang dipaparkan dalam video menyebutkan kapasitas produksi kendaraan BYD di Tiongkok telah mencapai lebih dari 5 hingga 6 juta unit per tahun. Bahkan beberapa fasilitas produksi mampu menghasilkan satu kendaraan baru setiap 30 hingga 60 detik.
“Sebagian lini produksi BYD memiliki tingkat otomatisasi hingga sekitar 97 persen,” ungkap narasi video tersebut.
Begini Cara Mesin Hybrid BYD Diproduksi
Proses produksi mesin hybrid BYD dimulai dari tahap pengecoran dan penempaan logam untuk membentuk blok mesin. Setelah itu, komponen memasuki tahap machining menggunakan mesin CNC berpresisi tinggi.
Komponen utama seperti piston, poros engkol, batang penghubung, camshaft, dan katup dirakit secara bertahap dengan bantuan robot dan tenaga manusia.
Salah satu komponen penting dalam sistem ini adalah mesin Xiaoyun 1,5 liter yang menjadi jantung teknologi hybrid BYD. Mesin tersebut diklaim memiliki efisiensi termal hingga 43 persen, angka yang tergolong tinggi dalam industri otomotif.
Setelah mesin selesai dirakit, proses dilanjutkan dengan pemasangan Electric Hybrid System (EHS) yang menggabungkan motor penggerak, generator, inverter, controller, dan gearbox dalam satu paket kompak.
Tahap berikutnya adalah integrasi dengan Blade Battery. Baterai tersebut dilengkapi Battery Management System (BMS) yang bertugas mengontrol suhu, pengisian daya, dan keamanan sistem.
Sebelum dipasang ke kendaraan, seluruh powertrain wajib melewati serangkaian pengujian. Mulai dari uji konsumsi bahan bakar, uji tenaga, pengujian ketahanan, pengujian getaran, hingga simulasi penggunaan di dunia nyata.
Teknologi Hybrid BYD DMI Jadi Senjata Utama Melawan Rival
Keunggulan utama Teknologi Hybrid BYD DMI adalah pendekatan yang berbeda dibandingkan sistem hybrid konvensional.
Pada sistem ini, motor listrik menjadi sumber tenaga utama saat kendaraan digunakan dalam kondisi normal. Mesin bensin baru aktif ketika baterai membutuhkan pengisian atau saat tenaga tambahan diperlukan.
Baca Juga: HP Rp3 Jutaan Terbaik 2026: Rekomendasi Paling Worth It untuk Gaming, Kamera, dan Baterai Jumbo
Dalam mode EV, kendaraan dapat melaju menggunakan tenaga listrik murni dengan jarak sekitar 80 hingga 100 kilometer tanpa menggunakan bahan bakar. Saat baterai mulai berkurang, mesin bensin bekerja sebagai generator untuk menghasilkan listrik.
Ketika pengemudi membutuhkan akselerasi tinggi, mesin dan motor listrik akan bekerja secara bersamaan melalui mode paralel.
BYD mengklaim konsumsi bahan bakar sistem ini berada di kisaran 4 hingga 5 liter per 100 kilometer. Selain itu, beberapa model terbaru bahkan disebut mampu menempuh jarak lebih dari 2.000 kilometer dalam kombinasi tangki bahan bakar penuh dan baterai terisi penuh.
Baca Juga: HP Rp 3 Jutaan Terbaik 2026: 10 Rekomendasi Paling Worth It, Performa Kencang hingga Baterai Jumbo
Dibandingkan sistem hybrid tradisional yang masih mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak utama, DMI menawarkan sensasi berkendara yang lebih menyerupai mobil listrik dengan torsi instan dan kabin yang lebih senyap.
Ke depan, BYD berencana memperluas produksi di Brasil, Asia Tenggara, Eropa, Hungaria, dan Turki. Perusahaan juga terus mengembangkan generasi terbaru DMI dengan efisiensi yang lebih tinggi, dukungan kecerdasan buatan untuk manajemen energi, serta target mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Dengan kombinasi produksi masif, integrasi vertikal, dan inovasi berkelanjutan, teknologi hybrid BYD DMI menjadi salah satu senjata utama perusahaan dalam menghadapi persaingan ketat melawan produsen otomotif global.
Editor : Axsha Zazhika