JAKARTA - Jay Idzes absen di FIFA Match Day Juni 2026 menjadi perhatian besar dalam persiapan Timnas Indonesia menghadapi Oman dan Mozambik. Pelatih Timnas Indonesia, John Heitinga, akhirnya buka suara mengenai kondisi sang kapten sekaligus mengungkap rencana besar skuad Garuda menuju Piala AFF 2026.
Kabar mengenai Jay Idzes absen di FIFA Match Day disampaikan langsung oleh Heitinga saat memberikan penjelasan kepada awak media usai sesi latihan internal Timnas Indonesia. Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi menjaga kondisi pemain yang saat ini masih menjalani pemulihan cedera.
Meski demikian, absennya bek andalan Indonesia itu disebut bukan karena cedera serius. Heitinga menegaskan bahwa kondisi Jay Idzes terus dipantau bersama tim medis dan klubnya sehingga peluang untuk kembali memperkuat Garuda dalam agenda berikutnya tetap terbuka.
Heitinga Pilih Lindungi Jay Idzes
Dalam keterangannya, Heitinga mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan Jay Idzes selama beberapa pekan terakhir. Diskusi juga melibatkan tim medis dan pihak klub untuk memastikan keputusan terbaik bagi pemain berusia 25 tahun tersebut.
Menurut pelatih asal Belanda itu, memaksakan pemain yang masih mengalami masalah fisik justru berisiko memperpanjang proses pemulihan. Karena itu, staf pelatih memilih memberikan waktu bagi sang kapten untuk fokus menyelesaikan pemulihannya.
Heitinga menyebut Jay Idzes sebagai sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi sepak bola Indonesia. Karena itu, ia merasa tim nasional juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi pemain agar bisa kembali tampil maksimal dalam jangka panjang.
"Kami harus melindunginya. Ini bukan cedera besar, dan itu kabar baik untuk Indonesia. Namun, pemain yang masih membawa masalah fisik harus diberi kesempatan untuk memperbaikinya," ujar Heitinga.
Latihan Internal Jadi Ajang Seleksi
Selain membahas kondisi Jay Idzes, Heitinga juga menjelaskan tujuan latihan internal yang digelar bersama pemain lokal dan sejumlah pemain diaspora.
Pelatih Timnas Indonesia itu mengaku memanfaatkan pemusatan latihan untuk menilai kualitas pemain yang berpotensi masuk skuad Piala AFF 2026 maupun FIFA Match Day. Beberapa pemain bahkan memiliki kesempatan merebut tempat dalam tim utama jika mampu menunjukkan performa terbaik selama latihan.
Menurut Heitinga, pekan ini menjadi fase penting untuk mengevaluasi kemampuan teknis, taktik, hingga kondisi fisik para pemain. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan komposisi skuad yang akan dibawa ke berbagai agenda internasional.
Matthew Baker Jadi Sorotan
Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus dari Heitinga adalah Matthew Baker. Bek muda yang pernah memperkuat Timnas Indonesia kelompok usia itu dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di level yang lebih tinggi.
Heitinga menjelaskan bahwa strategi percepatan karier pemain muda menjadi bagian penting dari program pengembangan tim nasional. Pemain berbakat perlu mendapatkan kesempatan tampil lebih cepat agar dapat berkembang dan menarik perhatian klub-klub elite dunia.
Ia bahkan mencontohkan pengalaman saat menangani pemain Kanada, Jonathan David, yang memperoleh kesempatan di usia muda hingga akhirnya sukses berkarier di Eropa.
Menurut Heitinga, Matthew Baker memiliki peluang mengikuti jejak serupa apabila terus menunjukkan perkembangan positif bersama Timnas Indonesia.
Dua Calon Naturalisasi Masuk Radar
Selain Matthew Baker, dua nama lain yang menjadi perhatian adalah Mitchell dan Luke. Keduanya saat ini masih berada dalam proses naturalisasi dan masuk dalam daftar pemain yang dipantau tim pelatih.
Heitinga mengungkapkan bahwa keduanya mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan karena jadwal kompetisi yang memungkinkan. Meski belum bisa dimainkan dalam pertandingan resmi, mereka tetap dilibatkan untuk membantu proses adaptasi dengan sistem permainan Timnas Indonesia.
Keberadaan Mitchell dan Luke juga memberi kesempatan bagi staf pelatih untuk menilai kualitas mereka secara langsung sebelum proses naturalisasi selesai.
AFF 2026 Jadi Target Utama
Dalam kesempatan yang sama, Heitinga menegaskan bahwa Timnas Indonesia sangat serius menghadapi Piala AFF 2026. Para pemain lokal yang mengikuti pemusatan latihan saat ini menjadi fondasi utama skuad Garuda.
Tim pelatih bahkan telah menyiapkan agenda pemusatan latihan selama 20 hari di Bali pada awal Juli mendatang. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kebugaran, kekuatan fisik, dan pemahaman taktik pemain sebelum turnamen dimulai.
Meski belum memasang target spesifik, Heitinga menegaskan filosofi yang dipegangnya adalah fokus memenangkan satu pertandingan demi satu pertandingan. Dengan pendekatan tersebut, ia yakin peluang Timnas Indonesia untuk melangkah jauh di AFF 2026 akan semakin terbuka.
Editor : Axsha Zazhika