BLITAR KAWENTAR - VinFast VF3 menjadi salah satu mobil listrik yang paling banyak diperbincangkan di Indonesia. Bentuknya yang mungil, harga terjangkau, serta statusnya sebagai kendaraan listrik termurah di kelasnya membuat mobil asal Vietnam ini menarik perhatian banyak konsumen.
Menariknya, jurnalis otomotif dan YouTuber Fitra Eri mengungkapkan alasan di balik keputusannya membeli VinFast VF3, meski sebelumnya mengaku bukan penggemar mobil tersebut. Dalam sebuah video di kanal YouTube pribadinya, Fitra membeberkan 10 alasan yang membuatnya akhirnya membawa pulang mobil listrik tersebut.
Menurut Fitra, faktor desain menjadi alasan pertama yang membuatnya tertarik. Ia menilai VinFast VF3 memiliki tampilan yang unik, imut, tetapi tetap terlihat gagah dan modern. Mobil ini juga dinilai memiliki karakter yang berbeda dibanding mobil listrik mungil lainnya yang beredar di pasaran.
Desain Unik dan Harga Terjangkau
Fitra mengungkapkan desain VF3 ternyata bukan hasil pengembangan internal semata. VinFast menggandeng perusahaan desain asal Australia bernama Gomotiv yang berisi para desainer berpengalaman dari berbagai pabrikan otomotif dunia.
Selain desain, harga menjadi faktor utama berikutnya. Saat peluncuran, VinFast VF3 ditawarkan dengan harga promosi sekitar Rp189 jutaan hingga Rp190 jutaan, atau di bawah Rp200 juta. Harga tersebut sudah termasuk baterai sehingga konsumen tidak perlu membayar biaya berlangganan baterai setiap bulan.
Menurut Fitra, kombinasi desain menarik dan harga murah membuat VF3 menjadi salah satu mobil listrik paling menggoda di pasar Indonesia saat ini.
Depresiasi Lebih Terjamin
Alasan lain yang membuatnya mantap membeli mobil ini adalah adanya program buyback guarantee dari VinFast. Program tersebut menjanjikan pembelian kembali kendaraan hingga 70 persen dari harga awal setelah tiga tahun penggunaan dengan syarat tertentu.
Skema ini dianggap mampu mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap depresiasi mobil listrik yang selama ini menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli kendaraan berbasis baterai.
Fitra menilai jaminan tersebut membuat nilai jual kembali mobil menjadi lebih terukur dibanding sebagian besar mobil listrik lainnya.
Posisi Mengemudi dan Fitur Hiburan
Meski setir VF3 tidak memiliki pengaturan tilt maupun telescopic, Fitra mengaku posisi mengemudinya ternyata cukup nyaman. Ia merasa visibilitas baik, posisi kaki pas, dan paha tetap mendapat penyangga yang memadai saat berkendara.
Selain itu, sistem hiburan juga menjadi nilai tambah. Head unit VF3 mampu terhubung ke internet melalui tethering ponsel dan memiliki browser bawaan. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa mengakses berbagai situs hingga menonton YouTube saat kendaraan dalam kondisi berhenti.
Menurutnya, fitur ini sangat berguna ketika sedang menunggu proses pengisian daya di SPKLU atau menunggu anggota keluarga.
Mudah Dikendarai dan Praktis untuk Perkotaan
Fitra juga menyoroti kemudahan pengoperasian mobil ini. Seluruh fitur dirancang sederhana sehingga cocok digunakan oleh pengemudi yang tidak ingin direpotkan dengan banyak pengaturan.
Setir yang ringan serta radius putar kecil membuat mobil mudah bermanuver di jalan sempit maupun area parkir terbatas. Dimensi kendaraan yang hanya sekitar 3,1 meter juga mempermudah pencarian tempat parkir di kawasan perkotaan.
Karena alasan itu, VF3 dinilai sangat cocok digunakan sebagai kendaraan harian, termasuk untuk pengemudi pemula maupun anggota keluarga.
Ground Clearance Tinggi dan Ban Besar
Keunggulan lain yang disorot adalah ground clearance yang mencapai sekitar 175 mm hingga 191 mm tergantung spesifikasi yang digunakan sebagai acuan.
Dengan jarak ke tanah yang tinggi, mobil lebih percaya diri melintasi jalan berlubang, polisi tidur, maupun permukaan jalan yang kurang rata.
VF3 juga menggunakan ban berdiameter cukup besar dengan profil tebal. Kombinasi tersebut dinilai mampu meningkatkan kenyamanan berkendara sekaligus memberikan kesan layaknya mobil berukuran lebih besar.
Garansi Panjang Jadi Nilai Tambah
Alasan terakhir yang membuat Fitra yakin membeli VinFast VF3 adalah garansi yang diberikan pabrikan. Baterai mendapat garansi hingga delapan tahun dengan kilometer tanpa batas, sementara kendaraan memperoleh garansi tujuh tahun atau 160.000 kilometer.
Menurutnya, garansi panjang tersebut memberikan rasa aman bagi konsumen yang masih memiliki keraguan terhadap ketahanan mobil listrik dalam jangka panjang.
Meski demikian, Fitra menegaskan pengalaman kepemilikan sebenarnya baru bisa dinilai setelah kendaraan digunakan dalam waktu yang lebih lama. Ia berjanji akan terus membagikan pengalaman penggunaan VinFast VF3, termasuk kelebihan maupun kekurangannya, kepada para pengikut kanal YouTube miliknya.
Editor : Gita Dwi Nuraini