BLITAR KAWENTAR - VinFast VF3 menjadi salah satu mobil listrik yang paling menarik perhatian di pasar otomotif Indonesia. Berbeda dengan mobil listrik mikro dua pintu lainnya yang mengusung desain imut dan futuristis, VinFast VF3 hadir dengan tampilan mengotak yang memberikan kesan tangguh layaknya SUV berukuran mini.
Mobil listrik asal Vietnam ini menjadi model paling kecil dalam jajaran produk VinFast yang dipasarkan di Indonesia. Meski dimensinya kompak, VinFast VF3 menawarkan karakter unik yang membuatnya berbeda dari para pesaing di segmen mobil listrik mikro.
Desain SUV Mini yang Mencuri Perhatian
Kesan pertama saat melihat VinFast VF3 adalah desainnya yang mengotak dan kokoh. Tampilan depan didominasi panel tertutup khas kendaraan listrik, dipadukan dengan aksen krom berbentuk huruf V yang menjadi identitas merek VinFast.
Dibandingkan mobil listrik mikro lain yang beredar di Indonesia, VF3 tampil lebih gagah berkat penggunaan velg 16 inci dan ground clearance mencapai 175 mm. Dimensi tersebut membuatnya terlihat seperti SUV sungguhan dalam versi yang lebih mungil.
Di bagian samping, mobil ini hanya memiliki dua pintu dengan kap depan yang relatif panjang. Pilar A yang tegak serta penggunaan overfender tebal semakin memperkuat karakter SUV yang ingin ditampilkan. Sementara bagian belakang tetap mempertahankan desain mengotak dengan lampu yang terintegrasi ke panel hitam mengilap.
Interior Sederhana, Tetapi Tidak Membosankan
Masuk ke dalam kabin, VinFast VF3 memang mengusung konsep sederhana sebagai model entry level. Material yang digunakan mayoritas berupa plastik keras tanpa lapisan kulit atau bahan premium.
Meski demikian, desain dashboard dibuat cukup menarik dengan kombinasi warna hitam, abu-abu, krem, serta berbagai lekukan yang membuat kabin tidak terasa monoton. Jok depan dan belakang juga menggunakan kombinasi warna yang memberikan kesan lebih modern.
Salah satu keunggulan yang langsung terasa adalah ruang kabin yang relatif lega untuk ukuran mobil mikro. Lebarnya bahkan disebut lebih mendekati mobil LCGC dibandingkan kompetitor di kelas yang sama.
Layar 10 Inci Jadi Pusat Kendali
VinFast VF3 mengandalkan layar sentuh 10 inci sebagai pusat informasi kendaraan. Menariknya, mobil ini tidak menggunakan panel instrumen konvensional. Informasi penting seperti kecepatan, sisa baterai, mode berkendara, hingga sensor parkir ditampilkan pada sisi layar utama.
Fitur hiburan yang tersedia meliputi Bluetooth, radio, USB, Android Auto, serta pembaruan perangkat lunak melalui sistem over-the-air. Pada versi terbaru, mobil ini juga telah mendukung Apple CarPlay.
Selain itu, pengguna dapat memantau beberapa fungsi kendaraan melalui aplikasi VinFast yang terhubung ke internet.
Performa Cukup untuk Mobilitas Perkotaan
Untuk urusan tenaga, VinFast VF3 dibekali motor listrik berkekuatan 40 hp dengan torsi 110 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui sistem transmisi direct drive.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan dalam video, mobil ini mampu berakselerasi dari 0-50 km/jam dalam waktu sekitar 4,9 detik. Sementara akselerasi 0-100 km/jam tercatat sekitar 17,6 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 104 km/jam.
Performa tersebut dinilai cukup memadai untuk kebutuhan mobilitas harian di kawasan perkotaan.
Baterai 18,6 kWh dan Jarak Tempuh 215 Km
VinFast VF3 menggunakan baterai berkapasitas 18,6 kWh berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP). Dalam kondisi penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 215 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC.
Menariknya, VF3 hanya mendukung pengisian daya DC melalui port CCS2. Untuk kebutuhan pengisian di rumah, VinFast menyediakan portable charger DC yang mampu mengisi daya hingga sekitar 3 kW.
Dengan charger bawaan tersebut, pengisian baterai dari kondisi kosong hingga penuh diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 7 jam.
Opsi Beli Baterai atau Langganan
Salah satu keunggulan yang ditawarkan VinFast adalah skema kepemilikan baterai yang fleksibel. Konsumen dapat memilih membeli mobil beserta baterainya atau menggunakan program langganan baterai.
Pada skema langganan, biaya sewa baterai disebut hanya sekitar Rp53 ribu per bulan. Keuntungan sistem ini adalah konsumen tidak perlu menanggung biaya penggantian baterai jika terjadi penurunan performa atau kerusakan di masa mendatang.
VinFast juga memberikan garansi kendaraan selama 7 tahun atau 160.000 kilometer. Sementara baterai mendapatkan garansi hingga 8 tahun, bahkan untuk program langganan baterai tersedia penggantian ketika kapasitas turun di bawah 70 persen.
Dengan desain unik, kabin yang cukup lega, serta biaya kepemilikan yang relatif terjangkau, VinFast VF3 berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang mencari mobil listrik mungil untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan.
Editor : Gita Dwi Nuraini