BLITAR KAWENTAR - VinFast VF3 tidak hanya menarik perhatian sebagai mobil listrik mungil bergaya SUV, tetapi juga mulai membentuk komunitas yang berkembang pesat di Indonesia. Hal itu terlihat dalam acara V Creator yang digelar VinFast Indonesia dan dihadiri puluhan pemilik VF3, kreator konten, serta influencer otomotif.
Acara tersebut menjadi ajang berkumpulnya para pemilik VinFast VF3 yang kini disebut telah memiliki lebih dari 100 anggota komunitas. Menariknya, sebagian besar kendaraan yang hadir telah mengalami personalisasi dan modifikasi, mulai dari ubahan ringan hingga konsep yang cukup ekstrem.
Fenomena ini menunjukkan bahwa VinFast VF3 mulai menemukan ceruk pasarnya sendiri, yakni konsumen yang menginginkan mobil listrik murah, unik, dan mudah dimodifikasi sesuai karakter pemiliknya.
V Creator Jadi Wadah Pemilik VinFast VF3
Dalam kegiatan tersebut, VinFast Indonesia memperkenalkan program baru bernama V Creator. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan dan berbagi pengalaman bagi para pemilik kendaraan yang ingin menjadi kreator konten.
Melalui program tersebut, para content creator otomotif berbagi pengalaman mengenai proses pembuatan konten, mulai dari konsep, pengambilan gambar, hingga cara membangun audiens di media sosial.
Tujuannya bukan sekadar memperkuat komunitas, tetapi juga memberikan ruang bagi para pemilik VinFast VF3 untuk menampilkan hasil modifikasi dan pengalaman mereka menggunakan kendaraan listrik tersebut kepada publik.
"Kalau mobilnya sudah dimodifikasi keren tapi hanya dinikmati sendiri, sayang. Bisa dibagikan ke masyarakat luas melalui konten," menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam sesi diskusi bersama peserta.
Alasan Pemilik Memilih VinFast VF3
Menariknya, alasan konsumen membeli VinFast VF3 ternyata cukup beragam. Dalam sesi wawancara dengan sejumlah pemilik, sebagian besar mengaku tertarik karena desain yang unik dan berbeda dari mobil listrik lain.
Seorang pemilik bernama Iwan yang bekerja di bidang teknologi informasi mengaku memilih VF3 karena bentuknya yang simpel dan sesuai dengan impiannya memiliki mobil dua pintu.
Sementara itu, seorang konsultan interior dan arsitek menyebut VF3 mudah dikendarai dan memiliki desain yang lucu. Ada pula pemilik yang bekerja di industri otomotif dan membeli mobil tersebut karena potensinya untuk dimodifikasi.
Alasan lain yang sering muncul adalah ukuran kendaraan yang kompak, mudah bermanuver di jalan perkotaan, serta harga yang relatif terjangkau dibanding kendaraan listrik lain di pasaran.
Mobil Baru di Bawah Rp200 Juta yang Mudah Dimodifikasi
Salah satu tema yang paling banyak dibahas dalam acara tersebut adalah potensi modifikasi VinFast VF3. Banyak peserta menilai mobil listrik asal Vietnam itu sebagai "kanvas kosong" yang mudah dikustomisasi.
Salah satu VF3 yang menjadi pusat perhatian tampil dengan konsep off-road ringan bergaya Jepang. Mobil tersebut mendapatkan ubahan warna khusus, atap hitam dua warna, roof rack, velg aftermarket ukuran 17 inci, hingga perubahan pada interior.
Bagian kabin juga mengalami modifikasi cukup serius. Pemilik mengganti warna plafon menjadi hitam, mengecat beberapa panel interior, serta memasang sistem audio premium menggunakan speaker JBL.
Tidak hanya itu, bangku belakang bahkan dilepas untuk menciptakan ruang bagasi yang lebih luas. Konsep tersebut dipilih karena kendaraan digunakan untuk menunjang aktivitas pekerjaan yang membutuhkan kapasitas angkut lebih besar.
Menurut pemiliknya, kesederhanaan desain VinFast VF3 menjadi alasan utama mengapa mobil ini begitu menarik untuk dimodifikasi.
"Mobil ini seperti blank canvas. Simpel dan sangat mudah dioprek sesuai selera," ungkapnya.
Komunitas Terus Berkembang
Antusiasme pemilik VinFast VF3 terlihat dari jumlah kendaraan yang hadir dalam acara tersebut. Lebih dari 20 unit VF3 berkumpul dengan berbagai konsep modifikasi yang berbeda-beda.
Mulai dari tema urban, JDM, overlanding, hingga gaya minimalis, seluruh kendaraan menunjukkan karakter unik masing-masing pemilik.
Setelah acara selesai, para peserta bahkan berencana melanjutkan perjalanan bersama menuju kawasan Sentul dalam kegiatan rolling thunder yang melibatkan puluhan kendaraan VF3.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa komunitas VinFast VF3 mulai berkembang menjadi salah satu komunitas mobil listrik yang aktif di Indonesia.
Dengan harga yang kompetitif, desain unik, serta potensi modifikasi yang luas, VinFast VF3 tidak hanya menjadi alat transportasi harian. Bagi banyak pemiliknya, mobil listrik mungil ini telah berubah menjadi media ekspresi yang mampu merepresentasikan gaya hidup dan kreativitas mereka.
Editor : Gita Dwi Nuraini