Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sony Xperia 5 di 2026 Masih Laku Diburu! Kamera Masih Tajam, Tapi Risiko “Garis Layar” Bikin Ngeri Pembeli HP Second

Gita Dwi Nuraini • Selasa, 2 Juni 2026 | 21:15 WIB
Sony Xperia 5 di 2026 masih diminati, tapi ada risiko garis layar meski kamera dan desainnya masih unggul.(Gemini AI)
Sony Xperia 5 di 2026 masih diminati, tapi ada risiko garis layar meski kamera dan desainnya masih unggul.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Sony Xperia 5 kembali menjadi sorotan di kalangan pengguna smartphone second pada tahun 2026. Meski tergolong ponsel flagship lama, Sony Xperia 5 masih diburu karena desain ringkas, performa yang cukup stabil, serta kualitas kamera yang dinilai masih kompetitif untuk kebutuhan harian maupun konten kreatif.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Dipakai 350 Km: Terungkap Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik Rp15 Jutaan yang Jadi Sorotan

Performa Snapdragon 855 Masih Mampu Bersaing

Dalam ulasan terbaru, Sony Xperia 5 disebut masih cukup layak digunakan berkat dukungan chipset Snapdragon 855. Performa ini dinilai masih memadai untuk aktivitas sehari-hari seperti media sosial, fotografi, hingga multitasking ringan. Meskipun bukan lagi kelas terbaru, respons sistem masih tergolong lancar untuk ukuran smartphone flagship generasi lama.

Penggunaan perangkat ini sebagai perangkat sekunder juga dianggap masih relevan. Banyak pengguna menilai bahwa performa Sony Xperia 5 tidak terlalu jauh tertinggal dibandingkan smartphone kelas menengah saat ini, terutama untuk penggunaan non-gaming berat.

Baca Juga: Polytron Fox 350 2026 Gegerkan Pasar Motor Listrik! Harga Rp15 Jutaan, Jarak Tempuh 130 Km, Fitur Cruise Control hingga Keyless Bikin Tak Masuk Akal!

Desain Compact Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu alasan utama Sony Xperia 5 masih diminati adalah desainnya yang compact. Dibandingkan smartphone modern yang cenderung besar, ponsel ini menawarkan ukuran lebih kecil dan nyaman digenggam.

Bentuk ramping ini membuat Sony Xperia 5 dianggap lebih ergonomis, terutama bagi pengguna yang tidak menyukai ponsel berukuran besar. Bahkan hingga tahun 2026, desainnya masih disebut sebagai salah satu yang paling nyaman di kelas flagship lama.

Selain itu, build quality khas Sony juga masih terasa solid, memberikan kesan premium meski perangkat ini sudah bukan generasi terbaru.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Dipakai 350 Km: Terungkap Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik Rp15 Jutaan yang Jadi Sorotan

Kamera Triple 12 MP Masih Jadi Andalan

Dari sisi kamera, Sony Xperia 5 masih memiliki daya tarik kuat. Ponsel ini dibekali sistem triple kamera 12 MP yang terdiri dari kamera utama, ultrawide, dan telefoto. Tidak seperti banyak smartphone modern yang mengandalkan gimmick AI, hasil foto dari perangkat ini dinilai lebih natural.

Warna yang dihasilkan cenderung realistis, tajam, dan minim manipulasi software. Hal ini membuat Sony Xperia 5 masih cocok digunakan untuk fotografi produk, street photography, hingga konten alam. Efek bokeh juga dinilai cukup baik untuk kelasnya.

Namun, meski unggul di siang hari, performa kamera mulai menurun saat kondisi minim cahaya. Noise terlihat cukup jelas dan detail gambar berkurang karena tidak adanya mode malam khusus pada perangkat ini.

Video dan Keterbatasan Stabilitas

Untuk perekaman video, Sony Xperia 5 mampu merekam hingga 4K 30 fps. Hasilnya tetap tajam dan natural, namun terdapat kelemahan pada stabilitas ketika digunakan sambil bergerak. Video cenderung goyang sehingga kurang optimal untuk kebutuhan vlog mobile tanpa stabilizer tambahan.

Autofokus kamera masih tergolong baik, namun kembali, stabilitas menjadi faktor utama yang membatasi kualitas keseluruhan saat perekaman berjalan.

Masalah “Garis Layar” Jadi Kekhawatiran

Di balik keunggulannya, Sony Xperia 5 memiliki masalah serius yang sering dikeluhkan pengguna, yaitu munculnya garis pada layar atau yang dikenal sebagai “garis kehidupan”. Masalah ini dilaporkan bisa muncul secara tiba-tiba, bahkan saat perangkat sedang digunakan atau diisi daya.

Dalam pasar smartphone second, harga Sony Xperia 5 kini berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp800 ribu. Namun, harga murah tersebut sering kali diiringi risiko kondisi layar yang sudah tidak prima. Banyak unit ditemukan mengalami kerusakan display, yang membuat pengalaman penggunaan terganggu, terutama saat menonton atau membuka media sosial.

Risiko Pembelian HP Bekas

Pengalaman pengguna menunjukkan bahwa membeli Sony Xperia 5 bekas bisa menjadi keputusan yang berisiko. Meski kamera dan desain masih menarik, potensi kerusakan layar menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada satu generasi, tetapi dilaporkan muncul pada beberapa varian Xperia 5. Hal tersebut membuat calon pembeli disarankan lebih berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli perangkat ini di pasar second.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Sony Xperia 5 #review Sony Xperia 5 #HP second 2026 #kamera Sony Xperia 5 #Snapdragon 855 Sony Xperia 5