BLITAR KAWENTAR – Upaya mengenalkan olahraga kriket kepada masyarakat terus dilakukan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Kriket Indonesia (PCI) Kabupaten Blitar. Selain menyiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat provinsi, tahun ini kriket juga akan diperkenalkan lebih luas melalui turnamen pelajar.
Pelatih tim kriket Kabupaten Blitar, Muhammad Yusri Yazid mengatakan, agenda terdekat yang tengah dipersiapkan adalah kemungkinan mengikuti Piala Wali Kota Surabaya pada Juni mendatang. Namun, hingga kini dia masih menunggu kepastian undangan dari panitia penyelenggara.
”Agenda yang paling dekat kemungkinan ada undangan Piala Wali Kota Surabaya bulan Juni ini. Kalau jadi, tentu akan kami ikuti untuk menambah pengalaman bertanding atlet,” ujar Yusri, sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, tim kriket Kabupaten Blitar juga mulai bersiap menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang diperkirakan berlangsung pada September mendatang. Menurut Yusri, ajang tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan atlet sekaligus meningkatkan daya saing tim kriket Kabupaten Blitar di tingkat regional.
Tak hanya fokus pada prestasi, PCI Kabupaten Blitar juga tengah menyusun program pembinaan usia dini. Salah satunya dengan menggelar Piala Bupati Blitar tingkat SMP se-Kabupaten Blitar. Turnamen tersebut direncanakan berlangsung pada September mendatang bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas). “Sudah kami konsep untuk Piala Bupati tingkat SMP se-Kabupaten Blitar. Rencananya digelar September dalam rangka Haornas,” katanya.
Yusri mengakui kriket masih tergolong olahraga baru di Kabupaten Blitar sehingga membutuhkan sosialisasi yang masif. Karena itu, dia memilih melakukan pengenalan secara langsung ke sekolah-sekolah. Metode door-to-door dinilai lebih efektif dibanding hanya memberikan sosialisasi kepada guru olahraga.
Baca Juga: Tepis Isu Ajudan Wakapolres Dianiaya, Berikut Klarifikasi Kapolres Blitar usai Viral di Medsos
Melalui berbagai agenda tersebut, PCI Kabupaten Blitar berharap minat pelajar terhadap olahraga kriket semakin meningkat sehingga dapat melahirkan atlet-atlet potensial untuk memperkuat daerah pada masa mendatang.
“Kami masih fokus pengenalan ke sekolah-sekolah. Kalau hanya sosialisasi ke guru, prosesnya biasanya lebih lama. Jadi, kami langsung mengenalkan kriket kepada siswa,” jelasnya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah