BLITAR KAWENTAR - Olahraga lari lintas alam atau trail run kini semakin digandrungi di wilayah Blitar Raya. Namun, berbeda dengan lari di aspal (road run), menaklukkan jalur pegunungan butuh persiapan ekstra agar hobi ini tidak berakhir dengan cedera.
Nur Azarine Putri Yasmin, pelari berbakat asal Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, berbagi rahasia suksesnya bagi para pemula. Atlet yang dijuluki "Ratu Trail Blitar" dari komunitas Patria Trail Runners ini menekankan bahwa kunci utama ada pada persiapan fisik yang matang.
"Langkah awal, rutinlah road running terlebih dahulu. Jika fisik dirasa sudah stabil, baru coba naik ke bukit atau gunung-gunung pendek dengan jarak yang tidak terlalu jauh," ujar peraih podium di Bali Ultra Trail 2024 dan Semarang Mountain Race 2025 ini.
Baca Juga: Buka Rekening Makin Fleksibel, BRImo Permudah Registrasi Nasabah di 15 Negara
Gadis yang akrab disapa Yasmin ini menjelaskan, medan trail run sangat kontras dengan jalan raya. Pelari akan menemui tanah, batu, lumpur, bahkan sungai. Oleh karena itu, kekuatan otot kaki menjadi harga mati. "Perkuat otot kaki, terutama bagian ankle. Fleksibilitas dan kekuatan ankle sangat diperlukan agar kaki tidak mudah terkilir saat melintasi medan yang tidak rata," tambahnya.
Tak hanya fisik, Yasmin mengingatkan pentingnya memahami "bahasa" di jalur lari. Istilah seperti elevation gain, uphill, downhill, hingga sistem lomba seperti Cut Off Time (COT) wajib dipahami. Penguasaan alat navigasi juga menjadi pembeda antara pelari yang aman dan yang berisiko tersesat.
"Wajib bisa baca GPX, baik dari smartphone atau smartwatch. Ini penting supaya tidak hilang arah atau nyasar di tengah hutan," tegasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Lingkungan Tempat Tinggal, Polisi Ajak Warga Blitar Aktif Ronda Malam
Urusan apparel pun tak luput dari perhatiannya. Yasmin sangat tidak menyarankan penggunaan sepatu lari biasa (road shoes) untuk medan gunung demi faktor keamanan. Penggunaan sepatu khusus trail akan memberikan traksi yang lebih baik sehingga tidak licin.
Terakhir, bagi mereka yang ingin menjajal ajang perlombaan (race), Yasmin menyarankan untuk memulai dari kategori jarak terpendek.
"Pelajari dulu tingkat kesulitan dan elevasinya. Jangan lupa selalu bawa P3K mandiri dan perbekalan yang cukup saat berlatih. Keamanan tetap yang utama," pungkasnya.(mg1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah