Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Polytron Fox R Setelah Dites Intensif, Motor Listrik Rp13 Jutaan Ini Punya Jarak Tempuh Jauh tapi Ada Kekurangan yang Bikin Kaget

Divka Vance Yandriana • Selasa, 9 Juni 2026 | 18:20 WIB
Review Polytron Fox R terbaru, motor listrik Rp13 jutaan dengan jarak tempuh 100 km lebih, tapi punya beberapa kekurangan menarik. (Screenshot Instagram)
Review Polytron Fox R terbaru, motor listrik Rp13 jutaan dengan jarak tempuh 100 km lebih, tapi punya beberapa kekurangan menarik. (Screenshot Instagram)

JAKARTA - Polytron Fox R menjadi salah satu motor listrik yang menarik perhatian pasar Indonesia berkat harganya yang relatif terjangkau dibanding kompetitor di kelas skuter listrik. Meski sudah cukup banyak beredar di jalanan, ulasan mendalam mengenai Polytron Fox R masih menjadi hal yang banyak dicari calon pembeli.

Dalam sebuah pengujian yang dilakukan tim Automotive TV, Polytron Fox R dibedah dari berbagai aspek mulai performa, jarak tempuh, fitur, hingga kualitas material. Hasilnya, motor listrik ini menawarkan sejumlah keunggulan yang sulit diabaikan, tetapi juga menyimpan beberapa catatan penting.

Dengan harga sekitar Rp13,5 jutaan untuk skema sewa baterai, Polytron Fox R menawarkan dimensi besar bergaya maxi scooter yang membuat tampilannya terlihat lebih premium dibanding banderolnya.

Baca Juga: Kisah di Balik Kedatangan Bojan Hodak ke Persib Bandung, Luis Milla Mundur Mendadak hingga Maung Bandung Bangkit ke Jalur Juara

Performa dan Kecepatan Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu keunggulan utama Polytron Fox R terletak pada performanya. Motor listrik ini dibekali dinamo 3.000 watt dengan dua mode berkendara, yakni Drive (D) dan Sport (S).

Pada mode D, kecepatan maksimal yang dapat diraih mencapai sekitar 64 km/jam. Sementara pada mode S, motor mampu melaju hingga 97 km/jam berdasarkan speedometer.

Untuk penggunaan harian di area perkotaan, performa tersebut dinilai sudah lebih dari cukup. Akselerasinya juga tergolong responsif dengan catatan waktu 0-60 km/jam sekitar 7,76 detik.

Baca Juga: ⁠Kasus Lepstospirosis Mengintai Warga Kota Blitar, Dinkes Ungkap Hasil Dua Sampel Tikus

Namun, penguji menemukan satu kekurangan yang cukup mengganggu, yakni adanya jeda tenaga setelah pengendara menutup gas lalu kembali membuka throttle. Efek ini membuat akselerasi terasa kurang natural terutama saat menghadapi tikungan atau kondisi lalu lintas padat.

Jarak Tempuh Tembus 100 Kilometer

Soal daya jelajah, Polytron Fox R mengandalkan baterai berkapasitas 3,7 kWh. Dalam pengujian nyata, motor ini mampu menempuh sekitar 101 kilometer dalam mode D dengan gaya berkendara yang cukup agresif.

Angka tersebut memang sedikit di bawah klaim pabrikan yang mencapai 130 kilometer, tetapi tetap tergolong impresif untuk kebutuhan komuter harian.

Baca Juga: Hibah Tak Jelas, Koalisi Cabor Kota Blitar Minta Kejelasan Anggaran ke Pemkot

Pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar lima jam menggunakan charger bawaan dengan konsumsi daya sekitar 840 watt.

Biaya operasionalnya juga menjadi salah satu daya tarik utama. Berdasarkan perhitungan penguji, biaya listrik yang dibutuhkan hanya sekitar Rp56 per kilometer, jauh lebih hemat dibanding motor bensin.

Posisi Duduk Jadi Sorotan

Meski menawarkan bodi besar ala maxi scooter, posisi berkendara Polytron Fox R justru menjadi salah satu aspek yang menuai kritik.

Jarak antara jok dan dek dinilai terlalu dekat sehingga posisi kaki terasa menekuk. Dalam perjalanan jauh, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa pegal pada paha, betis, hingga pinggang.

Penguji bahkan menyebut posisi duduknya terasa seperti sedang jongkok dalam waktu lama. Beberapa pengguna diketahui menyiasati kondisi tersebut dengan memasang pijakan kaki tambahan agar posisi kaki lebih rileks.

Di sisi lain, setang yang lebar dan posisi tangan yang natural membuat motor ini tetap nyaman dikendalikan saat bermanuver di jalan perkotaan.

Fitur Lengkap, Tapi Masih Ada Kekurangan

Untuk fitur, Polytron Fox R sudah dibekali lampu LED, USB charging port, mode mundur (reverse), hazard, bagasi yang cukup luas, serta indikator baterai digital.

Sayangnya, panel instrumen masih tergolong sederhana. Informasi yang ditampilkan terbatas dan trip meter akan kembali nol setiap motor dimatikan.

Suspensi depan juga menjadi perhatian karena terasa keras saat melewati jalan bergelombang akibat karakter travel suspensi yang relatif pendek.

Selain itu, beberapa detail finishing bodi dinilai belum sepenuhnya rapi. Sambungan panel plastik masih terlihat kurang presisi di beberapa bagian.

Sistem Sewa Baterai Jadi Pertimbangan

Polytron Fox R menggunakan sistem sewa baterai dengan biaya sekitar Rp200 ribu per bulan. Skema ini membuat harga pembelian motor menjadi lebih murah.

Bagi pengguna yang setiap hari memakai motor untuk bekerja, ojek online, atau kurir, sistem tersebut dianggap cukup menguntungkan karena baterai mendapatkan garansi selama masa sewa.

Namun, bagi pemilik yang hanya menggunakan motor sesekali, biaya bulanan tersebut bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

Secara keseluruhan, Polytron Fox R menawarkan kombinasi harga terjangkau, performa kencang, dan jarak tempuh yang jauh. Meski masih memiliki beberapa kekurangan pada posisi berkendara dan respons tenaga, motor listrik ini tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Polytron Fox R #motor listrik 13 jutaan #motor listrik