JAKARTA - Polytron Fox 350 kembali menjadi sorotan setelah dilakukan pengujian jarak tempuh secara langsung dalam penggunaan sehari-hari. Motor listrik besutan Polytron tersebut diuji untuk mengetahui kemampuan baterai sebenarnya dalam kondisi nyata di jalan raya.
Pengujian Polytron Fox 350 dilakukan dengan kondisi baterai penuh 100 persen dan menggunakan mode D secara konsisten tanpa beralih ke mode Sport. Pengendara yang melakukan tes memiliki bobot sekitar 100 kilogram dengan gaya berkendara normal, tidak terlalu hemat namun juga tidak dipacu secara berlebihan.
Hasilnya, Polytron Fox 350 mampu menunjukkan efisiensi yang cukup mengejutkan. Bahkan saat odometer sudah menembus angka 100 kilometer, kapasitas baterai yang tersisa masih berada di bawah 10 persen dengan estimasi jarak tempuh tambahan yang masih tersedia.
Pengujian Dimulai dengan Mode D
Sejak awal perjalanan, motor listrik ini hanya menggunakan mode D yang memiliki batas kecepatan sekitar 60 km/jam. Kecepatan rata-rata selama pengujian berada di kisaran 40 hingga 60 km/jam.
Pada jarak tempuh 10 kilometer, indikator baterai menunjukkan angka 91 persen. Menariknya, penguji mencatat bahwa pengisian daya hingga benar-benar penuh dengan indikator charger berwarna hijau membuat penurunan baterai lebih lambat dibandingkan ketika pengisian dihentikan saat lampu charger masih merah.
Hal tersebut membuat kapasitas baterai 100 persen bertahan lebih lama sebelum mulai mengalami penurunan.
Setelah 40 Kilometer, Baterai Masih Tersisa 63 Persen
Memasuki jarak tempuh 40 kilometer, sisa baterai masih berada di angka 63 persen. Penggunaan motor dilakukan dalam kondisi lalu lintas yang bervariasi, termasuk beberapa kali mendahului kendaraan lain.
Meski demikian, konsumsi daya masih tergolong efisien. Selama perjalanan tersebut, posisi berkendara menjadi salah satu aspek yang mendapatkan apresiasi.
Posisi kaki yang lega membuat pengendara tetap nyaman meskipun sudah menempuh puluhan kilometer. Namun, busa jok dinilai masih kurang tebal sehingga mulai terasa kurang nyaman bagi pengendara dengan bobot tubuh yang cukup besar.
Menembus 70 Kilometer dengan Baterai 37 Persen
Ketika odometer menunjukkan angka 70 kilometer, kapasitas baterai masih berada di angka 37 persen. Pada fase ini, kecepatan motor cenderung stabil di sekitar 60 km/jam.
Penguji mengaku cukup terkesan dengan efisiensi baterai yang dimiliki Polytron Fox 350. Penurunan daya berlangsung secara perlahan meskipun motor terus melaju dengan kecepatan konstan.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa motor listrik ini mampu mempertahankan efisiensi energi dalam penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.
Sistem Berubah Otomatis Saat Baterai Menyentuh 22 Persen
Saat sisa daya mencapai 22 persen, panel instrumen mengalami perubahan tampilan secara otomatis. Mode D berkedip dan layar langsung menampilkan estimasi jarak tempuh yang masih tersisa sekitar 30 kilometer.
Pada kondisi tersebut, mode S atau Sport sudah tidak dapat digunakan. Sistem secara otomatis mengunci motor pada mode D untuk menjaga efisiensi energi hingga baterai mendekati habis.
Fitur tersebut membantu pengguna agar dapat memaksimalkan sisa daya yang tersedia.
Tembus 100 Kilometer dan Masih Menyisakan Daya
Pengujian berlanjut hingga baterai menyentuh angka 10 persen. Saat itu, jarak tempuh yang berhasil dicapai sudah mencapai sekitar 99 kilometer dengan estimasi sisa perjalanan 14 kilometer.
Akhir pengujian mencatat odometer berada di angka 100,5 kilometer dengan kapasitas baterai tersisa 9 persen. Sistem masih memperlihatkan estimasi jarak tambahan sekitar 12 kilometer.
Dengan hasil tersebut, total potensi jarak tempuh motor listrik ini diperkirakan dapat melampaui 110 kilometer dalam kondisi penggunaan normal.
Pengisian Hingga Lampu Hijau Membuat Baterai Lebih Awet
Penguji juga menemukan bahwa pengisian baterai hingga indikator charger berubah menjadi hijau memberikan hasil yang lebih optimal.
Dalam kondisi tersebut, setelah menempuh sekitar 5,9 kilometer, kapasitas baterai baru turun dari 100 persen menjadi 99 persen. Sementara setelah menempuh 10 kilometer, indikator baterai masih menunjukkan angka 95 persen.
Dengan bobot pengendara sekitar 100 kilogram dan penggunaan mode D secara penuh, Polytron Fox 350 menunjukkan kemampuan yang cukup impresif. Hasil pengujian ini menjadi bukti bahwa motor listrik tersebut mampu menawarkan efisiensi yang kompetitif untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika