Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Como 1907 Lolos Liga Champions untuk Pertama Kalinya, Klub Milik Hartono Bersaudara dari Indonesia Singkirkan AC Milan dan Juventus

Axsha Zazhika • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:20 WIB
Como 1907 Lolos Liga Champions untuk Pertama Kalinya, Klub Milik Hartono Bersaudara dari Indonesia Singkirkan AC Milan dan Juventus (Pinterest)
Como 1907 Lolos Liga Champions untuk Pertama Kalinya, Klub Milik Hartono Bersaudara dari Indonesia Singkirkan AC Milan dan Juventus (Pinterest)

 

JAKARTA - Como 1907 menjadi salah satu cerita paling mengejutkan di sepak bola Eropa musim 2025-2026. Klub milik Hartono Bersaudara asal Indonesia itu berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 1907.

Keberhasilan Como 1907 lolos Liga Champions menjadi perhatian besar di Italia. Pasalnya, tujuh tahun lalu klub tersebut masih bermain di Serie D atau kasta keempat Liga Italia. Kini, mereka justru berhasil finis di empat besar Serie A dan mengamankan tiket menuju kompetisi paling bergengsi di Eropa.

Pencapaian Como 1907 semakin spesial karena mereka mampu mengungguli klub-klub besar seperti AC Milan dan Juventus yang justru gagal mendapatkan tempat di Liga Champions musim depan.

Baca Juga: Tes Jarak Tempuh Polytron Fox 350 Bikin Kaget, Motor Listrik Ini Tembus 100 Km dan Masih Sisa Baterai, Seberapa Jauh Kemampuan Sebenarnya?

Dari Klub Nyaris Bangkrut Menjadi Kekuatan Baru Italia

Como 1907 sempat mengalami masa sulit akibat masalah finansial. Namun pada 2019, klub tersebut diambil alih oleh Hartono Bersaudara melalui Djarum Group.

Dengan visi jangka panjang, proyek kebangkitan Como mulai dijalankan secara bertahap. Pada tahun yang sama mereka promosi dari Serie D ke Serie C. Dua tahun berselang, Como naik ke Serie B dan pada 2024 kembali ke Serie A setelah absen selama 21 tahun.

Musim 2025-2026 menjadi titik puncaknya. Como sukses finis di posisi empat besar Serie A dan memastikan tiket Liga Champions.

Baca Juga: Review Polytron Fox 350: Motor Listrik Rp15 Jutaan Ini Disebut Lebih Nyaman dari Fox Air, Benarkah Bisa Bikin Pengguna Motor Bensin Beralih?

Menurut sejumlah media Italia dan CBS Sports, Como kini dianggap sebagai salah satu proyek sepak bola paling menarik di Eropa.

Tidak Hanya Fokus pada Sepak Bola

Kesuksesan Como 1907 ternyata tidak hanya dibangun melalui perekrutan pemain. Presiden klub, Mirwan Suwarso, mengembangkan konsep yang memadukan sepak bola, pariwisata, gaya hidup, hingga bisnis dalam satu ekosistem.

Klub yang berbasis di kawasan Danau Como itu juga mengembangkan lini retail, media, komunitas, serta teknologi dan data analytics untuk menunjang perkembangan tim.

Baca Juga: Review Polytron Fox 350 Setelah 350 Km Pemakaian, Motor Listrik Rp13 Jutaan Ini Punya Banyak Kelebihan, Tapi Ada Kekurangan yang Mulai Terasa

Pendekatan tersebut membuahkan hasil positif. Berdasarkan laporan Forbes, pendapatan retail Como meningkat drastis dalam dua tahun terakhir, dari sekitar 38 ribu dolar AS menjadi 3,7 juta dolar AS.

Identitas Danau Como sebagai destinasi wisata mewah dunia juga dimanfaatkan sebagai bagian dari branding klub.

Sentuhan Cesc Fabregas Mengubah Wajah Como

Perubahan besar Como semakin terlihat sejak kedatangan Cesc Fabregas. Mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu awalnya bergabung sebagai pemain sebelum akhirnya dipercaya menjadi pelatih.

Di bawah arahannya, Como tampil impresif sepanjang musim 2025-2026. Mereka meraih 20 kemenangan, 11 hasil imbang, dan hanya tujuh kekalahan.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Motor Listrik Rp15 Jutaan dengan Cruise Control dan Hill Start Assist yang Bikin Fox Air Terlihat Ketinggalan

Setelah memastikan lolos ke Liga Champions, Fabregas memberikan pidato emosional kepada para pemainnya dan menyebut skuad Como sebagai kelompok terbaik yang pernah ia latih.

Gaya permainan berbasis penguasaan bola dan pressing agresif yang diterapkan Fabregas juga mendapat banyak pujian dari pengamat sepak bola Eropa.

Nico Paz Jadi Simbol Kebangkitan

Salah satu sosok penting dalam perjalanan Como adalah Nico Paz. Gelandang muda asal Argentina milik Real Madrid itu tampil luar biasa sepanjang musim.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Bukan Sekadar Penerus Fox Air! Punya Cruise Control, Hill Start Assist, dan Posisi Kaki Lebih Nyaman

Media Italia menyebut Nico Paz berkontribusi besar lewat gol dan assist sehingga dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A. Namanya bahkan masuk radar Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026.

Saat para pendukung meminta dirinya bertahan, Nico Paz memberikan jawaban yang membuat suporter Como bersemangat.

"Ini baru permulaan. Bersiaplah," ucapnya dari atas bus parade perayaan.

Tantangan di Liga Champions

Meski berhasil mencetak sejarah, Como masih menghadapi sejumlah tantangan. Stadion Giuseppe Sinigaglia saat ini sedang menjalani renovasi agar memenuhi standar UEFA.

Baca Juga: Omo X Resmi Meluncur, Motor Listrik Futuristik dengan Jarak Tempuh 210 Km dan Fitur Autonomous Canggih Siap Mengaspal di Indonesia

Selain itu, mereka juga perlu memperkuat kedalaman skuad demi menghadapi padatnya jadwal Liga Champions dengan format baru.

Namun dengan dukungan finansial yang kuat, proyek Cesc Fabregas, serta visi jangka panjang dari Hartono Bersaudara, Como 1907 diprediksi bisa menjadi giant killer baru di Eropa.

Dari klub kecil di tepi Danau Como yang nyaris bangkrut hingga kini tampil di Liga Champions, perjalanan Como 1907 menjadi salah satu kisah paling luar biasa dalam sepak bola modern.

Editor : Axsha Zazhika
#Como 1907 Lolos Liga Champions #cesc fabregas #Nico Paz #serie a italia #Hartono bersaudara