BLITAR KAWENTAR- Samsung kembali memperkuat segmen menengah-premium dengan menghadirkan Samsung Galaxy S25 FE, yang disebut sebagai “flagship terjangkau” paling seimbang di awal 2026. Ponsel ini hadir sebagai solusi bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman flagship tanpa harus membayar harga penuh seri S Ultra.
Posisi Samsung Galaxy S25 FE berada di antara Galaxy A series dan S series reguler. Secara konsep, perangkat ini menyasar pengguna yang merasa A series kurang premium, tetapi S series terlalu mahal untuk dijangkau. Karena itu, S25 FE menjadi pilihan “jalan tengah” yang cukup populer di pasar.
Desain Premium dengan Sentuhan Flagship
Dari sisi desain, Samsung Galaxy S25 FE membawa tampilan yang lebih elegan dibanding A series. Bezel layar dibuat lebih tipis, hanya sekitar 1,47 mm di sisi atas dan samping, meski bagian bawah masih sedikit lebih tebal.
Layarnya menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan hingga 1900 nits. Perlindungan layar sudah memakai Corning Gorilla Glass Victus Plus, memberikan kesan premium yang kuat.
Material bodi juga tidak main-main. Frame menggunakan Enhanced Armor Aluminium, sementara bagian belakang memakai kaca Victus Plus. Bobotnya lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, hanya sekitar 190 gram, dengan ketebalan 7,4 mm.
Performa dan AI Jadi Andalan
Dari sektor dapur pacu, Samsung Galaxy S25 FE menggunakan chipset Exynos 2400 yang sebelumnya dipakai di seri flagship generasi sebelumnya. Skor AnTuTu mencapai sekitar 1,5 juta poin, menandakan performa tinggi untuk kelasnya.
Namun, performa ini masih berada di bawah Snapdragon 8 Elite yang digunakan pada S series terbaru. RAM tersedia hingga 8 GB dengan penyimpanan 128 GB dan 256 GB tanpa slot microSD, sehingga manajemen memori menjadi perhatian penting.
Keunggulan utama S25 FE justru ada di software. Perangkat ini menjalankan One UI 8 berbasis Android 16 dengan dukungan fitur AI lengkap seperti penghapusan objek, reframing otomatis, hingga audio eraser untuk menghilangkan noise pada video. Samsung juga menjanjikan dukungan update hingga 7 tahun.
Baca Juga: Daihatsu Xenia Bekas Kian Diburu, Simak Kelebihan yang Membuatnya Tetap Laris di Pasaran
Kamera dan Fitur Harian
Pada sektor kamera, Samsung Galaxy S25 FE membawa konfigurasi yang identik dengan generasi sebelumnya. Kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan telephoto 8 MP dengan zoom optik 3x. Kamera depan ditingkatkan menjadi 12 MP untuk hasil selfie yang lebih baik.
Meski bukan peningkatan besar, kualitas kamera tetap berada di level flagship menengah dan masih unggul dibanding seri A. Hasil foto dan video juga stabil, terutama untuk kebutuhan media sosial dan konten harian.
Fitur lainnya mencakup IP68, wireless charging, USB 3.1, serta fast charging 45W. Transfer data juga lebih cepat dibanding banyak kompetitor di kelas harga yang sama.
Harga dan Posisi Pasar
Samsung memasarkan Galaxy S25 FE di kisaran harga mulai Rp9 jutaan untuk varian 8/128 GB dan sekitar Rp10,9 jutaan untuk varian 8/256 GB. Namun, harga ini masih dianggap “mengambang” karena adanya promo pre-order dan potongan harga di beberapa periode.
Di pasar, posisi S25 FE cukup unik. Jika dibandingkan dengan Galaxy S25 reguler, FE lebih menarik untuk pengguna yang menginginkan layar besar. Namun jika dibandingkan dengan S25 Plus, selisih harga membuat banyak orang mempertimbangkan untuk langsung naik ke model yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Kehadiran Samsung Galaxy S25 FE mempertegas strategi Samsung dalam menjembatani kebutuhan pengguna yang ingin flagship tanpa harga flagship penuh. Meski tidak membawa lonjakan besar di sektor kamera dan performa, kombinasi desain premium, layar berkualitas, dan fitur AI membuatnya tetap menarik di kelasnya.
Pada akhirnya, S25 FE bukan soal yang paling kuat, tetapi soal keseimbangan—sebuah “flagship rasa hemat” yang menyasar pengguna yang ingin naik kelas tanpa harus langsung lompat ke harga belasan juta.
Baca Juga: Mitsubishi Xpander Bekas Masih Jadi Incaran, Ternyata Ini Rahasia MPV Favorit yang Sulit Tergeser
Editor : Cholifatun Nisak