Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Psikolog Blitar Bicara Tentang Dampak Fenomena Hustle Culture di Kalangan Pekerja Gen Z

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:10 WIB
Psikolog Blitar, Elma Prastika Maharani.
Psikolog Blitar, Elma Prastika Maharani.

 

BLITAR KAWENTAR - Tren gila kerja atau hustle culture yang menuntut produktivitas tanpa batas kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental masyarakat urban, termasuk di Blitar.

Budaya yang memaksa seseorang terus bergerak ini dinilai rentan memicu kelelahan fisik dan mental ekstrem atau burnout.

Menurut Psikolog Blitar, Elma Prastika Maharani, fenomena ini kerap menjebak individu atau pekerja ambisius dan workaholic. Mereka cenderung mengukur nilai diri hanya dari pencapaian hingga muncul rasa bersalah saat beristirahat.

Baca Juga: Fenomena Hustle Culture di Kalangan Gen Z Blitar: Peluang untuk Berkembang, tapi Sadar Akan Kesehatan

Secara psikologis, ini masuk kategori toxic positivity. Sesuatu yang dilakukan memang positif, tapi jika berlebihan akan merugikan diri sendiri karena mengorbankan kesehatan dan hubungan sosial.

Meski memiliki sisi positif seperti mendorong disiplin dan etos kerja yang kuat, hustle culture tidak direkomendasikan untuk jangka panjang.

Alih-alih mengejar kesuksesan finansial, gengsi, atau jenjang karier secara ugal-ugalan, Elma sangat menyarankan masyarakat untuk mulai beralih menerapkan prinsip work-life balance.

Baca Juga: Skuad Persib Bandung Terbaru 2026 Resmi Jadi Sorotan, Ini Daftar Perubahan Pemain, Strategi Baru, dan Target Besar Maung Bandung

Keseimbangan antara pekerjaan, karier, dan pemulihan diri sendiri harus dijaga. Kuncinya adalah mulai menanamkan prinsip "cukup" dalam kehidupan sehari-hari agar tidak terjebak dalam ambisi yang semu.

Intinya, tidak semua hal harus sempurna, tidak semua kesempatan harus diambil, dan tidak semua target harus dicapai secepat mungkin. Prioritaskan kesehatan.(jar/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Hustle Culture #blitar #pekerja muda #FENOMENA #psikolog