BLITAR KAWENTAR- Infinix Smart 20 mulai mencuri perhatian di pasar smartphone entry-level Indonesia pada awal 2026. Di tengah persaingan ketat ponsel harga Rp1 jutaan, perangkat ini hadir dengan desain premium, layar refresh rate 120Hz, serta kemampuan perekaman video hingga resolusi 2K yang jarang ditemukan di kelasnya.
Kehadiran Infinix Smart 20 menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan smartphone murah tanpa harus terlihat murahan. Tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan tampilan ponsel entry-level yang terkesan biasa saja meski memiliki spesifikasi cukup baik. Namun, Infinix mencoba menawarkan pendekatan berbeda melalui desain yang lebih modern dan elegan.
Smartphone ini tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Shadow Black, Cloudline Blue, Polaris Titanium, dan Sunlight Orange. Untuk harga, varian RAM 4GB dengan penyimpanan 64GB dibanderol sekitar Rp1,3 jutaan, sedangkan versi 4GB/128GB dijual sekitar Rp1,4 jutaan.
Baca Juga: Psikolog Blitar Bicara Tentang Dampak Fenomena Hustle Culture di Kalangan Pekerja Gen Z
Desain Premium Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu daya tarik terbesar Infinix Smart 20 adalah desainnya. Bodinya memiliki ketebalan hanya 7,7 mm dengan finishing matte pada bagian belakang yang membuatnya tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari.
Kesan premium semakin terasa karena perangkat ini tetap nyaman digunakan tanpa tambahan casing. Infinix juga masih menyediakan paket penjualan yang cukup lengkap, mulai dari softcase senada dengan warna perangkat, kabel USB Type-C, adaptor pengisian daya, hingga kartu perdana.
Dari sisi konektivitas, pengguna akan menemukan port USB Type-C, jack audio 3,5 mm, sensor sidik jari yang menyatu dengan tombol daya, serta triple slot untuk dua kartu SIM dan kartu microSD.
Layar 120Hz di Kelas Rp1 Jutaan
Infinix Smart 20 dibekali layar IPS berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate hingga 120Hz. Spesifikasi ini tergolong menarik mengingat mayoritas smartphone di rentang harga yang sama masih menggunakan refresh rate standar.
Pengalaman scrolling media sosial terasa lebih mulus, sementara aktivitas menonton video dan bermain game juga tetap nyaman. Infinix bahkan mempertahankan desain punch-hole pada layar, sesuatu yang mulai jarang ditemukan pada smartphone entry-level karena banyak produsen kembali menggunakan desain waterdrop.
Perangkat ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan cipratan air. Fitur Wet and Greasy Touch turut disematkan sehingga layar tetap responsif saat digunakan dengan tangan basah.
Meski demikian, tingkat kecerahan layar masih menjadi salah satu kompromi. Saat digunakan di bawah sinar matahari langsung, visibilitas layar tidak sebaik smartphone kelas menengah.
Performa Cukup untuk Gaming dan Aktivitas Harian
Untuk sektor performa, Infinix Smart 20 mengandalkan chipset MediaTek Helio G81 Ultimate. Berdasarkan hasil pengujian benchmark AnTuTu v11, perangkat ini mampu mencatat skor sekitar 366 ribu poin.
Angka tersebut sudah cukup untuk menunjang kebutuhan harian seperti media sosial, komunikasi, navigasi, hingga aplikasi transportasi online. Saat digunakan memainkan Mobile Legends, perangkat mampu menghasilkan rata-rata frame rate sekitar 53 fps meski sesekali terjadi penurunan performa.
Sementara itu, pada PUBG Mobile dengan pengaturan grafis Smooth Ultra, pengalaman bermain tergolong cukup lancar dengan rata-rata 39 fps. Kekurangan yang masih terasa terdapat pada fitur giroskop yang mengalami sedikit keterlambatan respons.
Baterai Awet dan Kamera di Atas Ekspektasi
Infinix Smart 20 membawa baterai berkapasitas 5.200 mAh. Dalam pengujian penggunaan, bermain Mobile Legends selama satu jam hanya mengurangi daya sekitar 14 persen. Sedangkan aktivitas streaming YouTube selama satu jam mengonsumsi sekitar 7 persen baterai.
Sayangnya, pengisian daya masih belum didukung teknologi fast charging sehingga waktu pengisian baterai relatif lebih lama.
Di sektor fotografi, Infinix menyematkan kamera utama 8 MP dan kamera depan 8 MP. Meski spesifikasinya sederhana, hasil foto yang dihasilkan dinilai cukup baik untuk kelas harga Rp1 jutaan.
Rentang dinamis terlihat cukup luas, reproduksi warna tidak berlebihan, dan mode potret mampu menghasilkan efek bokeh yang cukup rapi. Bahkan perangkat ini mendukung perekaman video hingga resolusi 2K 30 fps baik menggunakan kamera depan maupun belakang.
Meski belum dilengkapi fitur stabilisasi seperti OIS atau EIS, kualitas video yang dihasilkan masih memadai untuk kebutuhan dokumentasi dan media sosial.
Dengan kombinasi desain premium, layar 120Hz, sertifikasi IP64, performa yang memadai, serta kemampuan kamera yang cukup kompetitif, Infinix Smart 20 layak masuk daftar rekomendasi smartphone Rp1 jutaan terbaik pada 2026.
Editor : Cholifatun Nisak