BLITAR KAWENTAR- Infinix Zero Ultra menjadi salah satu smartphone yang paling banyak mencuri perhatian saat pertama kali hadir di Indonesia. Bukan tanpa alasan, perangkat ini membawa sederet spesifikasi yang terdengar sangat ambisius untuk kelas harga Rp6 jutaan, mulai dari kamera 200 MP hingga teknologi fast charging 180 watt yang saat itu tergolong ekstrem.
Kehadiran Infinix Zero Ultra bahkan memecahkan rekor harga tertinggi yang pernah dipasarkan Infinix di Indonesia. Dengan banderol sekitar Rp6,5 juta, smartphone ini mencoba menawarkan pengalaman premium yang selama ini identik dengan merek-merek papan atas.
Dari sisi desain, Infinix Zero Ultra langsung memberikan kesan flagship. Layar lengkung di kedua sisi, bezel yang tipis dan simetris, serta desain belakang yang elegan membuat tampilannya jauh berbeda dibanding lini Infinix sebelumnya. Sekilas, perangkat ini bahkan mengingatkan pada smartphone premium seperti Vivo X80, OPPO Find X5 Pro, hingga Xiaomi 12.
Desain Premium yang Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan terbesar Infinix Zero Ultra terletak pada desainnya. Meski frame masih menggunakan material plastik, lengkungan bodi dan layar berhasil menghadirkan sensasi genggaman yang terasa mewah.
Bagian belakang perangkat tampil menawan dengan warna putih mengilap yang memantulkan cahaya secara elegan. Infinix juga menyematkan motif khusus yang disebut sebagai "garis Karman", meski interpretasinya bisa berbeda-beda bagi setiap pengguna.
Modul kamera berukuran besar dengan desain kotak tegas semakin memperkuat identitas premium smartphone ini. Selain itu, perangkat sudah dibekali speaker stereo, NFC, sensor gyro fisik, serta memori internal 256 GB yang cukup lega untuk kebutuhan mayoritas pengguna.
Baca Juga: Psikolog Blitar Bicara Tentang Dampak Fenomena Hustle Culture di Kalangan Pekerja Gen Z
Layar AMOLED 120 Hz yang Memanjakan Mata
Di sektor layar, Infinix Zero Ultra mengandalkan panel AMOLED beresolusi Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz. Layarnya juga mendukung tingkat kecerahan hingga 900 nits dan sudah menggunakan sensor sidik jari di dalam layar.
Secara visual, kualitas panel yang digunakan tergolong sangat baik. Warna terlihat hidup, kontras tinggi, dan pengalaman penggunaan terasa premium berkat desain layar melengkung.
Namun, terdapat catatan penting pada optimalisasi refresh rate. Dalam beberapa kondisi, layar tidak selalu berjalan pada 120 Hz secara konsisten. Saat membuka aplikasi tertentu atau melakukan scrolling di beberapa menu, refresh rate terkadang turun ke 60 Hz meski pengaturan sudah dipaksa ke mode 120 Hz.
Hal ini menunjukkan bahwa perangkat keras yang mumpuni belum sepenuhnya diimbangi dengan optimalisasi perangkat lunak yang matang.
Performa Cukup Kencang untuk Mayoritas Pengguna
Di balik tampilannya yang premium, Infinix Zero Ultra ditenagai chipset MediaTek Dimensity 920 yang dipadukan dengan RAM 8 GB.
Meski spesifikasinya tidak semewah sektor lain, performa yang ditawarkan masih tergolong memadai. Aktivitas harian seperti media sosial, chatting, streaming, hingga multitasking dapat dijalankan dengan lancar.
Untuk gaming, smartphone ini juga mampu memberikan pengalaman yang cukup baik. Mobile Legends dapat dimainkan pada pengaturan grafis tertinggi dengan frame rate stabil di kisaran 60 fps. PUBG Mobile berjalan mulus pada mode Smooth Extreme, sementara Genshin Impact mampu menghasilkan rata-rata sekitar 43 fps pada pengaturan medium.
Fast Charging 180 Watt Jadi Bintang Utama
Fitur yang paling banyak menarik perhatian adalah teknologi Thunder Charge 180 Watt.
Kecepatan pengisian dayanya benar-benar impresif. Dalam kondisi mode pengisian tercepat aktif, baterai dapat terisi hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar empat menit. Sementara untuk mencapai 100 persen, pengguna hanya membutuhkan waktu sekitar 14 menit.
Meski suhu perangkat meningkat saat proses pengisian berlangsung, kenaikannya masih tergolong wajar dan dapat dikendalikan dengan baik oleh sistem pendingin yang tersedia.
Sementara itu, kapasitas baterai 4.500 mAh mampu bertahan seharian untuk penggunaan normal, meski tidak tergolong istimewa dibanding sejumlah pesaing yang menawarkan kapasitas lebih besar.
Baca Juga: Psikolog Blitar Bicara Tentang Dampak Fenomena Hustle Culture di Kalangan Pekerja Gen Z
Kamera 200 MP, Gimmick atau Benar-Benar Berguna?
Sektor kamera menjadi daya tarik lain dari Infinix Zero Ultra. Smartphone ini mengusung kamera utama 200 MP yang dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS), didampingi kamera ultrawide 13 MP dan sensor depth.
Dalam penggunaan sehari-hari, hasil foto tergolong memuaskan. Warna terlihat cerah, detail cukup baik, dan performa malam hari juga mampu menghasilkan gambar yang terang dengan reproduksi warna yang masih terjaga.
Namun, keunggulan resolusi 200 MP baru terasa ketika pengguna mengaktifkan mode khusus 200 MP. Foto yang dihasilkan memang jauh lebih detail saat diperbesar, tetapi ukuran file juga melonjak drastis hingga lebih dari 50 MB per foto.
Karena itu, fitur ini lebih cocok digunakan pada kondisi tertentu dibanding menjadi mode pemotretan utama sehari-hari.
Masalah Software Jadi PR Terbesar
Secara keseluruhan, Infinix Zero Ultra berhasil menghadirkan kombinasi desain premium, kamera berkualitas, dan teknologi pengisian daya super cepat yang jarang ditemukan di kelas harganya.
Namun, optimalisasi software masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Beberapa bug ringan, inkonsistensi refresh rate, hingga pengalaman antarmuka yang belum sepenuhnya matang membuat potensi perangkat kerasnya belum dimaksimalkan sepenuhnya.
Meski demikian, bagi pengguna yang sudah percaya dengan ekosistem Infinix, Zero Ultra tetap menjadi salah satu smartphone paling menarik yang pernah dirilis perusahaan tersebut.
Editor : Cholifatun Nisak