BLITAR KAWENTAR - Infinix Hot 60 Pro hadir sebagai salah satu smartphone paling menarik di kelas harga Rp 2 jutaan.
Perangkat ini menawarkan desain super tipis 6,6 mm, bobot ringan 170 gram, layar AMOLED 144 Hz, hingga chipset Helio G200 yang cukup bertenaga untuk penggunaan harian dan gaming.
Namun di balik sederet kelebihannya, Infinix Hot 60 Pro ternyata masih menyisakan sejumlah catatan yang perlu diperhatikan calon pembeli sebelum memutuskan untuk meminangnya.
Infinix sendiri memosisikan Hot 60 Pro sebagai varian tengah dalam keluarga Hot 60 Series.
Smartphone ini dibanderol mulai Rp 2,1 jutaan hingga Rp 2,3 jutaan tergantung kapasitas penyimpanan yang dipilih.
Desain Jadi Nilai Jual Utama
Sulit membantah bahwa daya tarik terbesar Infinix Hot 60 Pro ada pada desainnya. Ketebalan 6,6 mm membuatnya terasa sangat nyaman digenggam dalam waktu lama. Bobot 170 gram juga membuat tangan tidak cepat lelah saat digunakan beraktivitas sehari-hari.
Meski menggunakan material polikarbonat, kualitas rakitan terasa solid. Smartphone ini juga sudah memiliki sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air ringan.
Kelengkapan penjualan juga masih tergolong baik karena pengguna mendapatkan charger 45 watt, kabel USB-C, casing transparan, hingga pelindung layar yang sudah terpasang sejak awal.
Layar AMOLED Cerah, Refresh Rate Masih Jadi Pertanyaan
Infinix Hot 60 Pro menggunakan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K dengan dukungan refresh rate hingga 144 Hz. Di atas kertas spesifikasi ini terlihat sangat menarik untuk harga Rp 2 jutaan.
Namun dalam pengujian sehari-hari, refresh rate 144 Hz belum mudah ditemukan penggunaannya. Pada sebagian besar skenario, layar hanya berjalan pada rentang 60 Hz hingga 120 Hz.
Meski demikian, kualitas panel tetap menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini. Tingkat kecerahan tinggi membuat tampilan tetap jelas di bawah sinar matahari, sementara bezel yang tipis memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.
Performa Kencang, Tapi Baterai Belum Istimewa
Untuk urusan performa, chipset Helio G200 terbukti cukup mampu menjalankan berbagai aplikasi dan game populer. Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire dapat dimainkan dengan lancar pada pengaturan yang tersedia.
Genshin Impact memang masih bisa dimainkan, namun frame rate berada di kisaran 33 hingga 43 fps. Penggunaan kipas tambahan membantu menjaga kestabilan performa saat bermain dalam durasi panjang.
Sementara itu, baterai 5.160 mAh menghasilkan daya tahan yang tergolong standar untuk kelasnya. Pengisian daya dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 11 menit, angka yang masih kalah cepat dibanding beberapa pesaing terbaru.
Kamera dan AI Jadi Senjata Tambahan
Infinix Hot 60 Pro membawa kamera utama 50 MP dan kamera selfie 13 MP. Hasil foto dinilai cukup tajam dengan warna yang menarik untuk kebutuhan media sosial maupun dokumentasi sehari-hari.
Kemampuan video juga cukup lengkap karena mendukung perekaman hingga 2K 30 fps serta 1080p 60 fps di kamera depan maupun belakang.
Meski begitu, stabilisasi video terbaik masih terbatas pada resolusi 1080p 30 fps. Pada resolusi yang lebih tinggi, pengguna disarankan menggunakan tripod agar hasil rekaman lebih stabil.
Fitur AI menjadi kelebihan lain yang ditawarkan. Mulai dari penerjemah panggilan secara real-time, ringkasan percakapan otomatis, Gemini AI, hingga berbagai fitur produktivitas yang semakin memperkaya pengalaman pengguna.
Secara keseluruhan, Infinix Hot 60 Pro merupakan pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain tipis, bobot ringan, layar AMOLED, dan fitur lengkap. Namun calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan beberapa kekurangan seperti refresh rate 144 Hz yang belum optimal, pengisian daya yang belum terlalu cepat, serta beberapa keterbatasan pada fitur kamera. Dengan harga mulai Rp 2,1 jutaan, perangkat ini tetap menjadi salah satu penantang kuat di segmen smartphone terjangkau tahun ini.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan