BLITAR KAWENTAR - Persaingan smartphone Rp 2 jutaan kembali memanas setelah kehadiran Infinix Hot 60 Pro Plus.
Perangkat terbaru dari Infinix ini tidak hanya menawarkan spesifikasi kompetitif, tetapi juga membawa desain ultra tipis yang jarang ditemukan di kelas harga terjangkau.
Infinix Hot 60 Pro Plus langsung menjadi bahan perbincangan karena ketebalannya yang hanya 5,95 mm.
Angka tersebut membuatnya tampil berbeda dibanding mayoritas pesaing di segmen yang sama, termasuk beberapa produk dari TECNO maupun Infinix sendiri.
Menariknya, Infinix Hot 60 Pro Plus tidak sekadar menjual desain. Smartphone ini tetap dibekali spesifikasi yang mampu bersaing dengan berbagai perangkat populer di rentang harga Rp 2 hingga Rp 3 jutaan.
Unggul di Desain Tanpa Mengorbankan Spek
Selama ini, smartphone tipis sering dikaitkan dengan kompromi pada kapasitas baterai atau performa. Namun Infinix mencoba mematahkan anggapan tersebut.
Perangkat ini membawa baterai 5.160 mAh, chipset MediaTek Helio G200, RAM 8 GB, serta penyimpanan internal hingga 256 GB. Dengan kombinasi tersebut, pengguna tetap mendapatkan pengalaman yang setara dengan banyak smartphone lain yang memiliki bodi lebih tebal.
Bobotnya juga hanya sekitar 154 gram sehingga terasa ringan saat digunakan dalam waktu lama.
Layar dan Fitur Premium di Kelas Harga Terjangkau
Keunggulan lain Infinix Hot 60 Pro Plus terletak pada layarnya. Smartphone ini menggunakan panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144 Hz yang memberikan pengalaman visual lebih mulus.
Perlindungan Gorilla Glass 7i, sertifikasi IP64, NFC, fingerprint in-display, serta speaker stereo JBL menjadi nilai tambah yang cukup jarang ditemukan secara bersamaan pada perangkat Rp 2 jutaan.
Tak hanya itu, Infinix juga membekali perangkat ini dengan berbagai fitur kecerdasan buatan seperti AI Gallery, AI Call Assistant, Gemini AI, hingga Circle to Search.
Performa Gaming Masih Layak
Berdasarkan pengujian, chipset Helio G200 menghasilkan skor AnTuTu sekitar 460 ribu poin. Angka tersebut menunjukkan performa yang cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi harian maupun game populer.
Untuk Mobile Legends, perangkat masih mampu menjalankan permainan dengan frame rate yang stabil. Sementara untuk game berat seperti Genshin Impact, pengguna tetap perlu menyesuaikan pengaturan grafis agar pengalaman bermain tetap nyaman.
Yang menarik, suhu perangkat saat bermain game tergolong terkendali dan tidak mudah panas meskipun bodinya sangat tipis.
Kamera Jadi Nilai Tambah
Infinix menyematkan sensor Sony IMX882 50 MP sebagai kamera utama. Hasil foto menunjukkan kualitas yang cukup mengesankan untuk kelas harga Rp 2 jutaan.
Foto siang hari memiliki dynamic range luas, sementara hasil malam tetap mampu mempertahankan detail dan warna dengan baik. Kemampuan perekaman video hingga 2K juga menjadi kelebihan tersendiri.
Meski tidak dilengkapi kamera ultrawide, kualitas kamera utamanya sudah cukup memenuhi kebutuhan fotografi harian maupun konten media sosial.
Kesimpulan
Di tengah persaingan ketat smartphone murah, Infinix Hot 60 Pro Plus tampil sebagai paket yang sangat lengkap. Desain ultra tipis, layar premium, baterai besar, fitur AI modern, dan kamera berkualitas menjadi kombinasi yang sulit diabaikan.
Dengan harga sekitar Rp 2,5 jutaan, Infinix Hot 60 Pro Plus berpotensi menjadi salah satu smartphone paling menarik dan paling kompetitif di segmen menengah tahun ini.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan