Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemilik Polytron Fox Air Ungkap Biaya Perawatan Setahun, Tempuh 17.000 Km Cuma Keluar Rp3,4 Juta, Benarkah Lebih Hemat dari Motor Bensin?

Gita Dwi Nuraini • Jumat, 12 Juni 2026 | 19:12 WIB
Biaya perawatan Polytron Fox Air selama setahun terungkap. Tempuh 17.000 km, total pengeluaran hanya sekitar Rp3,4 juta.(Gemini AI)
Biaya perawatan Polytron Fox Air selama setahun terungkap. Tempuh 17.000 km, total pengeluaran hanya sekitar Rp3,4 juta.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR – Biaya operasional motor listrik masih menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat sebelum memutuskan beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin. Seorang pengguna Polytron Fox Air membagikan pengalaman penggunaan motornya selama satu tahun dengan jarak tempuh mencapai lebih dari 17.000 kilometer.

Dalam pengalamannya, pemilik Polytron Fox Air tersebut mengungkap total biaya yang dikeluarkan selama setahun penggunaan, mulai dari perawatan, konsumsi listrik, hingga biaya sewa baterai. Hasilnya cukup menarik karena total pengeluaran disebut jauh lebih rendah dibanding motor konvensional dengan jarak tempuh serupa.

Berdasarkan odometer yang ditampilkan, motor listrik tersebut telah menempuh jarak sekitar 17.042 kilometer dalam kurun waktu satu tahun. Selama periode itu, pemilik mengaku tidak pernah melakukan servis mesin sebagaimana motor bensin pada umumnya.

Menurutnya, salah satu keuntungan utama menggunakan motor listrik adalah minimnya kebutuhan perawatan rutin. Pengguna tidak perlu mengganti oli mesin, membersihkan karburator, atau melakukan servis berkala yang lazim dilakukan pada motor berbahan bakar bensin.

Baca Juga: Sengketa Tanah Keluarga Selesai Berkat Program PTSL: Mengubah Konflik Warisan Menjadi Kepastian Hukum dan Kedamaian Saudara

Tidak Pernah Servis Mesin Selama Setahun

Selama satu tahun penggunaan, motor listrik Polytron Fox Air disebut masih beroperasi normal tanpa kendala pada motor penggerak atau BLDC. Pemilik mengaku belum pernah membawa kendaraannya ke bengkel untuk melakukan servis mesin.

Hal ini berbeda dengan motor bensin yang umumnya membutuhkan penggantian oli secara berkala setiap beberapa ribu kilometer. Jika dihitung untuk jarak lebih dari 17.000 kilometer, motor bensin biasanya membutuhkan beberapa kali penggantian oli yang tentunya menambah biaya perawatan.

Menurut pengakuannya, biaya perawatan terbesar justru berasal dari komponen yang memang mengalami keausan akibat pemakaian, seperti ban dan kampas rem.

Baca Juga: Ingin Sertifikat Tanah Gratis? Simak Syarat dan Manfaat Program PTSL, Solusi Jitu Cegah Sengketa Lahan bagi Masyarakat!

Ban dan Kampas Rem Jadi Pengeluaran Utama

Setelah menempuh jarak lebih dari 17.000 kilometer, ban belakang Polytron Fox Air akhirnya harus diganti karena kondisi tapak yang sudah menipis.

Biaya penggantian ban belakang tersebut mencapai sekitar Rp400 ribu. Sementara untuk ban depan masih menggunakan komponen bawaan meski kondisinya mulai menunjukkan tanda-tanda keausan.

Selain ban, pengguna juga mengganti kampas rem dengan biaya sekitar Rp35 ribu. Biaya lainnya berasal dari pajak kendaraan tahunan yang hanya sekitar Rp35 ribu.

Jika dijumlahkan, total biaya perawatan kendaraan selama satu tahun hanya mencapai sekitar Rp470 ribu.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Pegawai Kantor Pertanahan: Menghadapi Emosi Masyarakat hingga Raih Prestasi Nasional di Tengah Padatnya Layanan Pertanahan

Biaya Listrik Hanya Rp550 Ribu Setahun

Selain biaya perawatan, pengguna juga menghitung kebutuhan listrik untuk mengisi daya baterai motor.

Menurut perhitungannya, dalam satu minggu motor biasanya diisi daya sebanyak dua kali. Dengan asumsi biaya pengisian sekitar Rp5 ribu per sekali pengisian, maka dalam satu tahun biaya listrik yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp550 ribu.

Angka tersebut dinilai cukup rendah mengingat kendaraan digunakan untuk menempuh jarak lebih dari 17 ribu kilometer selama setahun.

Sewa Baterai Jadi Komponen Terbesar

Meski biaya listrik dan perawatan tergolong murah, pengguna mengingatkan bahwa Polytron Fox Air masih menggunakan skema sewa baterai.

Biaya sewa baterai sebesar Rp200 ribu per bulan menjadi pengeluaran terbesar selama masa kepemilikan kendaraan. Dalam satu tahun, total biaya yang harus dibayarkan untuk sewa baterai mencapai Rp2,4 juta.

Jika seluruh pengeluaran dijumlahkan, mulai dari biaya perawatan Rp470 ribu, biaya listrik Rp550 ribu, serta sewa baterai Rp2,4 juta, maka total biaya operasional selama satu tahun mencapai sekitar Rp3,42 juta.

Dengan total pengeluaran tersebut, pengguna menilai motor listrik Polytron Fox Air masih menawarkan efisiensi yang menarik dibandingkan motor bensin, terutama karena minim perawatan dan biaya energi yang lebih rendah.

Meski demikian, keputusan beralih ke motor listrik tetap bergantung pada kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing pengguna. Namun pengalaman ini menunjukkan bahwa biaya operasional motor listrik dapat menjadi salah satu alasan kuat untuk mempertimbangkan kendaraan ramah lingkungan sebagai sarana mobilitas harian.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#motor listrik Indonesia #Polytron Fox Air #motor listrik Polytron #Sewa baterai Polytron #Biaya Perawatan Polytron Fox Air