BLITAR KAWENTAR - Honda Brio bekas masih menjadi salah satu city car paling diburu di pasar mobil bekas Indonesia. Selain dikenal irit bahan bakar dan mudah perawatannya, harga jual kembali Honda Brio juga tergolong stabil sehingga banyak diminati berbagai kalangan.
Salah satu unit Honda Brio bekas yang menarik perhatian datang dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Mobil Honda Brio tipe S tahun 2019 transmisi manual ini ditawarkan dengan harga Rp128 juta setelah negosiasi dari harga pembukaan Rp130 juta.
Kondisi kendaraan yang masih terawat serta kelengkapan dokumen yang disebut masih lengkap menjadi nilai tambah bagi calon pembeli yang sedang mencari city car bekas berkualitas.
Honda Brio 2019 Tipe S dengan Pajak Panjang
Pemilik kendaraan menjelaskan bahwa Honda Brio tersebut merupakan unit tahun 2019 dengan pelat nomor wilayah Bandung. Pajak kendaraan juga baru diperpanjang sehingga masa berlaku pajaknya masih panjang selama satu tahun ke depan.
Selain itu, masa berlaku pelat nomor kendaraan disebut masih aktif hingga tahun 2029 sehingga pembeli tidak perlu memikirkan biaya penggantian pelat dalam waktu dekat.
Faktor administrasi yang lengkap seperti ini sering menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli mobil bekas karena dapat mengurangi biaya tambahan setelah transaksi.
Cat Masih Orisinal dan Mesin Standar Pabrik
Dari sisi eksterior, kondisi cat kendaraan diklaim masih orisinal pabrik. Hanya terdapat sedikit lecet ringan pada bagian bumper yang dianggap wajar untuk mobil dengan usia pemakaian beberapa tahun.
Ban kendaraan juga disebut masih memiliki ketebalan sekitar 70 persen sehingga masih layak digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan luar kota. Ban serep dan perlengkapan standar seperti dongkrak serta kunci roda juga masih tersedia lengkap.
Sementara itu, bagian mesin masih dalam kondisi standar pabrik tanpa modifikasi. Ruang mesin terlihat bersih dan disebut tidak mengalami kebocoran oli maupun rembesan pada komponen utama.
Pemilik juga memastikan nomor rangka dan nomor mesin masih sesuai serta tidak terdapat indikasi bekas kecelakaan berat.
Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Bawa Fitur Baru yang Selama Ini Dikeluhkan Pengguna Fox Air
Interior Masih Rapi dan Terawat
Masuk ke dalam kabin, kondisi interior Honda Brio bekas ini terlihat cukup terawat. Jok masih menggunakan cover pelindung sehingga material aslinya tetap terjaga.
Dashboard, door trim, plafon, hingga sistem power window disebut masih berfungsi normal. Audio bawaan pabrik juga masih digunakan tanpa penggantian perangkat aftermarket.
Kondisi kabin yang bersih dan rapi menjadi salah satu indikator bahwa mobil dirawat dengan baik oleh pemilik sebelumnya.
Kilometer Rendah Jadi Nilai Tambah
Salah satu daya tarik utama Honda Brio bekas ini adalah angka odometer yang masih tergolong rendah. Kilometer kendaraan tercatat sekitar 47 ribu kilometer.
Untuk mobil keluaran tahun 2019, angka tersebut dinilai cukup rendah dibandingkan rata-rata penggunaan kendaraan harian yang umumnya mencapai lebih dari 10 ribu kilometer per tahun.
Kilometer rendah biasanya menjadi pertimbangan penting bagi pembeli karena dianggap mencerminkan tingkat keausan komponen yang lebih minim.
Harga Honda Brio Bekas Masih Kompetitif
Pada awalnya pemilik membuka harga jual di angka Rp130 juta. Setelah proses negosiasi, harga akhirnya berada di kisaran Rp128 juta dengan kemungkinan penyesuaian lebih lanjut setelah calon pembeli melakukan pengecekan langsung terhadap unit kendaraan.
Penjual juga menegaskan seluruh dokumen kendaraan tersedia lengkap, mulai dari faktur, buku manual, hingga dua buah kunci asli kendaraan.
Dengan kondisi cat orisinal, kilometer rendah, pajak panjang, serta dokumen lengkap, Honda Brio bekas tahun 2019 tipe S ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang sedang mencari city car bekas dengan harga masih kompetitif di tahun 2026.
Popularitas Honda Brio bekas diperkirakan akan tetap tinggi karena mobil ini menawarkan kombinasi desain modern, konsumsi bahan bakar yang efisien, biaya perawatan terjangkau, serta nilai jual kembali yang relatif stabil dibandingkan kompetitor di kelasnya.
Editor : Gita Dwi Nuraini