BLITAR KAWENTAR— Di tengah situasi pasar ponsel pintar tanah air tahun 2026 yang sedang dihantam badai kenaikan harga komponen global secara gila-gilaan, Infinix kembali mencoba peruntungannya. Melalui lini andalan terbarunya yang selalu dinanti oleh pemburu gawai murah, Infinix Hot 70 resmi mengudara di Indonesia. Mengusung DNA seri "Hot" yang selama ini dikenal sebagai jawara value for money, gawai ini datang membawa ekspektasi tinggi. Namun, apakah ponsel cerdas teranyar raksasa Tiongkok ini masih mampu mempertahankan predikatnya sebagai "HP murah menang banyak" di tahun yang serba mahal ini?
Satu fenomena unik yang langsung menjadi sorotan utama pada peluncuran Infinix Hot 70 kali ini adalah skema penetapan harga memorinya yang dinilai tidak biasa. Berbeda dengan generasi-generasi pendahulunya yang memiliki selisih harga antar-varian cukup tipis, lompatan harga RAM pada gawai ini tergolong ekstrem. Kondisi margin tipis pada segmen entry-level memaksa konsumen berpikir keras jika ingin naik kelas, karena harga komponen RAM hardware yang melambung tinggi seolah membuat konsumen tidak sekadar membeli ponsel, melainkan "membeli RAM yang mendapatkan bonus perangkat".
Untuk varian basis dengan konfigurasi RAM 4 GB dan penyimpanan internal 128 GB, Infinix Hot 70 dibanderol dengan harga Rp 2,2 juta. Pengguna yang ingin menambah kapasitas RAM hardware menjadi 6 GB harus rela merogoh kocek lebih dalam dengan menambah Rp 500.000 (total Rp 2,7 juta). Sementara itu, untuk varian tertinggi dengan penyimpanan internal 256 GB, harganya sudah merangkak naik hingga menyentuh angka Rp 3,3 jutaan. Infinix memang mengakalinya dengan menyematkan fitur ekspansi RAM virtual lewat software hingga total 12 GB, namun secara fungsionalitas, RAM software tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan pada kinerja komputasi riil harian.
Sentuhan Desain Premium Baby Smooth dan Hello Lighting
Meskipun dihantam isu kenaikan harga komponen RAM, Infinix patut diacungi jempol karena tetap berkomitmen menjaga identitas speknya tanpa melakukan pemotongan komponen esensial secara radikal. Desain eksterior menjadi salah satu pembuktian keseriusan mereka. Mengusung bodi polikarbonat dengan varian warna Quiet Violet yang menawan, bagian penutup belakang gawai ini dirancang dengan teknologi Baby Smooth Finish yang sangat halus, minim noda, dan nyaman saat dielus jari. Estetikanya kian mewah berkat motif guratan halus mirip sirip ikan cupang serta pelindung kamera transparan yang memantulkan efek cahaya elegan.
Infinix juga memberikan kosmetik tambahan yang atraktif berupa fitur Active Hello Lighting pada area modul belakang. Lampu LED notifikasi ini dapat berpendar secara dinamis untuk menandakan adanya panggilan masuk, pesan baru, aktivitas bermain gim, pengisian daya baterai, hingga visualisasi ketukan musik harian. Durabilitas fisiknya pun diperkuat dengan sertifikasi ketahanan debu maksimal IP65 serta klaim lolos uji ketahanan berstandar militer (Military Grade).
Performa Helio G100 Ultimate dan Kelemahan Sektor Layar
Beralih ke sektor dapur pacu, Infinix Hot 70 mempercayakan kinerjanya pada chipset MediaTek Helio G100 Ultimate. Saat diuji menggunakan aplikasi benchmarks, prosesor ini mencatatkan skor AnTuTu V11 yang terbilang tinggi di angka 584.000 poin. Untuk kebutuhan gaming kasual seperti Mobile Legends, performanya tergolong sangat memuaskan karena mampu menjalankan setelan grafis Super dengan resolusi HD pada kecepatan stabil 90 fps (frame per second). Namun, untuk gim berat sekelas Genshin Impact, gawai ini kurang direkomendasikan karena hanya mampu berjalan tersendat di kisaran 25 hingga 30 fps akibat keterbatasan kapasitas RAM harian.
Catatan Penting Sektor Layar: Kelemahan terbesar dari Infinix Hot 70 justru terletak pada panel layarnya. Meskipun mengusung bentang luas 6,78 inci dengan laju penyegaran mulus 120 Hz, layar ini hanya dibekali resolusi sekelas HP satu jutaan, yaitu HD Plus (720p). Klaim Ultra Bright Display di bagian kotak penjualan juga terasa kurang akurat, sebab saat diuji di bawah kondisi luar ruangan (outdoor), visibilitas layarnya langsung menurun dan terasa agak redup. Desain bingkai (bezel) bagian dagu bawah ponsel ini pun terlihat masih cukup tebal.
Kejutan Sektor Kamera dan Kesimpulan Kelayakan Beli
Di balik kekurangan layarnya, sektor fotografi Infinix Hot 70 justru menyuguhkan kejutan yang luar biasa menyenangkan. Kamera utama beresolusi 50 megapiksel milik gawai ini mampu memproduksi foto dengan kualitas warna yang hidup, detail yang tajam tanpa efek penajaman berlebih (oversharpening), serta hasil jepretan malam hari (night mode) yang minim distorsi lampu (bleeding). Kualitas fotonya saat dipindahkan ke komputer bahkan terasa setara dengan hasil jepretan ponsel kelas menengah di rentang harga Rp 3 jutaan. Kamera depan 13 megapikselnya juga sudah dilengkapi fitur stabilisasi video berbasis software agar rekaman tidak berguncang (shaky).
Kesimpulannya, Infinix Hot 70 memiliki value atau nilai jual yang sangat bagus dan tetap layak direkomendasikan hanya jika Anda meminang varian paling bawahnya, yaitu RAM 4/128 GB di harga Rp 2,2 juta. Dengan harga tersebut, Anda sudah mendapatkan paket lengkap berupa sensor gyroscope fisik, fitur NFC, penyimpanan berbasis UFS yang cepat, baterai badak 6.000 mAh dengan pengisian daya cepat 45 watt, serta jaminan pembaruan sistem operasi (OS) hingga 3 kali. Namun, jika Anda memiliki dana lebih hingga Rp 3 jutaan, mengambil varian RAM tinggi dari Hot 70 menjadi kurang worth it. Di rentang harga tersebut, beralih ke seri Infinix Hot 60 Pro tahun lalu atau meminang kompetitor sekelas Redmi Note 15 akan jauh lebih bijak demi mendapatkan kualitas layar AMOLED yang jauh lebih bening dan memanjakan mata.