BLITAR KAWENTAR— Infinix kembali menggegerkan pasar teknologi tanah air melalui jajaran lini gaming teranyarnya. Menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta gawai, kehadiran Infinix GT30 Pro dinilai melampaui batas kewajaran produk di kelasnya. Bagaimana tidak, dengan banderol harga yang sangat terjangkau yakni di kisaran Rp 3,8 jutaan, ponsel pintar ini berani membawa fitur-fitur mewah yang biasanya hanya eksklusif ditemukan pada perangkat kelas atas (flagship) berharga belasan juta rupiah. Langkah agresif ini tentu menjadi angin segar yang sangat menguntungkan bagi konsumen.
Berdasarkan pengalaman pemakaian intensif harian, kegilaan dari Infinix GT30 Pro ini tidak hanya terletak pada optimasi perangkat lunak (software), melainkan juga pada kualitas perangkat keras (hardware) yang disematkannya. Saat diuji untuk menjalankan gim berbobot berat seperti Genshin Impact, sistem secara pintar menyediakan asisten bermain yang sangat fungsional. Pengguna dapat menikmati fitur pengambilan barang otomatis (auto pickup items), mempercepat obrolan yang membosankan (skip dialog), hingga mode berlari otomatis.
Dari sisi ketahanan fisik dan kenyamanan kendali, Infinix menyematkan sensor tombol samping bodi bernama Air Trigger. Fitur ini bukan sekadar gimik visual, melainkan responsif mendeteksi tingkat tekanan sentuhan jari serta memiliki getaran haptic (haptic vibration) yang dapat diatur sesuai preferensi pengguna, memberikan sensasi layaknya menggenggam pengontrol konsol profesional. Sektor dapur pacu yang ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8350 juga tidak perlu diragukan lagi karena sanggup melibas berbagai gim kompetitif pada setelan grafis rata kanan (Highest) dengan sangat mulus.
Tantangan Suhu Panas dan Solusi Pendingin Eksternal
Meskipun menyandang predikat sebagai monster performa di kelas menengah, gawai gaming ini tetap tidak luput dari sejumlah catatan kekurangan yang wajib diketahui sebelum membelinya. Kelemahan paling utama terletak pada manajemen suhu bodi saat digunakan dalam durasi panjang. Ketika diuji bermain gim PUBG Mobile selama tiga sesi pertandingan berurutan (sekitar 40 menit) pada kondisi ruangan tanpa AC, suhu tertingginya melonjak hingga 43,5 derajat Celcius. Sementara saat dipacu bermain Genshin Impact selama 30 menit, suhunya merangkak naik hingga menyentuh 45,7 derajat Celcius. Oleh sebab itu, penggunaan kipas pendingin eksternal (fan cooler) sangat diwajibkan agar performa gawai tetap optimal.
Kekurangan lain yang cukup mengganggu kenyamanan visual harian adalah fitur Always On Display (AOD) yang terkesan gimik karena hanya mampu menyala selama 5 detik. Pengaturan warna bawaan pada layar AMOLED 144 Hz miliknya juga dirasa kurang menyala (vivid), sehingga pengguna disarankan mengubah skema warna ke mode Bright Colored melalui menu pengaturan agar tampilan visualnya lebih memanjakan mata. Selain itu, hilangnya bonus kaca pelindung layar (tempered glass) di dalam kotak penjualan serta kapasitas penyimpanan internal basis sebesar 256 GB yang tidak bisa ditambah kartu memori eksternal menjadi poin kompromi tersendiri bagi para kolektor gim berukuran besar.
Kemewahan Fitur Wireless Charging dan Kamera Video 4K
Di balik kekurangan tersebut, daya pikat Infinix GT30 Pro tetap sulit untuk ditandingi. Dari segi eksterior, Infinix sukses melakukan pembaruan desain yang sangat signifikan. Bentuk bodinya kini tampil lebih premium dengan sudut membulat dan bingkai tipis yang sekilas mengingatkan kita pada perpaduan estetika iPhone dan Google Pixel. Layar depannya pun sangat responsif terhadap sentuhan multitouch serta memiliki tingkat kecerahan (brightness) ekstrem yang membuatnya sangat nyaman digunakan di bawah terik matahari luar ruangan.
Terobosan Teknologi Daya: Hal yang paling mengejutkan untuk sebuah gawai di kelas harga Rp 3,8 jutaan adalah hadirnya fitur premium berupa Wireless Charging serta Reverse Wireless Charging. Kehadiran teknologi pengisian daya tanpa kabel ini menjadi tamparan keras bagi para pesaingnya, mengingat vendor raksasa sekalipun jarang memberikan fitur tersebut di kelas harga menengah.
Urusan daya tahan baterai, gawai ini mampu mencatatkan waktu aktif layar (Screen on Time) hingga mencapai 6 jam lebih untuk penggunaan penuh di jaringan Wi-Fi, serta manajemen daya standby yang sangat efisien karena hanya berkurang 1% saat ditinggal tidur selama 8 jam. Di sektor fotografi harian, kamera utama 108 megapiksel miliknya mampu menghasilkan detail gambar yang sangat tajam dan natural pada kondisi siang hari (daylight). Kemampuan videografi depan dan belakangnya juga mengagumkan karena sudah mendukung format resolusi tinggi 4K pada kecepatan 30 fps dengan sistem penstabil gambar berbasis OIS yang sangat tenang. Didukung sistem antarmuka XOS 4 GT yang bersih dari iklan dan minim aplikasi bawaan (bloatware), Infinix GT30 Pro menjelma menjadi salah satu pilihan gawai gaming all-rounder terbaik yang sangat bernilai untuk dipinang.