Pada ajang bergengsi tingkat regional tersebut, atlet-atlet Kota Blitar tampil impresif dan berhasil membawa pulang total 11 medali dari nomor Wushu Sanda. Raihan itu terdiri atas delapan medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Pelatih Wushu Kota Blitar, Agik Yulianto, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet wushu di Kota Blitar berjalan ke arah yang positif.
Baca Juga: Hibah Jatah Ormas Mulai Dicairkan Pemkab Blitar, Ini Sejumlah Data Penerimanya
”Alhamdulillah atlet-atlet kami mampu menunjukkan performa terbaiknya dan membawa pulang 11 medali. Ini menjadi hasil yang membanggakan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Agik menjelaskan, keberhasilan tersebut bukanlah yang pertama kali diraih oleh cabor wushu Kota Blitar. Selama beberapa tahun terakhir, wushu menjadi salah satu cabang olahraga andalan yang konsisten menyumbangkan medali bagi daerah.
Salah satu pencapaian yang masih segar dalam ingatan adalah kontribusi medali pada ajang Porprov Jawa Timur 2025. Karena itu, prestasi di Piala Wali Kota Surabaya semakin mempertegas posisi wushu sebagai salah satu kekuatan olahraga di Bumi Bung Karno.
“Prestasi ini bukan hasil instan. Atlet berlatih secara rutin dengan program yang terukur dan disiplin tinggi. Selain itu, dukungan orang tua juga sangat berperan dalam perkembangan atlet,” jelasnya.
Menurut Agik, keberhasilan atlet meraih medali tidak lepas dari kerja keras selama menjalani latihan serta pendampingan intensif dari para pelatih. Evaluasi dan peningkatan kemampuan terus dilakukan agar atlet mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Dia menyebut Kejurprov Piala Wali Kota Surabaya menjadi ajang penting untuk mengukur kekuatan atlet menjelang kompetisi berikutnya, khususnya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026.
“Kejuaraan ini menjadi tolok ukur kemampuan atlet. Dari sini kami bisa melihat kekurangan dan kelebihan yang perlu dibenahi untuk menghadapi POPDA 2026,” katanya.(sub/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah