Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Pajak Rp0 & Sensasi Berkendara Hyundai Ioniq Electric 2020: Pilihan EV Bekas Paling Rasional, Responsif, dan Bebas Ganjil Genap!

Cholifatun Nisak • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:19 WIB
Intip review Hyundai Ioniq Electric 2020: Solusi EV bekas paling rasional dengan insentif BBNKB Rp0, bebas ganjil genap, dan torsi instan 295 Nm!
Intip review Hyundai Ioniq Electric 2020: Solusi EV bekas paling rasional dengan insentif BBNKB Rp0, bebas ganjil genap, dan torsi instan 295 Nm!

 

BLITAR KAWENTAR– Bagi Anda yang berniat beralih dari kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan ramah lingkungan, Hyundai Ioniq Electric lansiran tahun 2020 kini menjelma menjadi salah satu opsi mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) bekas yang paling masuk akal di pasar tanah air. Selain harganya yang kian kompetitif, sederet regulasi khusus dari pemerintah membuat kepemilikan sedan fastback asal Korea Selatan ini menjadi sangat ekonomis dan menggiurkan untuk mobilitas harian.

Salah satu angin segar yang paling dirasakan oleh para pemilik EV di wilayah DKI Jakarta adalah implementasi regulasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 Tahun 2020. Berdasarkan aturan tersebut, kendaraan listrik murni dibebaskan sepenuhnya dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) alias dikenakan tarif Rp0 (gratis). Alhasil, saat membeli unit seken, selisih biaya antara harga off-the-road dan on-the-road (OTR) menjadi sangat tipis—konsumen hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp500.000 saja untuk biaya registrasi plat nomor baru. Keuntungan ini disempurnakan dengan hak istimewa bebas melintas di sejumlah jalan protokol Jakarta tanpa perlu khawatir terikat aturan pembatasan plat ganjil genap.

Baca Juga: Gempuran EV China Bikin Harga Hyundai Ioniq 5 Seken Terjun Bebas hingga 50%, Showroom Ini Obral 6 Unit Mulai Rp400 Jutaan!

Desain Eksterior Unik dan Aerodinamis

Secara visual, Hyundai Ioniq Electric menawarkan pendekatan desain yang sangat bersahabat bagi orang awam. Berbeda dengan mobil listrik modern yang bentuknya radikal, Ioniq tetap tampil proporsional layaknya mobil bermesin bakar konvensional. Area wajahnya dicirikan oleh grill depan tertutup rapat tanpa kisi-kisi udara besar karena absennya mesin fungsional yang membutuhkan sistem pendinginan udara masif.

Sektor pencahayaan utama sudah mengadopsi teknologi LED modern lengkap dengan Daytime Running Lights (DRL) LED yang tajam, dengan menyisakan lampu penunjuk arah (sein) yang masih menggunakan bohlam halogen biasa. Di bagian samping, mobil ini dibekali velg berdesain khusus yang hampir menutup penuh seluruh permukaan roda. Desain tertutup ini dirancang khusus untuk meminimalkan turbulensi dan mengarahkan aliran angin langsung ke belakang guna meningkatkan efisiensi aerodinamika berkendara. Sementara di area buritan, terdapat rear fog lamp (lampu kabut belakang) di posisi bawah yang sangat membantu visibilitas pengendara lain saat hujan lebat, serta kaca belakang ganda yang terpisah menyerupai layout Honda Civic hatchback atau Toyota Prius.

Manajemen Baterai, Estimasi Cas Rumahan, dan Konsekuensi Bagasi

Sebagai mobil yang berbagi platform dengan versi Hybrid dan Plug-in Hybrid, Hyundai Ioniq Electric menempatkan paket baterai murni berkapasitas 38,3 kWh di area kompartemen belakang. Penempatan ini membawa sedikit konsekuensi teknis, di mana lantai bagasi menjadi sedikit lebih tinggi dan kapasitas volume tampung barang sedikit tereduksi di bawah landai atapnya yang bergaya fastback.

Dalam paket penjualannya, Hyundai menyertakan kabel portable charger yang bisa langsung dikoneksikan ke soket listrik rumah tangga dengan syarat ambang batas daya minimal rumah berada di angka 2.200 Watt hingga 3.500 Watt. Proses pengisian daya dari posisi kosong menggunakan portable charger bawaan ini membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam untuk menyentuh angka 80%. Sayangnya, modul perangkat wall-charger (AC Fast Charging) yang sanggup memangkas durasi cas dari 0 hingga 80% hanya dalam waktu 50 menit tidak didapatkan secara cuma-cuma, melainkan menuntut investasi tambahan dari pemilik senilai belasan juta rupiah.

Baca Juga: Gempuran EV China Bikin Harga Hyundai Ioniq 5 Seken Terjun Bebas hingga 50%, Showroom Ini Obral 6 Unit Mulai Rp400 Jutaan!

Interior Mewah Berfitur Melimpah

Masuk ke dalam kabin, pengemudi akan disambut oleh kenyamanan premium berkat material soft-touch yang dominan di area dasbor dan door trim atas, lengkap dengan setir flat-bottom sporty berbalut kulit asli berkualitas tinggi. Fitur berkendaranya tergolong yang paling komplet di kelasnya:

  • Fitur Keselamatan Standar: Dilengkapi Electronic Stability Program (ESP), Traction Control, Blind Spot Monitoring Assist, Cruise Control, hingga sensor parkir depan-belakang serta kamera mundur.

  • Sistem Otomatisasi Pintar: Hadirnya Auto Headlamp, Auto Wiper, serta spion tengah Electric Mirror Dimming yang meredupkan silau lampu otomatis di malam hari.

  • Layout Konsol Tengah Futuristik: Pengoperasian gigi menggunakan tombol Shift-by-Wire (P, R, N, D), rem parkir elektrik (Electronic Parking Brake), Auto Brake Hold, hingga fitur penghangat jok (Heated Seat).

  • Multimedia & Konektivitas: Panel AC dioperasikan penuh via layar touchpad mewah. Head unit berukuran 7 inci sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, didampingi slot USB pendukung, soket 12V, serta kompartemen khusus Wireless Charging bermodel geser (slide-in).

Di balik kemudi, panel instrumen digital cluster berukuran 7 inci menyajikan interface modern yang mirip dengan Hyundai Grand Santa Fe, menampilkan indikator kapasitas baterai, parameter efisiensi daya, dan speedometer digital tanpa adanya jarum takometer. Pengemudi juga disuguhkan posisi ergonomis yang mumpuni berkat setir yang mendukung pengaturan tilt & telescopic yang luas, serta kursi elektrik dengan lumbar support (penumpang depan masih manual).

Beralih ke kabin belakang, ruang kaki (legroom) tergolong cukup akomodatif untuk postur tubuh rata-rata orang Indonesia (kisaran 168 cm) lengkap dengan kisi-kisi ventilator AC belakang dan armrest dengan dua cup holder. Hanya saja, desain atap fastback yang melandai sedikit memangkas ruang kepala (headroom) bagi penumpang dengan tinggi di atas 175 cm. Di samping itu, di area lantai tengah masih menyisakan sedikit gundukan (tunneling) sedang sebagai jalur kabel tegangan tinggi yang menghubungkan baterai belakang ke motor listrik depan. Kritik minor juga tertuju pada lampu kabin interior yang dirasa terlalu konvensional karena masih menggunakan bohlam halogen berwarna kuning.

Tiga Karakter Mode Berkendara

Melalui tuas paddle shift di balik kemudi, pengendara dapat mengatur tingkat kepekatan rem regeneratif (Regenerative Braking) untuk menahan laju mobil sekaligus memanen energi kembali ke baterai saat pedal gas dilepas. Karakter performa Hyundai Ioniq Electric ini dikendalikan oleh tiga opsi mode berkendara utama:

  1. Mode Normal: Karakter penyaluran tenaga terasa sangat natural, halus, dan linier, memudahkan proses adaptasi bagi pengemudi yang baru pertama kali beralih dari mobil bensin konvensional.

  2. Mode Eco: Respons motor listrik dihambat secara elektronik demi menghemat sisa daya baterai. Menariknya, pada mode ini tingkat pengereman regeneratif otomatis bekerja lebih kuat dan terasa agresif saat pedal gas dilepas.

  3. Mode Sport: Seluruh potensi torsi badak sebesar 295 Nm langsung dimuntahkan secara instan dari posisi diam. Ketika pedal gas diinjak penuh, ban depan mobil bahkan sempat mengalami gejala slip (wheelspin) akibat besarnya limpahan tenaga mendadak.

Meskipun pilar C yang tebal serta palang kaca pembatas di bagian belakang menciptakan area blind spot visibilitas yang cukup besar bagi pengemudi, kendala tersebut sukses direduksi berkat bantuan sensor radar Blind Spot Monitoring dan kamera parkir yang responsif. Secara keseluruhan, Hyundai Ioniq Electric 2020 menyajikan paket BEV yang matang, kedap, minim getaran, dan sangat nyaman untuk diandalkan sebagai komuter harian perkotaan.

Baca Juga: Obral Hyundai Ioniq Sedan EV Bekas Tipe Signature: Odometer Low 16.000 Km, Mewah Lengkap dengan Sunroof, Kondisi Dijamin Bebas Laka dan Banjir

Editor : Cholifatun Nisak
#Review Mobil Listrik Hyundai #Spesifikasi Hyundai Ioniq EV #Hyundai Ioniq Electric 2020 #Pajak Mobil Listrik Jakarta #Kelebihan Hyundai Ioniq Sedan