Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Nostalgia Nissan Leaf Generasi Kedua di Indonesia: Hatchback Listrik Pelopor yang Pernah Menantang Dominasi Jaman Batu!

Cholifatun Nisak • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:50 WIB
Mengulas balik sejarah Nissan Leaf generasi kedua bersama Motomobi TV! Hatchback listrik tangguh 40 KWH dengan torsi instan 320 Nm penyegar pasar EV.
Mengulas balik sejarah Nissan Leaf generasi kedua bersama Motomobi TV! Hatchback listrik tangguh 40 KWH dengan torsi instan 320 Nm penyegar pasar EV.

 

BLITAR KAWENTAR– Sebelum gelombang kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) asal Tiongkok dan Korea Selatan membanjiri jalanan tanah air seperti sekarang, pasar otomotif global dan nasional pernah mencatat sejarah manis dari salah satu pabrikan raksasa Jepang. Menjadi salah satu mobil listrik paling laku di dunia sebelum era keemasan Tesla Model 3, Nissan Leaf generasi kedua sempat mencuri perhatian mendalam sebagai lini kendaraan ramah lingkungan murni (Battery Electric Vehicle/BEV).

Melalui ulasan komprehensif dari kanal otomotif ternama Motomobi TV, Nissan Leaf generasi kedua yang pertama kali diperkenalkan ke dunia pada ajang Tokyo Motor Show 2017 ini dinilai membawa revolusi besar. Berbeda jauh dari generasi pertamanya (lansiran 2010) yang memiliki bentuk bulat cenderung aneh, Leaf generasi kedua tampil jauh lebih sporty, proporsional, dan menyerupai hatchback normal harian dengan bahasa desain agresif khas Nissan modern berlampu full LED.

Baca Juga: Geger Lebaran Usai, Showroom Nava Sukses Motor Obral Mobil Bekas DP Mulai Rp5 Juta: Ada Pajero Sport, Honda CR-V, hingga Avanza Mulai Turun Harga!

Desain "Menipu" dan Aspek Teknis Superior

Saat kap mesin depan dibuka, tata letak ruang mesin Nissan Leaf dirancang sedemikian rupa agar menyerupai mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) 4-silinder konvensional. Padahal, bongkahan di bawah kap tersebut merupakan modul kontroler yang menyatu dengan motor listrik penggerak roda depan (Front-Wheel Drive/FWD) dengan sistem transmisi single speed.

"Mobil listrik itu sangat menarik karena torsi instan dan efisiensi biayanya, walau isu emisi hulu dari sumber listriknya masih diperdebatkan. Sektor moncong mobil ini juga dilengkapi kisi-kisi semu untuk radiator yang berfungsi mendinginkan baterai, serta ruang dual colokan charging: tipe Type 2 untuk pengisian standar dan tipe Chademo khas Jepang untuk kebutuhan fast charging," ungkap Om Mobi.

Secara spesifikasi baku, Nissan Leaf dibekali baterai Lithium-ion berkapasitas 40 KWH dengan klaim jarak tempuh pabrikan mencapai 311 kilometer (meski secara realitas penggunaan komuter padat Jakarta diprediksi di bawah angka tersebut). Di atas kertas, motor listriknya mampu menyemburkan tenaga sebesar 150 PS dengan torsi masif 320 Nm yang sudah keluar sejak RPM nol. Hasilnya, akselerasi 0-100 km/jam diklaim dapat diraih dalam waktu 8 detik dengan sensasi jambakan instan yang responsif.

Kenyamanan Khas Nissan dan Fitur Canggih pada Zamannya

Dengan dimensi panjang mencapai 4.480 mm dan wheelbase 2.690 mm, bodi kendaraan ini dibuat sedikit menebal demi mengakomodasi ruang kabin dan peletakan baterai di area lantai bawah. Berdiri di atas suspensi depan MacPherson Strut dan belakang Torsion Beam, kestabilan bodi (body roll) mobil ini tergolong sangat minim berkat titik berat (Center of Gravity) yang rendah akibat beban baterai, namun tetap mempertahankan karakter bantingan suspensi yang empuk dan nyaman.

Masuk ke area kabin depan, interiornya menyajikan kombinasi plastik keras dan lapisan kulit premium beraksen jahitan biru di area pintu, setir, dan jok semi-bucket perpaduan material suede. Fitur canggih yang diusungnya meliputi:

  • Instrument Cluster Semi-Digital: Menyajikan indikator suhu baterai, kapasitas baterai, grafik efisiensi berkendara (Wh/km), hingga status fitur Driver Assistance.

  • Nissan Intelligent Mobility: Dilengkapi dengan fitur keselamatan aktif Emergency Braking, Moving Object Detection, hingga kamera Threesixty (360 derajat).

  • VSP (Vehicle Sound for Pedestrians): Tombol penonaktif suara luar virtual agar pejalan kaki tetap menyadari kehadiran mobil saat melaju pelan dalam sunyi.

  • e-Pedal & Mode B: Fitur berkendara revolusioner One-Pedal Driving yang memanfaatkan sistem pengereman regeneratif (regenerative braking) ekstrem untuk mengisi daya baterai kembali saat pedal gas dilepas.

Kendati memiliki kekurangan minor seperti absennya pengaturan setir teleskopik, posisi duduk depan yang agak tinggi, bagasi yang tidak bisa rata lantai saat jok dilipat, serta belum adanya slot charger ponsel untuk penumpang belakang, Nissan Leaf tetap dianggap sebagai pelopor gaya hidup baru.

Bagi siapa saja yang sudah merasakan keheningan, kekedapan, dan responsivitas instan dari sebuah mobil listrik murni, kembali mengendarai mobil bermesin bensin konvensional niscaya akan memunculkan sensasi berkendara yang terasa seperti kembali ke zaman batu.

Baca Juga: Ngabuburit Berburu Mobil Bekas di Haji Rahmat Motor (HRM): Mulai Rp20 Jutaan Dapat Sedan Mewah, Banyak Unit Istimewa untuk Lebaran!

Editor : Cholifatun Nisak
#mobil listrik murah Indonesia #Nissan Leaf Generasi Kedua #Review Nissan Leaf Motomobi #Spesifikasi Baterai Nissan Leaf #Fitur e-Pedal Nissan Leaf