Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Nissan Leaf Facelift: Hatchback Listrik "Low Profile" Mantan Raja Eropa, Masihkah Worth It Melawan Gempuran EV Modern?

Cholifatun Nisak • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:55 WIB
Ulasan mendalam Nissan Leaf Facelift seharga Rp730 jutaan. Intip kelebihan performa torsi 320 Nm, rekor baterai aman, serta beberapa catatan kekurangannya!
Ulasan mendalam Nissan Leaf Facelift seharga Rp730 jutaan. Intip kelebihan performa torsi 320 Nm, rekor baterai aman, serta beberapa catatan kekurangannya!

 

 

BLITAR KAWENTAR– Pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di tanah air saat ini sedang bergerak sangat agresif. Lini produk bertenaga baterai murni asal Korea Selatan, Tiongkok, hingga Eropa terus berdatangan memanaskan persaingan. Di tengah gempuran tersebut, pabrikan raksasa Jepang, Nissan, sebenarnya memiliki satu pahlawan pelopor yang sangat populer di pasar global, yakni Nissan Leaf.

Sempat menyandang gelar sebagai mobil listrik massal terlaris di Eropa sebelum era keemasan Tesla, Nissan Leaf generasi kedua versi facelift kini resmi mengaspal di Indonesia setelah diperkenalkan pada ajang GIIAS. Dibanderol di angka Rp730 jutaan, hatchback medium kelas dunia ini diplot untuk bertarung langsung dengan kompetitor tangguh seperti Hyundai Kona Electric dan Ioniq 5 Standard Range. Namun, dengan harga tersebut, apakah mobil ini masih relevan untuk dipinang?

Baca Juga: Ngabuburit Berburu Mobil Bekas di Haji Rahmat Motor (HRM): Mulai Rp20 Jutaan Dapat Sedan Mewah, Banyak Unit Istimewa untuk Lebaran!

Desain Dewasa yang Low Profile

Secara estetika eksterior, ubahan pada versi facelift ini tergolong sangat minor. Nissan menanggalkan aksen huruf V berbahan chrome di area grill depan dan menggantinya dengan warna hitam minimalis, serta memberikan efek smoke (gelap) pada cover lampu utama. Desain peleknya pun turut mendapat penyegaran baru.

"Bagi konsumen yang kurang menyukai desain mobil listrik masa kini yang terlalu futuristik atau mencolok, Nissan Leaf menawarkan pendekatan yang berbeda. Tampilannya sangat dewasa dan low profile, sekilas masih terlihat seperti mobil bermesin bensin konvensional biasa," tulis ulasan dari tim redaksi otomotif.

Catatan Platform dan Sensasi Berkendara

Berstatus sebagai mobil facelift, Nissan Leaf masih mempertahankan basis struktur lamanya, yaitu Nissan EV Platform. Platform ini pada dasarnya merupakan basis modular yang belum dikembangkan secara eksklusif untuk mobil listrik murni sejak awal—berbeda dengan platform E-GMP milik Hyundai Ioniq 5 atau platform CMF-EV milik Nissan Ariya. Imbasnya, aspek kelegaan kabin, layout akomodasi, dan efisiensi ruang di dalam Leaf belum semaksimal kompetitor murninya.

Kendati demikian, impresi berkendaranya tetap menyajikan karakteristik yang matang dan menyenangkan:

  • Mesin & Performa: Leaf masih mengandalkan motor listrik AC 3 Synchronous berkode EM57 yang menyalurkan tenaga 150 PS dan torsi instan 320 Nm ke roda depan melalui transmisi single speed gear reduction dengan tuas shifter bulat yang unik. Torsi bawah hingga tengahnya terasa sangat menjambak dan responsif.

  • Pengendalian (Handling): Karakter setirnya terasa direct dan ringan, sangat memanjakan untuk penggunaan komuter perkotaan. Akibat penempatan baterai yang berat di lantai bagian bawah tengah, gejala limbung (body roll) menjadi sangat minim, membuat mobil terasa kokoh saat bermanuver.

  • Kenyamanan Suspensi: Redaman suspensinya disetel medium ke arah empuk. Mobil ini mampu melibas jalanan bergelombang hingga rusak dengan kabin yang tetap senyap dan minim guncangan.

Efisiensi Baterai dengan Rekor Zero Accident

Sektor daya ditopang oleh baterai Lithium-ion berkapasitas 40 KWH. Meski di dalam brosur resmi tertulis klaim jarak tempuh hingga 311 km, hasil pengujian di atas Multi Information Display (MID) mencatat jarak realistis berkisar di angka 280 hingga 300-an km dengan AC menyala. Jarak ini dinilai sudah lebih dari cukup untuk mengakomodasi perjalanan harian, bahkan untuk rute Jakarta-Bandung pulang-pergi tanpa perlu mengisi daya di tengah jalan.

Konsumsi energinya tergolong impresif di angka 7,5 km per KWH pada rute harian berkecepatan rata-rata 25 km/jam. Untuk pengisian daya, Leaf mengandalkan port tipe Chademo untuk arus DC (fast charging) yang membutuhkan waktu sekitar 90 menit (dari 20% ke 100% di SPKLU PLN), serta port arus AC (portable charging rumah) dengan durasi pengisian dari nol hingga penuh sekitar 24 jam. Menariknya, sejak pertama kali diluncurkan secara global pada 2010, baterai Nissan Leaf memegang rekor keamanan tinggi tanpa adanya isu bocor atau meledak (Zero Accident), serta dijamin oleh garansi resmi Nissan Indonesia selama 8 tahun atau 160.000 km.

Kelebihan vs Kekurangan: Pertimbangan Sebelum Membeli

Kelebihan:

  1. Desain Klasik & Dewasa: Cocok untuk pengemudi yang ingin tampil bersahaja (low profile).

  2. Peningkatan Fitur ADAS: Dilengkapi teknologi keselamatan aktif seperti Lane Departure Warning, Lane Keeping Assist, hingga Lane Departure Prevention, serta kaca spion tengah berbasis kamera digital yang interaktif.

  3. Reputasi Baterai Teruji: Baterai sangat aman dengan jaminan garansi pabrikan yang panjang.

Kekurangan:

  1. Akomodasi Baris Kedua: Lantai kabin belakang terasa agak tinggi akibat kompartemen baterai di bawahnya, membuat posisi kaki penumpang kurang natural (squatting position). Terdapat juga gundukan (tunneling) besar di lantai tengah, serta absennya slot USB charging untuk penumpang belakang.

  2. Fitur Vital yang Absen: Pada sektor berkendara, mobil ini belum dilengkapi dengan fitur Adaptive Cruise Control serta fitur Auto Hold pada rem parkirnya, meskipun sudah memiliki sistem e-Pedal (one-pedal driving).

  3. Kualitas Kamera Parkir: Resolusi kamera 360 / Around View Monitor bawaannya terasa buram, dan mobil ini belum dilengkapi dengan sensor parkir fisik di bagian bumper belakang.

Kesimpulan: Secara fitur mutakhir dan kecanggihan visual, Nissan Leaf harus diakui sedikit tertinggal dari rival sekelasnya di rentang harga Rp700 jutaan. Namun, bagi Anda yang mencari mobil listrik dengan durabilitas mekanis yang matang, kenyamanan suspensi khas sedan Jepang, keandalan baterai yang teruji belasan tahun, serta personaliti yang tidak mencolok di jalan raya, Nissan Leaf facelift tetap menjadi opsi bernilai tinggi dari sang pelopor EV dunia.

Baca Juga: Nostalgia Nissan Leaf Generasi Kedua di Indonesia: Hatchback Listrik Pelopor yang Pernah Menantang Dominasi Jaman Batu!

Editor : Cholifatun Nisak
#Spesifikasi Baterai Nissan Leaf #Nissan Leaf Facelift Indonesia #Review Nissan Leaf 2026 #Mobil Listrik Rp 700 Jutaan #Kelemahan Nissan Leaf Facelift