Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review DFSK Seres E1: Micro EV Paling Compact dengan Harga Paling Terjangkau di Kelasnya, Solusi Cerdas Komuter Perkotaan!

Cholifatun Nisak • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:57 WIB
Kupas tuntas DFSK Seres E1 L-Type seharga Rp219 juta. Simak review performa baterai 16,8 kWh, konsumsi energi, kelebihan kelincahan, serta catatan interiornya!
Kupas tuntas DFSK Seres E1 L-Type seharga Rp219 juta. Simak review performa baterai 16,8 kWh, konsumsi energi, kelebihan kelincahan, serta catatan interiornya!

 

BLITAR KAWENTAR– Segmen mobil listrik berukuran ringkas (Micro EV) kian digandrungi oleh masyarakat urban di Indonesia. Bentuknya yang imut, kemudahan bermanuver di jalan sempit, serta efisiensi biaya operasional yang sangat tinggi menjadi daya tarik utama. Di tengah persaingan ketat melawan Wuling Air EV dan VinFast VF3, DFSK Seres E1 hadir sebagai salah satu opsi paling menarik karena menawarkan banderol harga paling terjangkau di kelasnya.

Melalui ulasan mendalam dari kanal otomotif Kabaroto, mobil listrik mungil yang diproduksi di bawah payung PT Sokonindo Autumn ini sebenarnya sudah meramaikan pasar tanah air sejak tahun 2022. Seres E1 dipasarkan dalam dua varian utama: varian bawah B-Type seharga Rp189 juta, dan varian tertinggi L-Type yang dibanderol Rp219 juta.

Spesifikasi Baterai dan Performa Realistis

Meskipun dimensinya sangat mungil, DFSK Seres E1 dibekali spesifikasi teknis yang proporsional untuk kebutuhan komuter harian:

  • Varian B-Type: Menggunakan baterai berkapasitas 13,8 kWh dengan klaim jarak tempuh maksimal hingga 130 km.

  • Varian L-Type (Unit Tes): Menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 16,8 kWh dengan jarak tempuh yang jauh lebih mumpuni, yakni mencapai 220 km.

Motor listriknya sanggup memproduksi tenaga sebesar 40 HP dengan torsi instan 100 Nm. Karakter penyaluran tenaganya tergolong sangat halus. Seres E1 menyediakan dua mode berkendara, yaitu mode Eco dengan pembatasan kecepatan maksimal (top speed) di angka 84 km/jam, dan mode Sport yang mampu menyentuh kecepatan antara 105 hingga 110 km/jam.

Satu hal yang perlu diadaptasi oleh pengemudi adalah adanya power delay atau jeda respons sekitar 2 hingga 3 detik pada pedal gas saat mobil mulai berakselerasi dari posisi diam, sebelum motor listriknya menyalurkan tenaga secara utuh.

Efisiensi Biaya dan Tantangan Pengisian Daya

Dalam pengujian rute kombinasi sejauh 100 km (meliputi wilayah Pondok Indah, Lebak Bulus, Tol Tangerang-Serpong, BSD, hingga Ciputat) dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam, layar Multi Information Display (MID) mencatat konsumsi energi rata-rata yang cukup efisien, yaitu 8,1 kWh per 100 km (atau setara 12,3 kWh per km).

"Biaya pengisian dayanya sangat murah. Dari hasil pengetesan, pengisian daya sebesar 6,4 kW di SPKLU hanya memakan biaya sekitar Rp17.000 dan sudah bisa diandalkan untuk menempuh jarak 100 km," ungkap jurnalis Kabaroto.

Namun, tantangan terbesar Seres E1 terletak pada absennya fitur pengisian daya cepat (Fast Charging/DC Charging). Mobil ini hanya mengandalkan metode pengisian arus AC dengan input daya maksimal 3,3 kW. Dalam kondisi ideal dengan arus konstan 3,3 kW, pengisian daya dari 10% ke 90% membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam.

Namun, jika membelah daya di SPKLU umum yang padat atau menggunakan daya rumahan yang lebih rendah (1,7 kW), proses pengisian bisa memakan waktu hingga 12 jam lebih. Oleh karena itu, kepemilikan instalasi home charging pribadi di rumah sangat direkomendasikan bagi pemilik mobil ini.

Desain Retro-Klasik dan Dimensi Paling Kompak

Dari segi dimensi fisik, Seres E1 merupakan mobil paling kompak di kelasnya saat ini, dengan panjang total hanya 3 meter, lebar 1,4 meter, dan tinggi 1,6 meter. Fasia depannya mengusung lampu Daytime Running Light (DRL) dan lampu sein LED, meskipun lampu utama masih menggunakan bohlam halogen biasa (namun sudah dilengkapi fitur headlamp leveling). Di bagian grill depan, terdapat kompartemen logo yang dapat dibuka sebagai akses colokan pengisian daya.

Bergerak ke bagian samping, eksteriornya dilengkapi roof rail bawaan serta pelek mungil ring 13 inci yang dibalut ban profil 145/60 R13. Menariknya, khusus untuk varian tertinggi L-Type, sistem pengereman di keempat rodanya sudah mengadopsi rem cakram (disc brake), sementara varian B-Type masih menggunakan rem tromol di bagian belakang. Di area buritan, desain mengotak ala retro-klasik dilengkapi dengan sensor parkir dan kamera mundur yang terintegrasi.

Baca Juga: Gebrakan Pasar Mobil Bekas Pasca-Lebaran: Bursa GTS Auto Kelapa Gading Obral Stok EV dan Unit Mewah dengan Garansi 1 Tahun!

Interior Minimalis Modern vs Catatan Akomodasi

Masuk ke area kabin, DFSK sukses merancang interior minimalis yang solid dan tidak terasa murah meskipun didominasi material plastik keras. Dasbornya dihuni oleh panel instrumen digital berukuran 7 inci yang sangat informatif (mampu menampilkan persentase injakan pedal gas, indikator baterai, trip meter, serta konsumsi listrik rata-rata) serta head unit layar sentuh 8 inci dengan konektivitas Bluetooth.

Fitur interiornya tergolong sangat royal untuk mobil sekelasnya, meliputi:

  • Electric Parking Brake (EPB) dan Auto Vehicle Hold (AVH).

  • Cruise Control konvensional.

  • Speed Limiter (fitur pembatas kecepatan minimal dari 40 km/jam).

  • Hill Hold Control (HHC) dan Pedestrian Warning System.

  • Kontrol AC digital berbasis layar sentuh.

Kendati demikian, konfigurasi kabin Seres E1 membawa konsekuensi logis pada aspek akomodasi. Dirancang untuk memuat 4 orang penumpang, ruang kaki (legroom) di baris kedua tergolong sangat sempit dan hanya ideal untuk anak-anak dengan tinggi di bawah 150 cm.

Selain itu, jika jok baris kedua ditegakkan, kapasitas bagasi belakang praktis menjadi hampir tidak ada (0 liter). Untuk membawa barang bawaan, jok belakang harus dilipat habis dengan menarik tali tuas yang tersedia.

Impresi Berkendara: Lincah Namun Butuh Pembiasaan

Di jalan raya, Seres E1 menawarkan sensasi berkendara yang sangat lincah (Fun to Drive) berkat radius putar yang kecil dan dimensi bodi yang ringkas, membuatnya sangat andal untuk selap-selip di kemacetan kota maupun saat membelah gang sempit. Bantingan suspensi depan MacPherson Strut dan belakang Torsion Beam with Multilink (dengan ekstra busing) dikalibrasi dengan sangat baik—terasa cukup empuk dan dewasa saat meredam polisi tidur, namun tetap mampu menjaga stabilitas bodi dari gejala limbung (body roll) yang berlebih.

Meskipun demikian, ada beberapa catatan minor yang memerlukan pembiasaan dari pengemudi:

  1. Karakter Pedal Rem: Sentuhan pedal rem terasa cukup dalam (deep). Pengemudi harus menginjak pedal lebih dalam saat membutuhkan daya cengkeram rem mendadak, yang terkadang bisa menimbulkan kepanikan sesaat bagi yang belum terbiasa.

  2. Layout Tombol Konsol Tengah: Posisi sakelar tombol Power Window diletakkan sangat berdekatan dan berdempetan dengan tombol Electric Parking Brake (EPB). Hal ini berpotensi memicu salah tekan saat berkendara.

  3. Feedback Kemudi: Sistem Electronic Power Steering (EPS) miliknya terasa sangat ringan dan minim umpan balik (no feel), bahkan saat melaju pada kecepatan tinggi 80 km/jam, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra.

  4. Karakter Suara Klakson: Suara klakson bawaannya dinilai terlalu imut dan halus, sehingga terkadang kurang direspons atau kurang didengar oleh pengendara lain di jalan raya.

Kesimpulan: DFSK Seres E1 sangat cocok dijadikan sebagai mobil listrik pertama bagi konsumen perkotaan yang mencari kendaraan komuter jarak dekat. Dengan harga mulai Rp189 jutaan, jaminan kelincahan, serta kelengkapan fitur modern seperti EPB dan Cruise Control, mobil ini menjadi paket hemat yang sulit ditandingi di kelas Micro EV saat ini.

Baca Juga: Review Nissan Leaf Facelift: Hatchback Listrik "Low Profile" Mantan Raja Eropa, Masihkah Worth It Melawan Gempuran EV Modern?

Editor : Cholifatun Nisak
#DFSK Seres E1 Indonesia #Review Seres E1 Kabaroto #Mobil Listrik Murah Rp 100 Jutaan #Spesifikasi Seres E1 L Type #Kelemahan Micro EV Seres E1