Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review DFSK Seres E1 L-Type vs Rival Utama: Kupas Tuntas Keunggulan Fitur, Efisiensi Realistis, dan Sensasi Berkendara di Tol!

Cholifatun Nisak • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB
Kupas tuntas review DFSK Seres E1 L-Type. Simak keunggulan rem cakram 4 roda, fitur game unik, kepraktisan colokan Type 2, dan impresi stabilitasnya di jalan tol!
Kupas tuntas review DFSK Seres E1 L-Type. Simak keunggulan rem cakram 4 roda, fitur game unik, kepraktisan colokan Type 2, dan impresi stabilitasnya di jalan tol!

 

 

BLITAR KAWENTAR– Segmen kendaraan listrik murni berukuran ringkas (Micro EV) di Indonesia kian memanas. Menemani Wuling Air EV yang sudah lebih dulu populer, DFSK Seres E1 hadir sebagai opsi alternatif yang kompetitif. Diposisikan di bawah payung PT Sokonindo Automation, Seres sendiri sejatinya merupakan sub-brand bentukan tahun 2016 yang memiliki rekam jejak global kuat, termasuk kemitraan suplai komponen EV untuk Hummer EV di Amerika, Mercedes-Benz, hingga kolaborasi teknologi bersama Huawei (seri Aito) di Tiongkok.

Di pasar tanah air, Seres E1 ditawarkan dalam dua varian: tipe base B-Type (jarak tempuh klaim 180 km) seharga Rp189 juta dan tipe tertinggi L-Type (jarak tempuh klaim 220 km) seharga Rp219 juta On The Road Jakarta. Melalui rangkaian pengujian komprehensif dari jurnalis otomotif senior Kabaroto dan tim Motomobi, berikut adalah bedah tuntas kelebihan, kekhasan fitur, serta catatan berkendara dari Seres E1 L-Type.

 

Performa Motor Listrik dan Karakter Penyaluran Daya

Seres E1 L-Type mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 16,8 kWh yang dipadukan dengan motor listrik penggerak roda belakang (RWD) bertenaga 30 kW (setara 40 HP) dan torsi instan 100 Nm (varian B-Type menggunakan motor 25 kW).

Ketika diuji di jalan raya, mobil ini memiliki dua mode berkendara yang karakternya cukup kontras:

  • Mode Eco: Respons pedal gas sengaja dibatasi oleh komputer untuk menyalurkan tenaga secara bertahap dan halus (walless). Kecepatan maksimal pada mode ini dikunci secara elektronik di angka 85 km/jam pada spidometer (setara kecepatan riil ~79-80 km/jam pada GPS).

  • Mode Sport: Memberikan suntikan tenaga instan yang terasa hingga 30% lebih padat dibanding mode Eco. Dalam pengujian akselerasi drag lurus, mode Sport mampu melarikan mobil dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 16 detik dengan kecepatan puncak mencapai 106 km/jam di spidometer.

Menariknya, kurva penyaluran tenaga Seres E1 dirancang dengan power delay atau jeda respons sekitar 2-3 detik saat berakselerasi dari posisi diam demi faktor keselamatan berkendara bagi pemula. Namun, jeda tersebut akan berkurang drastis ketika mobil berakselerasi dalam kondisi rolling (sudah berjalan).

Efisiensi Energi Realistis dan Kemudahan Colokan Type 2

Dalam hal efisiensi, Seres E1 tergolong sangat hemat untuk sebuah mobil komuter harian. Pada penggunaan konstan di jalan tol dengan mode Eco, konsumsi energinya mampu menyentuh angka optimal 10 hingga 12 km per kWh. Sementara pada pengujian rute kombinasi perkotaan yang padat dan sempat berkendara agresif, konsumsi rata-ratanya berada di kisaran 8,1 kWh per 100 km (setara 6-7 km per kWh). Sebagai gambaran efisiensi biaya, pengisian daya sebesar 6,4 kW di SPKLU umum hanya menghabiskan biaya sekitar Rp17.000 dan sudah bisa diandalkan untuk menempuh jarak 100 km.

Salah satu keunggulan mutlak Seres E1 dibanding para kompetitor di kelasnya adalah penggunaan lubang colokan pengisian daya berstandar internasional tipe Type 2 pada moncong depannya.

"Kelebihannya, pengguna tidak perlu lagi repot membawa atau memasang adaptor tambahan yang membingungkan saat hendak mengisi daya di SPKLU AC Type 2 di Indonesia. Cukup datang dan langsung colok," puji tim penguji Motomobi.

Mobil ini menerima input daya AC maksimal 3,3 kW (3.300 Watt). Proses pengisian daya dari kapasitas baterai 10%-15% hingga menyentuh 100% memerlukan waktu berkisar antara 3,5 hingga 4,5 jam dalam kondisi arus konstan, atau hingga 6-12 jam apabila menggunakan daya rumahan yang lebih rendah (1,7 kW).

Sistem komputer mobil juga dibekali manajemen Regenerative Braking yang aman; ketika baterai terisi penuh 100%, fitur deselerasi regeneratif otomatis dimatikan guna mencegah overcharge, dan baru akan aktif kembali secara bertahap setelah kapasitas baterai menyusut ke angka 95%. Daya regeneratifnya tergolong halus sehingga belum mendukung skema berkendara satu pedal (one-pedal driving).

Desain Eksterior, Kaki-Kaki, dan Ruang Kabin

Dari sektor eksterior, Seres E1 L-Type tampil dengan siluet mengotak yang kaku namun imut, berdimensi panjang 3 meter, lebar 1,4 meter, dan tinggi 1,6 meter dengan ground clearance setinggi 135 mm. Karena jarak sumbu roda (wheelbase) yang sangat pendek, mobil ini dipastikan aman dari gejala gasruk di jalanan bergelombang. Fasia depannya dilengkapi dengan lampu utama halogen proyektor dan DRL LED, sementara varian tertinggi ini sudah mendapatkan hiasan roof rail estetis di bagian atap serta pelek alloy racing ring 13 inci yang dibalut ban ukuran 145/60 R13. Sektor pengereman patut diacungi jempol karena varian L-Type sudah mengadopsi rem cakram (disc brake) di keempat rodanya.

Beralih ke interior, kabin Seres E1 menggunakan material plastik keras yang dikombinasikan dengan panel aksen kayu (wood panel) tiruan yang solid. Pada unit standar, pembungkus joknya menggunakan bahan kain (fabric) dengan tekstur lembut mirip kaos berwarna cerah yang membutuhkan perawatan ekstra agar tidak cepat kotor.

Akomodasi kabin dirancang untuk 4 orang penumpang, namun ruang kaki (legroom) di baris kedua tergolong sangat terbatas dan membuat penumpang dewasa duduk dalam posisi agak jongkok, sehingga lebih ideal untuk anak-anak dengan tinggi di bawah 150 cm. Konsekuensi dari dimensi kompak ini adalah ruang bagasi belakang yang praktis menjadi hampir tidak ada (0 liter) jika jok baris kedua ditegakkan. Untuk membawa barang, jok belakang harus dilipat rata ke depan.

Baca Juga: Review DFSK Seres E1: Micro EV Paling Compact dengan Harga Paling Terjangkau di Kelasnya, Solusi Cerdas Komuter Perkotaan!

Fitur Hiburan Unik dan Catatan Ergonomis Kabin

Seres E1 L-Type dibekali fitur interior yang sangat melimpah di kelasnya. Dasbornya dihuni oleh panel instrumen digital 7 inci yang sangat informatif (menampilkan trip meter, kecepatan rata-rata, energi flow, hingga persentase injakan gas) serta head unit hiburan 8 inci berbasis MP5 dengan konektivitas Bluetooth. Kualitas audionya cukup baik karena sudah mengusung konfigurasi dua buah speaker di pintu kanan dan kiri.

Fitur penunjang berkendara lainnya meliputi:

  • Aplikasi Game Car Auto: Hiburan unik layaknya mobil Tesla versi ekonomis, di mana pengguna bisa menyambungkan smartphone lewat kabel USB untuk dijadikan sebagai controller (stik) game di layar utama.

  • Fitur Keselamatan Elektronik: Terintegrasi dengan Electric Parking Brake (EPB), Auto Vehicle Hold (AVH/Auto Hold), Cruise Control konvensional, Hill Hold Control (HHC), Speed Limiter (pembatas kecepatan dari 40 km/jam), serta Pedestrian Warning System.

Meskipun bertabur fitur modern, aspek ergonomi kabin Seres E1 menyisakan beberapa catatan kritis:

  1. Posisi Duduk & Setir: Posisi berkendara terasa tinggi dengan dasbor rendah. Sayangnya, posisi setir bersifat paten (fixed) tanpa adanya pengaturan tilt & telescopic, serta kontur jok dirasa agak keras dan kurang menopang paha, sehingga berpotensi menimbulkan lelah atau sakit pinggang jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

  2. Sistem Pengunci Pintu Otomatis: Mobil ini tidak memiliki tombol fisik maupun digital untuk Central Door Lock. Pintu akan mengunci otomatis secara elektrik (auto lock by speed) saat melaju di atas 20 km/jam. Untuk membuka kunci pintu dari dalam, penumpang cukup menarik tuas handle pintu bagian dalam. Mekanisme ini memerlukan kewaspadaan ekstra tinggi apabila Anda membawa anak kecil agar mereka tidak menarik tuas secara tidak sengaja saat mobil melaju.

  3. Layout Tombol Konsol Tengah: Tombol pengoperasian Power Window diletakkan sangat berdekatan dan berdempetan dengan tombol rem tangan elektrik (EPB) di konsol tengah, yang rawan memicu salah tekan bagi pengemudi yang belum terbiasa.

  4. Display Kontrol AC: Pengaturan AC menggunakan panel sentuh (touch panel) kapasitif yang berada di dasbor. Uniknya, indikator visual seperti tingkat kecepatan kipas (fan speed) dan temperatur justru tidak muncul di layar tengah, melainkan muncul di layar panel instrumen spidometer di depan pengemudi. Hal ini membuat penumpang kiri tidak bisa melihat setelan AC yang sedang diubah.

  5. Kekurangan Minor Lainnya: Karakter hembusan AC dirasa kurang dingin secara maksimal pada kondisi terik, kaca spion luar berukuran besar lebar (rebing) namun belum dilengkapi fitur pelipatan elektrik (electric retrack), serta karakter suara klakson bawaan yang dinilai terlalu halus dan imut sehingga kurang direspons oleh pengendara lain di jalanan padat.

Impresi Pengendalian: Lincah di Kota, Stabil di Jalan Tol

Di medan perkotaan, Seres E1 merupakan senjata yang sangat ampuh. Visibilitasnya luar biasa luas berkat kaca-kaca berukuran besar. Dimensi bodi yang pendek layaknya "serutan pensil beroda" dan radius putar yang kecil membuat mobil ini sangat menyenangkan (fun to drive) dan mudah digunakan oleh siapa saja untuk bermanuver selap-selip di kemacetan, membelah gang sempit yang biasa dilalui motor, hingga parkir di ruang-ruang terbatas. Kekedapan kabinnya dari suara luar juga dinilai sedikit lebih senyap dibandingkan rival utamanya.

Karakter pedal remnya memiliki ciri khas tersendiri, di mana injakan awal terasa kurang memberikan respons gigitan (deep), dan daya pengereman pakem baru akan terasa mendadak saat pedal ditekan lebih dalam, sehingga memerlukan proses adaptasi kehalusan kaki pengemudi.

Saat dibawa melaju konstan di jalan tol pada kecepatan 80 km/jam, bobot kemudinya akan otomatis memberat secara elektrik. Walaupun bodi ringkasnya tetap tidak bisa menghindar dari hempasan angin samping (crosswind) dari kendaraan besar, racikan suspensi depan MacPherson Strut dan belakang Torsion Beam dengan Multilink (ekstra busing) milik Seres E1 dinilai memiliki karakter yang sedikit kaku namun kokoh. Karakteristik ini membuat ayunan suspensinya terasa lebih mantap, minim gejala mental-mentul, dan terasa lebih memberikan rasa yakin (stabil) mencengkeram aspal di jalan tol dibandingkan kompetitor terdekatnya.

Kesimpulan: DFSK Seres E1 L-Type adalah sebuah mobil listrik mikro yang berfungsi dengan sangat baik layaknya mobil komuter perkotaan harian. Mobil ini sangat cocok bagi konsumen (seperti ibu rumah tangga atau pekerja kantoran) yang membutuhkan kendaraan kedua untuk keperluan antar-jemput anak sekolah atau belanja ke supermarket di area padat lalu lintas. Dengan harga yang lebih terjangkau, kehadiran fitur premium seperti Cruise Control, rem cakram 4 roda, dan kepraktisan colokan Type 2 langsung menjadi penentu mutlak apakah Anda akan meminangnya sebagai mobil listrik pertama di garasi rumah.

Baca Juga: Review Kupas Tuntas DFSK Seres E1 L-Type: Micro EV Ekonomis Rasa Tesla yang Gesit, Apa Saja Kelebihan dan Catatan Uniknya?

Editor : Cholifatun Nisak
#DFSK Seres E1 L Type #Kelemahan DFSK Seres E1 #Review Seres E1 Motomobi #Spesifikasi Seres E1 Indonesia #Mobil Listrik Rp 200 Jutaan