BLITAR KAWENTAR– Ajang pameran kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) menjadi panggung unjuk gigi bagi PT Sokonindo Automation (DFSK). Menariknya, jika lini kendaraan komersial bertenaga setrum seperti DFSK Gelora E (baik varian Blind Van maupun Minibus) difokuskan untuk kebutuhan niaga dan logistik perusahaan besar seperti JNE dan PLN, DFSK kini resmi memperkenalkan Seres sebagai merek signature khusus untuk jajaran mobil listrik penumpang perkotaan (passenger EV).
Lini perdana yang langsung menyita perhatian pengunjung adalah DFSK Seres E1 (atau akrab disapa Seres "Iwan" oleh para pencinta otomotif). Menantang langsung dominasi Wuling Air EV, mobil listrik mungil berkonsep city car ini diperkenalkan dalam dua pilihan varian utama, yakni Standard Type dan Luxury Type. Berdasarkan impresi awal dari kanal Motomobi, berikut adalah bedah detail spesifikasi kedua varian tersebut.
Eksterior: Dimensi Lebih Panjang dan Rem Cakram Ganda
Secara proporsi bodi, Seres E1 memiliki bentuk kompak yang dinilai sedikit lebih panjang 330 mm dibandingkan dengan Wuling Air EV. Kendati memiliki jarak terendah ke tanah (ground clearance) setinggi 135 mm yang terkesan rendah, mobil ini dipastikan aman dari gejala mentok atau gesrot berkat jarak sumbu roda (wheelbase) yang sangat pendek khas micro car.
Desain fasia depan kedua varian sekilas terlihat serupa, mengandalkan lampu utama halogen proyektor yang dipadukan dengan aksen lampu LED horizontal yang memanjang di bawah kap depan. Namun, varian Luxury membawa beberapa peningkatan visual dan fungsional yang signifikan:
-
Sektor Kaki-kaki: Jika varian Standard masih dibekali pelek kaleng, varian Luxury Type sudah menggunakan pelek alloy racing ring 13 inci dengan profil ban 145/60 R13. Hebatnya lagi, varian Luxury sudah mengadopsi rem cakram (disc brake) di keempat rodanya (depan-belakang).
-
Detail Aksesoris: Pada varian Luxury, bagian atapnya sudah dilengkapi dengan komponen roof rail sebagai pemanis tampilan, serta spion luar lebar yang terintegrasi dengan lampu sein LED. Namun, kaca spion ini masih bersifat permanen alias belum memiliki fitur pelipatan elektrik (electric retrack).
Satu keunggulan mutlak yang disukai dari Seres E1 adalah port pengisian daya di moncong depan yang sudah menggunakan standar AC Type 2.
"Kehadiran slot Type 2 ini sangat praktis karena pemilik mobil bisa langsung mencolokkan wall charger di rumah atau dispenser SPKLU umum di Indonesia tanpa perlu repot menggunakan adaptor tambahan lagi," tulis tim penguji Motomobi dalam ulasannya.
Proses pengisian daya dari kapasitas 10% hingga 90% diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 4,5 jam.
Interior Varian Standard vs Luxury Type
Perbedaan paling kontras antara kedua varian langsung terasa begitu melongok ke dalam area kabin.
-
Varian Standard Type: Tampil sangat minimalis untuk mengejar efisiensi harga. Di area dasbor hanya tersedia panel instrumen digital (instrument cluster) di balik kemudi tanpa adanya layar head unit hiburan di bagian tengah.
-
Varian Luxury Type: Menyajikan atmosfer kabin yang jauh lebih premium dan bernuansa hangat. Dasbornya dihiasi panel bermotif kayu (wood panel) serta dipermanis oleh aksen berwarna emas (golden) di sekitar lubang AC. Penggunaan aksen emas ini tergolong jamak pada mobil asal Tiongkok karena dipercaya melambangkan keberuntungan.
Pada varian Luxury, sektor hiburan dikawal oleh head unit layar sentuh yang sudah dibekali konektivitas lengkap seperti Bluetooth, pemutar musik/video, radio, serta sistem navigasi GPS terintegrasi yang mendukung voice control. Setirnya pun terasa eksklusif karena sudah dibalut material kulit yang nyaman digenggam.
Kenyamanan Row Kedua dan Kapasitas Bagasi
Akses masuk ke kabin belakang Seres E1 tergolong mudah berkat konfigurasi dua pintu samping yang dirancang berukuran besar. Namun, konfigurasi ruang kaki (legroom) di baris kedua dirasakan cukup terbatas bagi penumpang dewasa dengan postur tinggi 172 cm (lutut cenderung mentok ke jok depan), sehingga baris belakang lebih ideal diisi oleh anak-anak untuk keperluan komuter jarak dekat.
Untuk kapasitas bagasi, ketika semua jok tegak menampung 4 penumpang, Seres E1 masih menyisakan sedikit ruang kompartemen yang cukup dalam untuk membawa tas ransel sekolah atau belanjaan pasar ringan. Jika membutuhkan ruang kargo ekstra, jok baris kedua bisa dilipat ke depan meskipun pelipatannya belum bisa rata lantai (flat deck).
Fitur Berkendara Premium di Kelasnya
Meskipun masuk dalam kategori mobil listrik murah, Seres E1 Luxury Type membawa deretan fitur modern yang siap membuat kompetitornya ketar-ketir:
-
Rem Tangan Elektrik & Auto Hold: Pengoperasian rem parkir sudah menggunakan tombol jari elektrik (Electric Parking Brake) serta ditemani fitur Auto Hold di konsol tengah, berdampingan dengan tombol Power Window.
-
Tombol Start/Stop Engine: Berbeda dengan kompetitornya yang menyala otomatis saat mendeteksi rem, Seres E1 masih menggunakan tombol fisik Push Start Button di sisi kanan dasbor untuk menyalakan dan mematikan sistem mobil.
-
Cruise Control: Fitur premium ini sudah tersemat secara bawaan di sisi kanan setir, sebuah nilai tambah besar yang belum dimiliki oleh varian standar rival terdekatnya.
-
Panel AC Digital: Pengaturan suhu dan embusan angin AC sudah menggunakan panel sentuh kapasitif (touchscreen) yang modern.
-
Jok Model Rekaro: Desain kursi depan menganut model semi-bucket sporti terintegrasi dengan balutan kulit sintetis yang empuk dan posisi berkendara yang proper (terasa lebih tinggi dan tidak terlalu amblas ke bawah).
Performa Motor dan Estimasi Harga
Di sektor dapur pacu, Seres E1 dibekali motor listrik yang mampu memproduksi tenaga maksimal 40,2 HP dan torsi instan mencapai 100 Nm, sebuah catatan performa yang setara untuk membelah kepadatan kota.
Perbedaan jarak tempuh antar varian disesuaikan dengan kapasitas baterainya. Varian Standard Type diestimasikan mampu menjelajah hingga jarak 150-190 km dengan proyeksi harga yang sangat terjangkau di bawah Rp200 juta (kisaran Rp190 jutaan). Sementara itu, varian Luxury Type mampu menempuh jarak lebih jauh hingga 230 km dengan estimasi harga yang tetap kompetitif di kisaran Rp220 juta hingga Rp230 jutaan (di bawah Rp250 juta).
Kesimpulan: DFSK Seres E1 membawa angin segar di pasar Micro EV tanah air. Dengan menawarkan dua opsi varian, kehadiran rem cakram empat roda, fitur Cruise Control, hingga kepraktisan colokan Type 2 tanpa adaptor, mobil mungil ini berpotensi besar menjadi pilihan rasional baru bagi konsumen yang mendambakan mobil listrik komuter harian berharga bersahabat.