BLITAR KAWENTAR – Infinix Hot 70 kembali menjadi perbincangan di pasar smartphone Indonesia.
Di tengah kenaikan harga komponen yang membuat harga ponsel semakin mahal pada 2026, perangkat ini hadir dengan menawarkan spesifikasi yang masih tergolong kompetitif di kelas Rp2 jutaan.
Dalam ulasan yang beredar di YouTube, Infinix Hot 70 disebut masih mempertahankan identitas seri Hot yang selama ini dikenal memiliki value tinggi dengan harga terjangkau. Meski demikian, beberapa kompromi tetap harus diterima pengguna.
Varian termurah Infinix Hot 70 dibanderol sekitar Rp2,2 juta untuk konfigurasi RAM 4GB dan penyimpanan 128GB.
Sementara varian RAM dan memori lebih besar mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Desain Jadi Salah Satu Nilai Jual Utama
Dari sisi desain, Infinix Hot 70 tampil cukup meyakinkan. Varian warna Quiet Violet menghadirkan kesan premium berkat finishing belakang yang halus serta motif unik yang membuatnya berbeda dari pesaing di kelas harga serupa.
Material yang digunakan memang masih polikarbonat, namun kualitas finishing dinilai mampu memberikan kesan lebih mahal dibanding harga jualnya.
Selain itu, pengguna juga mendapatkan fitur tambahan seperti lampu notifikasi Active Halo Lighting yang dapat menyala saat menerima notifikasi, bermain game, hingga proses pengisian daya.
Spesifikasi Lengkap Masih Kompetitif
Infinix Hot 70 dibekali chipset MediaTek Helio G100 yang dipadukan dengan RAM hingga 6GB serta penyimpanan UFS. Ponsel ini juga masih mempertahankan sejumlah fitur penting seperti NFC, gyro fisik, stereo speaker, serta slot microSD terpisah.
Baterai berkapasitas 6.000 mAh menjadi salah satu daya tarik utama. Dukungan pengisian cepat 45 watt juga membuat perangkat ini lebih unggul dibanding sebagian kompetitor di kelas yang sama.
Untuk urusan software, Infinix memberikan dukungan hingga tiga kali upgrade sistem operasi dan lima tahun pembaruan keamanan.
Layar Jadi Kelemahan Terbesar
Meski menawarkan banyak kelebihan, layar menjadi sektor yang paling banyak mendapat kritik.
Infinix Hot 70 menggunakan panel 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Pergerakan animasi memang terasa mulus, tetapi resolusi yang masih HD+ serta tingkat kecerahan yang terbatas membuat pengalaman penggunaan di luar ruangan kurang optimal.
Dalam pengujian, layar terlihat cukup redup saat digunakan di bawah cahaya matahari. Kondisi ini membuat klaim Ultra Bright Display dianggap belum sepenuhnya sesuai ekspektasi.
Performa Gaming Masih Aman
Untuk kebutuhan gaming, Helio G100 masih mampu menjalankan Mobile Legends dengan frame rate tinggi hingga 90 fps.
Performa tergolong stabil untuk game kompetitif ringan hingga menengah. Namun, ketika digunakan memainkan game berat seperti Genshin Impact, performanya mulai terasa terbatas dengan frame rate berkisar 25-30 fps.
Suhu perangkat saat bermain game juga masih tergolong normal di kisaran 43-44 derajat Celsius.
Kamera Jadi Kejutan Menyenangkan
Sektor kamera justru menjadi salah satu kejutan terbesar.
Kamera utama 50 MP mampu menghasilkan foto dengan warna hidup dan detail yang baik. Bahkan hasilnya disebut mendekati kualitas smartphone di kelas Rp3-4 jutaan.
Kemampuan fotografi malam juga cukup memuaskan karena mampu menjaga detail serta mengurangi efek cahaya berlebih pada lampu.
Kamera depan mendukung perekaman video 1080p 30 fps dan dilengkapi fitur stabilisasi yang cukup membantu saat merekam sambil berjalan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Infinix Hot 70 masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari smartphone murah dengan fitur lengkap. Varian RAM 4GB dan memori 128GB menjadi opsi yang paling layak dipertimbangkan karena menawarkan nilai terbaik.
Namun, bagi pengguna yang memiliki anggaran mendekati Rp3 juta, tersedia beberapa alternatif yang dinilai lebih menarik seperti Infinix Hot 60 Pro maupun Redmi Note 15 yang menawarkan kualitas layar lebih baik.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan