Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Samsung Galaxy A57 Bikin Kontroversi! Upgrade Tipis, Desain Lebih Premium, Tapi Performa dan Kamera Masih “Stuck” di Level Lama

Gita Dwi Nuraini • Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB
Samsung Galaxy A57 hadir dengan desain baru, tapi upgrade minim. Performa dan kamera masih mirip A56, apakah worth it?(Gemini AI)
Samsung Galaxy A57 hadir dengan desain baru, tapi upgrade minim. Performa dan kamera masih mirip A56, apakah worth it?(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Kehadiran Samsung Galaxy A57 kembali menjadi sorotan di pasar smartphone mid-range Indonesia. Meski membawa sejumlah peningkatan dari generasi sebelumnya, perangkat ini justru menuai perdebatan karena dinilai tidak memberikan lompatan signifikan dibanding pendahulunya, Galaxy A56.

Dalam ulasan awal yang ramai dibahas di komunitas teknologi, Samsung Galaxy A57 disebut masih mengandalkan pendekatan “aman” dari Samsung, terutama dalam mempertahankan basis pengguna setianya. Banyak pengguna mengaku tetap memilih Samsung karena faktor kenyamanan ekosistem, meski pesaing seperti Xiaomi, Poco, Realme, hingga Vivo semakin agresif menawarkan spesifikasi lebih tinggi di harga serupa.

Fenomena ini membuat Samsung Galaxy A57 menjadi produk yang menarik sekaligus kontroversial di segmen mid-range, karena di satu sisi tetap laris, namun di sisi lain dianggap kurang inovatif oleh sebagian pengamat teknologi.

Baca Juga: Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo

Desain Samsung Galaxy A57 Jadi Nilai Jual Utama

Perubahan paling terasa dari Samsung Galaxy A57 ada pada sektor desain. Smartphone ini kini hadir dengan bobot lebih ringan sekitar 180 gram, lebih tipis dengan ketebalan 6,9 mm, serta peningkatan kenyamanan saat digenggam. Material yang digunakan juga tetap premium, dengan Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang serta frame aluminium solid.

Selain itu, Samsung meningkatkan ketahanan air menjadi IP68, naik dari IP67 pada generasi sebelumnya. Hal ini memungkinkan perangkat bertahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 30 menit. Dari sisi tampilan, bezel layar juga dibuat lebih tipis sehingga memberikan kesan modern yang lebih segar dibanding Galaxy A56.

Desain kamera belakang turut mengalami perubahan mengikuti gaya flagship Samsung terbaru, membuat Samsung Galaxy A57 terlihat lebih elegan dan konsisten dengan lini Galaxy S series.

Performa dan Kamera Masih Jadi Sorotan

Meski tampil lebih segar, sektor performa Samsung Galaxy A57 dinilai tidak banyak berubah. Smartphone ini masih mengandalkan chipset Exynos generasi baru yang hanya mengalami perubahan kecil pada konfigurasi core, tanpa lonjakan teknologi signifikan.

Dalam pengujian awal, performa gaming masih terbatas. Game berat seperti Genshin Impact hanya berjalan di kisaran 40 FPS pada pengaturan medium dengan suhu yang bisa mendekati 48 derajat Celsius. Bahkan untuk game kompetitif seperti Mobile Legends, stabilitas 120 FPS masih belum konsisten.

Sektor kamera juga menjadi bahan kritik. Samsung Galaxy A57 masih menggunakan konfigurasi kamera yang sama seperti generasi sebelumnya, yaitu kamera utama 50 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP tanpa lensa telefoto. Hasil foto dinilai tidak jauh berbeda dari Galaxy A56, dengan karakter warna cerah namun cenderung flat.

Meski begitu, peningkatan kecil terlihat pada perekaman video, terutama dalam transisi zoom yang lebih halus serta stabilisasi yang lebih baik pada kamera depan saat merekam video 4K 30 FPS.

Baca Juga: Inilah Sosok Nakhoda Anyar PKB Kabupaten Blitar, Bidik Kemenangan di Pileg- Pilkada 2029

Baterai dan Fitur: Stabil Tanpa Inovasi Besar

Dari sisi daya, Samsung Galaxy A57 masih membawa baterai 5.000 mAh dengan daya tahan yang tergolong standar untuk kelasnya. Pengisian daya cepat 45W mampu mengisi hingga sekitar 79% dalam 40 menit, namun pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 10 menit.

Fitur lain seperti NFC, Bluetooth 6.0, dan WiFi 6E menjadi nilai tambah. Namun, absennya wireless charging serta slot microSD membuat sebagian pengguna merasa fitur perangkat ini masih kurang fleksibel dibanding kompetitor.

Baca Juga: Pemkot Blitar Beberkan Perkembangan Regulasi Baru Program MBG 

Harga Samsung Galaxy A57 Jadi Faktor Penentu

Harga menjadi faktor paling krusial dalam menentukan posisi Samsung Galaxy A57 di pasar. Berdasarkan informasi resmi, harga perangkat ini berada di kisaran Rp7,7 juta hingga Rp8,3 juta untuk varian tertinggi.

Namun di pasar e-commerce, harga Samsung Galaxy A57 sudah turun ke kisaran Rp6,8 juta hingga Rp7 juta. Selisih harga ini membuatnya lebih kompetitif dibanding harga resmi yang dianggap terlalu tinggi oleh sebagian pengamat.

Jika dibandingkan dengan kompetitor di kelas yang sama, beberapa pengguna bahkan menilai ada opsi lain yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi di harga serupa, membuat Samsung harus bersaing lebih ketat di segmen mid-range.

Aman, Tapi Kurang Menggigit

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 tetap menjadi pilihan aman bagi pengguna yang mengutamakan merek, desain premium, dan dukungan software jangka panjang hingga 6 tahun. Namun dari sisi inovasi, perangkat ini dinilai masih bermain di zona nyaman Samsung.

Meski begitu, daya tarik utama Samsung sebagai brand terpercaya membuat Galaxy A57 tetap memiliki pasar kuat, terutama di kalangan pengguna yang menginginkan smartphone stabil tanpa banyak risiko.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Samsung Galaxy A57 #review A57 #perbandingan A56 A57 #HP Samsung midrange #chipset Exynos 1680