BLITAR KAWENTAR - Samsung Galaxy A57 5G menjadi sorotan di pasar smartphone kelas menengah tahun 2026. Kehadiran perangkat terbaru dari Samsung ini langsung memancing perhatian karena membawa perubahan signifikan di sisi desain, namun sekaligus menimbulkan perdebatan soal peningkatan performa yang dinilai tidak terlalu besar dibanding pendahulunya.
Sejak awal kemunculannya, Samsung Galaxy A57 5G sudah mencuri perhatian berkat bodi yang kini lebih tipis dan ringan. Bobotnya hanya sekitar 177–179 gram dengan ketebalan 6,9 mm, membuatnya terasa lebih nyaman digenggam untuk penggunaan harian. Selain itu, penggunaan material kaca Gorilla Glass Victus Plus dan frame metal membuat kesan premiumnya tetap terjaga meskipun masuk kategori midrange.
Baca Juga: Pemkot Blitar Beberkan Perkembangan Regulasi Baru Program MBG
Desain Lebih Tipis dan Modern Jadi Daya Tarik Utama
Perubahan paling terlihat dari Samsung Galaxy A57 5G adalah desainnya yang semakin modern. Bezel layar kini dibuat lebih tipis, meskipun bagian dagu masih sedikit lebih tebal dibanding sisi lainnya. Meski begitu, secara keseluruhan tampilannya dianggap lebih rapi dan kekinian. Peningkatan juga terlihat pada sertifikasi ketahanan air yang kini naik ke IP68, membuat perangkat lebih aman terhadap debu dan air.
Dari sisi layar, perangkat ini membawa panel Super AMOLED Plus 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz. Kualitas visual tetap konsisten dengan generasi sebelumnya, menghadirkan warna yang tajam, kontras tinggi, serta tingkat kecerahan yang cukup tinggi hingga lebih dari 1.800 nits pada peak brightness. Hal ini membuatnya tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan.
Baca Juga: Inilah Sosok Nakhoda Anyar PKB Kabupaten Blitar, Bidik Kemenangan di Pileg- Pilkada 2029
Performa Exynos 1680: Naik Tipis, Tapi Belum Revolusioner
Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy A57 5G dibekali chipset Exynos 1680. Chip ini membawa peningkatan sekitar 10–15% dibanding generasi sebelumnya, terutama pada CPU dan GPU. Namun peningkatan tersebut dinilai belum cukup signifikan untuk memberikan lompatan performa besar.
Untuk penggunaan harian seperti media sosial, multitasking, hingga editing ringan, perangkat ini masih sangat mumpuni. Bahkan aplikasi editing video seperti CapCut masih dapat berjalan lancar pada resolusi 1080p. Namun untuk gaming berat, performanya mulai menunjukkan batasnya. Game seperti Genshin Impact hanya stabil di kisaran 30–45 FPS pada setting medium, dengan suhu perangkat yang bisa meningkat cukup tinggi.
Meski begitu, Samsung tetap memberikan sistem pendingin vapor chamber yang diklaim lebih besar 13% dibanding generasi sebelumnya, meski dampaknya tidak terlalu signifikan dalam penggunaan ekstrem.
Baca Juga: Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo
Kamera, Baterai, dan Fitur AI
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A57 5G masih mempertahankan konfigurasi 50MP kamera utama, 12MP ultrawide, dan 5MP makro. Tidak ada kehadiran lensa telefoto, yang menjadi salah satu catatan penting mengingat kompetitor di kelas harga yang sama sudah mulai menyediakannya.
Kualitas foto masih tergolong konsisten dengan karakter warna cerah dan detail yang cukup tajam. Namun peningkatan signifikan lebih terasa pada sektor video, terutama transisi lensa yang kini lebih mulus dan dukungan perekaman 4K di semua kamera.
Untuk baterai, kapasitas 5000 mAh tetap dipertahankan dengan dukungan fast charging 45W. Dalam pengujian, daya tahan baterai tergolong stabil untuk penggunaan normal seperti streaming dan media sosial. Fitur One UI 8.5 berbasis Android 16 juga membawa sejumlah fitur AI seperti voice transcription offline, object eraser, hingga circle to search yang semakin ditingkatkan.
Menariknya, fitur keamanan seperti Knox Security kini semakin diperkuat dengan hadirnya private album yang sebelumnya hanya tersedia di seri flagship. Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan foto dan video secara lebih aman langsung di aplikasi galeri.
Harga
Dengan harga yang berada di kisaran Rp6,8 juta hingga Rp8,9 juta tergantung varian, Samsung Galaxy A57 5G berada di posisi yang cukup kompetitif. Namun selisih harga dengan Galaxy A56 membuat sebagian pengguna mempertimbangkan apakah upgrade ini benar-benar sepadan.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G lebih menonjol di desain, kenyamanan penggunaan, dan ekosistem software. Namun dari sisi performa gaming dan kamera, peningkatannya tergolong minor. Smartphone ini lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan, brand trust, dan dukungan software jangka panjang hingga 6 tahun.
Editor : Gita Dwi Nuraini