BLITAR KAWENTAR - Infinix Hot 70 kembali menjadi perbincangan di pasar smartphone entry level.
Seri Hot yang selama ini dikenal menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau kini hadir membawa sejumlah peningkatan menarik.
Namun, di balik kelebihannya, ada beberapa catatan yang membuat perangkat ini tidak sepenuhnya sempurna.
Infinix Hot 70 menjadi salah satu HP Rp2 jutaan yang banyak dinantikan karena reputasi seri Hot yang selama beberapa tahun terakhir konsisten menghadirkan value for money.
Di tengah tren kenaikan harga komponen smartphone, kehadiran Infinix Hot 70 dianggap masih mampu menjaga keseimbangan antara harga dan spesifikasi.
Varian termurah Infinix Hot 70 dibanderol sekitar Rp2,2 juta dengan konfigurasi RAM 4 GB dan memori internal 128 GB.
Sementara varian RAM dan penyimpanan yang lebih besar mengalami kenaikan harga cukup signifikan.
Desain Premium Jadi Nilai Jual Utama
Saat pertama kali dilihat, Infinix Hot 70 tampil dengan desain yang cukup menarik untuk kelas harganya. Bagian belakang menggunakan finishing halus yang disebut "baby smooth finish" dengan tekstur visual menyerupai pola ekor ikan cupang.
Pilihan warna yang beragam juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, modul kamera dibuat lebih premium dengan aksen transparan yang memberikan kesan mewah meski material utama masih menggunakan polikarbonat.
Kelengkapan penjualan juga tergolong lengkap. Pengguna mendapatkan charger 45 watt, kabel USB Type-C, casing pelindung, serta slot triple yang mendukung dua kartu SIM dan satu microSD secara bersamaan.
Spesifikasi Infinix Hot 70
Infinix Hot 70 mengandalkan chipset MediaTek Helio G100 yang dipadukan dengan penyimpanan UFS dan RAM LPDDR4X. Smartphone ini juga dibekali baterai besar 6.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt.
Fitur tambahan seperti NFC, gyro fisik, speaker stereo, sertifikasi IP65, serta jaminan pembaruan software hingga lima tahun menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di kelas harga serupa.
Untuk gaming, performanya masih cukup kompetitif. Game populer seperti Mobile Legends dapat berjalan hingga 90 fps dengan pengalaman bermain yang relatif lancar. Namun untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya mulai terasa terbatas dengan frame rate berkisar 25-30 fps.
Kamera Jadi Kejutan Besar
Salah satu aspek yang paling menarik dari Infinix Hot 70 adalah sektor kamera. Kamera utama 50 MP mampu menghasilkan foto dengan detail yang baik serta warna yang hidup.
Hasil foto siang hari terlihat tajam tanpa efek sharpening berlebihan. Bahkan untuk pemotretan malam, kualitas gambar masih cukup memuaskan dengan kontrol cahaya yang baik dan minim blur.
Kamera depan juga menghasilkan warna kulit yang natural. Perekaman video mendukung resolusi 1080p 30 fps dengan fitur stabilisasi yang membantu mengurangi guncangan saat merekam.
Layar Jadi Titik Lemah
Meski memiliki banyak kelebihan, layar menjadi aspek yang paling banyak mendapat kritik. Infinix Hot 70 masih menggunakan panel HD+ 720p dengan refresh rate 120 Hz.
Masalah utama bukan pada refresh rate, melainkan tingkat kecerahan yang dinilai kurang maksimal saat digunakan di luar ruangan. Dalam kondisi cahaya matahari, layar terlihat kurang terang dibanding sejumlah pesaing di kelas harga yang sama.
Meski warna layar masih tergolong baik untuk penggunaan sehari-hari, kualitas visual secara keseluruhan dianggap belum sebanding dengan peningkatan harga yang ditawarkan.
Secara keseluruhan, Infinix Hot 70 tetap layak dipertimbangkan terutama untuk varian termurah Rp2 jutaan. Kamera, desain, baterai, dan fitur pendukung menjadi nilai jual utama. Namun bagi pengguna dengan budget mendekati Rp3 juta, terdapat beberapa alternatif lain yang menawarkan layar lebih baik dan spesifikasi yang lebih seimbang.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan