BLITAR KAWENTAR – Samsung Galaxy S26 Ultra kembali menjadi sorotan setelah sejumlah reviewer teknologi membedah kelebihan dan kekurangannya dibanding pendahulunya, S25 Ultra. Smartphone flagship terbaru ini disebut membawa peningkatan signifikan di beberapa sektor, namun di sisi lain juga menyisakan sejumlah catatan yang membuat keputusan upgrade tidak sesederhana yang dibayangkan.
Baca Juga: Pemkot Blitar Beberkan Perkembangan Regulasi Baru Program MBG
Privacy Display Jadi Fitur Paling Menonjol
Salah satu fitur yang paling disorot pada Samsung Galaxy S26 Ultra adalah hadirnya privacy display berbasis hardware. Teknologi ini memungkinkan layar hanya bisa dilihat jelas dari depan, sementara dari samping atau sudut lain tampilan akan terlihat gelap.
Fitur ini dinilai sangat berguna dalam situasi publik, seperti saat menggunakan mobile banking di transportasi umum atau tempat ramai. Pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini secara fleksibel, bahkan mengatur aplikasi tertentu yang ingin dilindungi. Karena berbasis hardware, fitur ini dipastikan tidak akan tersedia di S25 Ultra melalui pembaruan software.
Selain itu, fitur ini juga dapat menyembunyikan notifikasi pop-up agar tidak terlihat oleh orang sekitar, sehingga meningkatkan privasi pengguna secara signifikan.
Baca Juga: Inilah Sosok Nakhoda Anyar PKB Kabupaten Blitar, Bidik Kemenangan di Pileg- Pilkada 2029
Kamera Lebih Terang dengan Aperture Lebih Besar
Dari sisi kamera, Samsung Galaxy S26 Ultra membawa peningkatan pada bukaan lensa utama dan telefoto. Meski sama-sama menggunakan sensor 200 MP seperti S25 Ultra, aperture yang lebih besar membuat hasil foto lebih terang, terutama pada kondisi low light.
Pada pengujian, kamera S26 Ultra mampu menangkap detail lebih baik di kondisi minim cahaya seperti konser atau malam hari. Noise juga terlihat lebih rendah dibanding generasi sebelumnya. Pada lensa telefoto, detail tekstur objek seperti pepohonan terlihat lebih tajam, terutama pada zoom 5x hingga 10x.
Untuk video, peningkatan terlihat pada pengolahan cahaya yang lebih rapi dan stabilisasi yang lebih halus, membuat hasil rekaman lebih bersih dan profesional.
Baca Juga: Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo
Performa Naik, Tapi Bukan Lonjakan Besar
Samsung Galaxy S26 Ultra dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang telah dioptimalkan khusus. Berdasarkan pengujian, skor AnTuTu meningkat sekitar 24 persen dibanding S25 Ultra, sementara Geekbench mencatat kenaikan hingga 35 persen pada single-core.
Meski begitu, suhu perangkat tetap berada di kisaran 43–44 derajat Celsius saat beban berat, menunjukkan bahwa peningkatan performa tidak serta-merta membuat perangkat lebih dingin. Vapor chamber yang lebih besar membantu menjaga stabilitas performa, namun tidak memberikan perubahan ekstrem pada suhu.
Desain Lebih Ringan, Tapi Ada Kompromi Material
Dari sisi desain, Samsung Galaxy S26 Ultra kini lebih ringan dan tipis dibanding S25 Ultra. Bobot berkurang beberapa gram dan bentuk bodi dibuat lebih rounded sehingga lebih nyaman digenggam.
Namun, ada perubahan material yang menjadi perdebatan. Jika S25 Ultra menggunakan titanium, S26 Ultra kembali ke aluminium. Samsung menyebut perubahan ini bertujuan untuk efisiensi panas dan pengurangan bobot. Meski demikian, sebagian pengguna menilai titanium terasa lebih premium.
Alasan Tidak Perlu Upgrade
Di sisi lain, banyak alasan yang membuat pengguna S25 Ultra tidak wajib melakukan upgrade. Kapasitas baterai masih sama di 5.000 mAh tanpa peningkatan signifikan. Performa baterai hanya sedikit lebih efisien karena chipset baru.
Layar juga tidak mengalami perubahan besar dari segi kualitas visual, hanya penambahan fitur privacy display. Material titanium yang dianggap lebih premium justru digantikan aluminium, meski lebih ringan.
Selain itu, fitur software seperti AI, horizontal lock, hingga Now Notch diperkirakan tetap akan hadir di S25 Ultra melalui pembaruan sistem, sehingga tidak menjadi alasan kuat untuk upgrade.
Editor : Gita Dwi Nuraini