BLITAR KAWENTAR - Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi salah satu flagship paling banyak dibicarakan setelah digunakan selama satu bulan penuh dalam berbagai aktivitas harian. Mulai dari penggunaan di luar ruangan, perjalanan, hingga kebutuhan kerja dan hiburan, Samsung Galaxy S26 Ultra memperlihatkan kombinasi inovasi besar sekaligus sejumlah kompromi yang cukup terasa di penggunaan nyata.
Selama masa pemakaian tersebut, Samsung Galaxy S26 Ultra menunjukkan identitasnya sebagai perangkat yang fokus pada pengalaman pengguna, terutama di sisi privasi dan performa. Namun, beberapa sektor seperti kamera dan baterai masih mempertahankan pendekatan evolusioner, bukan revolusioner. Hal ini membuat perangkat ini menarik sekaligus memunculkan perdebatan di kalangan pengguna flagship.
Di sisi lain, Samsung Galaxy S26 Ultra juga memperkenalkan fitur baru yang langsung mencuri perhatian, yakni privacy display berbasis hardware. Teknologi ini membuat layar hanya dapat terlihat jelas dari sudut lurus, sementara dari samping tampilan menjadi samar. Fitur ini bisa diaktifkan secara manual maupun otomatis pada aplikasi tertentu, termasuk aplikasi sensitif seperti perbankan dan pesan instan, sehingga meningkatkan keamanan visual di ruang publik.
Baca Juga: Inilah Sosok Nakhoda Anyar PKB Kabupaten Blitar, Bidik Kemenangan di Pileg- Pilkada 2029
Layar dengan Privacy Display Jadi Sorotan Utama
Samsung Galaxy S26 Ultra membawa teknologi layar dengan sistem dual arah cahaya piksel yang memungkinkan pengaturan sudut pandang. Saat fitur privacy display aktif, sebagian piksel dengan sudut lebar dimatikan dan hanya menyisakan piksel sudut sempit untuk menjaga fokus tampilan ke pengguna utama. Dampaknya, layar menjadi lebih privat tetapi juga mengalami sedikit penurunan pada viewing angle dan kecerahan maksimal dibanding mode standar. Meski begitu, pengguna tetap dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini sesuai kebutuhan, sehingga fleksibilitas tetap terjaga.
Baca Juga: Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo
Performa dan Pendinginan Lebih Stabil
Dari sisi performa, Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy yang menawarkan peningkatan performa sekitar 20–25 persen dibanding generasi sebelumnya. Hasil benchmark menunjukkan lonjakan signifikan pada CPU single-core dan multi-core. Dalam penggunaan harian seperti multitasking, gaming berat, hingga perekaman video, perangkat ini tetap stabil. Sistem pendingin vapor chamber yang diperbesar juga membantu menjaga suhu di kisaran 42–44 derajat Celsius saat beban tinggi, sehingga tidak terjadi penurunan performa drastis.
Baca Juga: Pemkot Blitar Beberkan Perkembangan Regulasi Baru Program MBG
Kamera dengan Aperture Lebih Besar
Pada sektor kamera, Samsung Galaxy S26 Ultra membawa peningkatan aperture menjadi f/1.4 pada lensa utama dan telefoto. Secara teknis, hal ini memungkinkan sensor menangkap lebih banyak cahaya, terutama pada kondisi minim cahaya. Hasilnya, foto malam terlihat lebih terang dengan noise yang lebih rendah dan detail lebih terjaga. Pada video, peningkatan juga terlihat dari pengelolaan cahaya yang lebih bersih dan transisi zoom yang lebih stabil. Namun, peningkatan ini masih tergolong halus dan tidak dianggap sebagai lompatan besar dibanding kompetitor yang sudah menggunakan sensor lebih agresif.
Baterai, Desain, dan Harga
Samsung Galaxy S26 Ultra masih mempertahankan baterai 5.000 mAh, namun kini mendukung pengisian cepat 60W. Dalam pengujian, pengisian 0–80 persen dapat dicapai sekitar 30 menit, hanya sedikit lebih cepat dibanding 45W. Perbedaan waktu total pengisian penuh juga tidak terlalu signifikan, hanya terpaut sekitar 5–10 menit. Hal ini membuat peningkatan charging lebih terasa pada penggunaan parsial dibanding pengisian penuh.
Dari sisi desain, Samsung Galaxy S26 Ultra kembali menggunakan frame aluminium setelah sebelumnya memakai titanium. Perubahan ini membuat perangkat terasa lebih ringan dan lebih mudah digenggam, meski sebagian pengguna menganggapnya sedikit mengurangi kesan premium. Selain itu, S Pen masih hadir tetapi kehilangan fitur Bluetooth seperti remote kamera. Sementara itu, harga pasar perangkat ini cukup bervariasi, dengan selisih signifikan antara harga resmi dan harga retail yang sudah lebih rendah, membuat calon pembeli perlu lebih cermat dalam memilih waktu pembelian.
Editor : Gita Dwi Nuraini