Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Samsung Galaxy S26 Ultra Jadi Sorotan: Display Privacy Hingga AI Canggih, Tapi Ada “Harga” yang Harus Dibayar

Gita Dwi Nuraini • Senin, 15 Juni 2026 | 21:16 WIB
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan privacy display, kamera baru, dan AI canggih, tapi juga membawa banyak trade-off.(Gemini AI)
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan privacy display, kamera baru, dan AI canggih, tapi juga membawa banyak trade-off.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Samsung Galaxy S26 Ultra kembali menjadi pusat perhatian setelah berbagai ulasan awal menunjukkan bahwa Samsung Galaxy S26 Ultra membawa inovasi baru, terutama pada sektor layar, AI, dan kamera. Namun, di balik fitur-fitur canggih tersebut, muncul perdebatan mengenai sejumlah trade-off yang dinilai cukup signifikan bagi pengguna.

Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai flagship terbaru dengan fokus utama pada fitur privasi layar dan integrasi kecerdasan buatan (AI). Meski secara angka spesifikasi terlihat mirip dengan generasi sebelumnya, Samsung Galaxy S26 Ultra membawa pendekatan baru yang cukup berbeda dalam pengalaman penggunaan sehari-hari.

Di sisi lain, Samsung Galaxy S26 Ultra juga menuai kritik karena beberapa aspek yang dianggap mengalami penurunan kualitas di balik peningkatan fitur baru. Hal ini memunculkan diskusi luas di kalangan pengguna dan pengamat teknologi mengenai arah pengembangan smartphone flagship Samsung.

Baca Juga: Pemkot Blitar Beberkan Perkembangan Regulasi Baru Program MBG 


Layar Privacy Display Jadi Inovasi Utama

Salah satu fitur paling menonjol dari Samsung Galaxy S26 Ultra adalah privacy display. Fitur ini memungkinkan layar hanya terlihat jelas dari sudut pandang langsung, sementara dari samping atau sudut miring, tampilan menjadi lebih gelap dan sulit dibaca.

Secara teknis, layar Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan dua jenis piksel, yaitu wide-angle pixels dan narrow-angle pixels. Saat mode privacy diaktifkan, sebagian piksel dimatikan sehingga sudut pandang menjadi sangat terbatas. Namun, hal ini berdampak pada penurunan resolusi secara efektif.

Meskipun inovatif, efek sampingnya adalah tampilan menjadi sedikit lebih kasar, terutama pada teks dan detail kecil. Selain itu, tingkat kecerahan juga bisa sedikit menurun dalam kondisi tertentu, serta kualitas viewing angle tidak sebaik generasi sebelumnya.

Baca Juga: Inilah Sosok Nakhoda Anyar PKB Kabupaten Blitar, Bidik Kemenangan di Pileg- Pilkada 2029


Desain Lebih Ringan, Tapi Ada Konsekuensi

Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan desain yang lebih tipis, ringan, dan membulat dibandingkan pendahulunya. Perubahan ini membuat perangkat terasa lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Namun, perubahan desain ini juga membawa beberapa dampak. Salah satunya adalah slot S Pen yang kini memiliki bentuk melengkung sehingga hanya bisa dimasukkan dengan orientasi tertentu. Selain itu, modul kamera yang lebih besar membuat perangkat sedikit tidak stabil saat diletakkan di permukaan datar.

Penggunaan material aluminium juga kembali diterapkan menggantikan titanium. Meski tidak berdampak besar pada performa harian, perubahan ini dianggap sebagai kompromi antara bobot dan efisiensi produksi.

Baca Juga: Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo


Performa Kencang, Tapi Evolusi Wajar

Dapur pacu Samsung Galaxy S26 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chip ini menawarkan peningkatan performa CPU dan GPU sekitar 20–25 persen dibanding generasi sebelumnya.

Dalam penggunaan sehari-hari, Samsung Galaxy S26 Ultra dinilai sangat lancar untuk multitasking, gaming, hingga editing video. Sistem pendingin vapor chamber yang diperbarui juga membantu menjaga suhu tetap stabil.

Namun, peningkatan performa ini dinilai masih berada dalam kategori evolusi tahunan, bukan lompatan besar yang revolusioner.


Kamera Lebih Terang, Tapi Tidak Banyak Perubahan Besar

Samsung Galaxy S26 Ultra tetap membawa sensor 200 MP pada kamera utama, namun dengan aperture lebih besar untuk meningkatkan kemampuan menangkap cahaya. Kamera telephoto 3x dan 5x juga mendapatkan peningkatan pada bukaan lensa.

Hasilnya, foto low light menjadi lebih bersih dengan noise lebihr rendah. Namun, beberapa pengujian menunjukkan adanya penurunan pada kemampuan fokus jarak dekat di kamera utama.

Di sisi video, Samsung Galaxy S26 Ultra membawa fitur baru seperti APV log codec dan horizon lock yang memberikan stabilisasi ekstrem saat merekam video.


AI dan Software Jadi Fokus Baru

Samsung Galaxy S26 Ultra juga memperkuat fitur berbasis AI melalui Galaxy AI. Beberapa fitur seperti call screening, photo assist, audio eraser, hingga automated action menjadi nilai tambah utama.

Meski begitu, sebagian pengamat menilai fitur AI ini masih bersifat tambahan dan belum menjadi alasan utama untuk upgrade. Banyak fitur juga dinilai berpotensi hadir di perangkat Samsung lain melalui pembaruan software.


Harga dan Posisi di Pasar Flagship

Samsung Galaxy S26 Ultra dibanderol di kisaran 1.300 dolar AS atau lebih dari Rp20 juta, menjadikannya salah satu smartphone flagship termahal di kelasnya.

Dengan berbagai peningkatan dan kompromi yang dibawa, Samsung Galaxy S26 Ultra diposisikan sebagai perangkat premium dengan satu fitur pembeda utama: privacy display berbasis hardware yang tidak dimiliki kompetitor.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Smartphone Flagship 2026 #review HP Samsung #fitur privacy display #samsung s26 ultra #Samsung Galaxy S26 Ultra