Blitar Kawentar - Samsung Galaxy A07 langsung jadi bahan perbincangan panas di pasar smartphone entry-level Indonesia. Hadir dengan harga mulai Rp1,3 jutaan, perangkat ini membawa kombinasi spesifikasi yang jarang ditemui di kelasnya, bahkan memicu perdebatan dengan kompetitor seperti Redmi 15C.
Sejak awal kemunculannya, Samsung Galaxy A07 sudah mencuri perhatian karena membawa chipset MediaTek Helio G99 yang biasanya hanya muncul di HP kelas Rp2 jutaan. Tidak berhenti di situ, Samsung juga menyematkan penyimpanan berjenis UFS yang membuat performa terasa lebih responsif dibanding banyak pesaing di harga serupa.
Di kelas harga Rp1 jutaan, kombinasi ini membuat Samsung Galaxy A07 langsung dianggap “tidak biasa” oleh banyak pengamat gadget dan reviewer teknologi.
Desain Sederhana Tapi Tetap Samsung Banget
Dari sisi tampilan, Galaxy A07 mengusung desain minimalis khas Samsung dengan modul kamera berbentuk kapsul yang berisi kamera utama 50MP dan sensor pendamping 2MP.
Baca Juga: Mengenal Fitur Anyar BRImo “Toggle”: Bisa Transfer Sekaligus Investasi Emas
Tersedia tiga pilihan warna yaitu Black, Light Violet, dan Green yang menjadi favorit karena efek garis pantulan cahaya yang terlihat lebih premium dibanding ekspektasi harga.
Dengan bobot sekitar 180 gram dan ketebalan 7,6 mm, Galaxy A07 masih terasa ringan dan nyaman digunakan sehari-hari. Material polikarbonat digunakan pada seluruh bodi, baik back cover maupun frame, yang memang sudah umum di segmen ini.
Fitur tambahan seperti side-mounted fingerprint, triple slot SIM + microSD hingga 2TB, serta port USB-C dan headphone jack masih dipertahankan. Namun sayangnya, perangkat ini belum dibekali NFC dan gyro hardware.
Layar 90Hz Jadi Penyelamat Pengalaman Harian
Samsung Galaxy A07 membawa layar HD+ 720 x 1600 piksel dengan refresh rate 90Hz. Walaupun resolusi belum Full HD, pengalaman scrolling terasa jauh lebih mulus dibanding HP entry-level generasi sebelumnya.
Kecerahan layar juga cukup membantu penggunaan di luar ruangan, meskipun di bawah sinar matahari terik masih ada sedikit keterbatasan.
Bezel yang cukup tebal memang masih terlihat, tetapi untuk kelas Rp1 jutaan hal tersebut masih dianggap wajar. Samsung tetap berhasil memberikan pengalaman visual yang rapi berkat One UI 7 yang tampil colorful dan bersih.
Menariknya, Samsung menjanjikan update OS hingga 6 tahun, sesuatu yang sangat jarang ditemukan di segmen entry-level. Ini membuat Galaxy A07 tidak hanya kuat di awal, tetapi juga panjang umur secara software.
Performa Helio G99 Bikin HP Ini Terasa Naik Kelas
Bagian paling mengejutkan dari Samsung Galaxy A07 adalah performanya.
Dengan Helio G99, HP ini mampu menjalankan aktivitas harian dengan lancar, mulai dari media sosial, browsing, hingga multitasking ringan. Ditambah penggunaan storage UFS, kecepatan membuka aplikasi terasa lebih cepat dibanding HP sekelas yang masih memakai eMMC.
Varian paling terjangkau hadir dengan RAM 4GB dan memori 64GB. Walaupun terasa terbatas untuk penggunaan jangka panjang, pengguna masih bisa mengandalkan microSD hingga 2TB untuk ekspansi penyimpanan.
Untuk gaming, Mobile Legends bisa berjalan stabil di 60 fps. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mendekati 90 fps sesuai kemampuan layar. Namun untuk game berat seperti Genshin Impact, perangkat ini jelas bukan target utama.
Baterai 5000 mAh + Charger 25W Masih Lengkap di Box
Samsung membekali Galaxy A07 dengan baterai 5000 mAh yang terbukti cukup awet untuk pemakaian harian.
Dalam skenario penggunaan ringan, seperti media sosial dan streaming, konsumsi daya tergolong hemat. Bahkan pemakaian intens seperti gaming ringan pun masih bisa bertahan cukup lama.
Yang menarik, Samsung masih menyertakan charger 25W di dalam box. Dalam pengisian, 15 menit bisa mengisi sekitar 24%, dan sekitar 1,5 jam untuk full charge.
Di saat banyak brand mulai menghilangkan charger, langkah Samsung ini justru dianggap “ramah pengguna” di kelas entry-level.
Kamera Cukup, Bukan yang Utama
Untuk sektor kamera, Galaxy A07 dibekali kamera utama 50MP yang hasilnya cukup untuk kebutuhan dokumentasi sehari-hari.
Foto di kondisi terang masih terlihat oke, meski warna tidak terlalu akurat dan detail cenderung diproses secara software. Di kondisi low light, hasil foto mulai menurun dan butuh stabil tangan lebih baik.
Namun kamera depan cukup mengejutkan. Dengan video Full HD 30fps, dynamic range tergolong baik untuk kelas harga ini, dengan langit masih terlihat biru dan objek tetap jelas meski pencahayaan ekstrem.
Kesimpulan: Raja Baru HP Rp1 Jutaan?
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A07 menawarkan paket yang sangat agresif di harga Rp1,3 jutaan. Helio G99, UFS storage, layar 90Hz, baterai besar, IP54, dan update panjang membuatnya sulit disaingi di kelas entry-level.
Namun nilai terbaiknya ada di varian 4/64GB. Di atas itu, harga mulai mendekati Rp2 jutaan dan keunggulannya jadi tidak terlalu menonjol dibanding kompetitor lain.
Jika dicari satu kalimat, Galaxy A07 adalah HP murah yang “terasa mahal di performa awal, tapi tetap sadar kelas di fitur.”
Dan di segmen Rp1 jutaan saat ini, itu sudah cukup untuk membuatnya jadi salah satu kandidat terkuat di pasar.
Editor : M. Helmi Nurhisam